Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Menegangkan


__ADS_3

Suasana di dalam kamar Davvien terasa begitu panas, bahkan AC yang menyala pun tidak di rasakan lagi oleh kulit Vera, ya tepat nya bagi Vera saat Davvien terus saja mel**at bibir nya yang mungil tanpa memberi kesempatan untuk nya menghirup udara, Davvien tidak menghiraukan Vera yang sudah memukul dadanya karna kehabisan nafas, dia tetap melanjutkan aksinya dan terus mengulum bibir Vera, Davvien hilang akal karna hasrat nya yang sudah beberapa hari lalu dia tahan, juga karna kemarahan nya.


Davvien terus melakukan aksinya, sampai saat dia merasakan butuh oksigen Davvien melepaskan ciuman nya, Vera terlihat ngos-ngosan dia menghirup udara sebanyak mungkin.


"Kau akan membunuh ku tuan"


Ucap Vera yang masih ngos-ngosan, Davvien tidak menghiraukan ucapan Vera dia kembali mendekati waja Vera, menyatukan kembali bibirnya dengan bibir Vera, Davvien melakukan nya dengan begitu kasar, sehingga bukan kenikmatan yang di rasakan Vera melainkan kesakitan, saat Davvien mencium Vera dengan sangat rakus. Davvien merebahkan tubuh Vera di atas tempat tidur bersamaan dengan dirinya, kini Davvien berada di atas tubuh Vera, ciuman semakin panas, Davvien sungguh di kuasai oleh hasrat nya, dia melepaskan ciuman di bibir Vera kemudian turun pada leher Vera, menelusuri dan meninggal kan beberapa jejak di leher jenjang milik Vera.


Sedangkan Vera semakin panik, melihat Davvien yang seakan hilang kesadaran, dia melihat wajah Davvien yang penuh gairah, mata Davvien sudah sayu terlihat kalau Davvien mengharapkan yang lebih.


Vera tidak tau harus berbuat apa, dia juga tidak mungkin melarang Davvien karna itu adalah kewajiban nya, tapi saat ini Vera belum siap, Vera merasa sangat takut apalagi Davvien memperlakukan dirinya dengan sedikit kasar.

__ADS_1


Davvien bangun ingin menanggalkan semua pakaian Vera, tapi matanya tiba-tiba melihat wajah pucat Vera, dan juga matanya yang sudah berembun, terlihat jelas kalau Vera tidak ingin di sentuh oleh nya, ya itu yang dipikirkan Davvien.


Padahal Vera hanya takut kalau Davvien akan memperlakukan nya secara kasar, karna itu pasti akan menyakitkan bagi nya yang belum pengalaman.


"Aku tidak akan menyentuh wanita yang merasa terpaksa dan juga masih mencintai lelaki lain" sarkas Davvien dengan nada menyindir.


Davvien kembali kecewa dengan pikiran nya sendiri, dia berpikir terlalu jauh, tanpa mengerti ketakutan Vera, Davvien yang semula ingin melepaskan pakaian Vera mengurungkan niatnya, dia melangkah mengambil pakaian yang lain tanpa mau memakai pakaian yang di siap kan Vera, Davvien melangkah masuk ke dalam kamar mandi, dia menuntaskan hasrat nya di sana.


"Sial, ahhhkkkkkkkkkkkk kenapa"


Vera bangun, dia mendengar teriakan Davvien, dia kembali merasa serba salah, kenapa Davvien tidak mengerti dirinya sedikit pun, padhal Vera selalu mencoba untuk mengerti keadaan Davvien.

__ADS_1


Wanita muda nan cantik itu bangun dan mengganti bajunya yang sudah tidak bisa di pakai lagi. Setelah itupun dia melangkah mendekati kamar mandi.


"Tuan, jangan seperti ini! saya minta maaf!" pekik Vera dari luar.


"Pergi dari sana, cepat!" Bentak Davvien dari dalam. Vera hanya bisa pasrah, diapun keluar membiarkan Davvien sendiri untuk saat ini.


~Bersambung


Maaf bila alurnya rada datar, hancur dan juga bertele-tele, tapi semuanya butuh proses tidak mungkin dalam sehari bisa melaukan semuanya, begitupun juga Vera dia butuh waktu untuk bisa menerima Davvien, tapi dia sudah belajar untuk menerima suaminya itu.


Bagi kalian yang suka mohon dukungan nya bisa berupa like, komen dan juga vote.

__ADS_1


Yang masih setia baca marya recehan saya, saya ucap kan terima kasih.


Salam sayang ku untuk kalian semua😘😘🌷.


__ADS_2