
Saat tangan nya hampir menyentuh pipi Vera, dengan cepat Vera memegang tangan bajingan itu dan melintir tangan Al ke belakang, membuat Al meringis kesakitan.
"Dengar Tuan, saya sudah mecoba bersikap baik, tapi anda tidak mendengar kan saya!" ucap Vera berapi-api.
"Aw....!" rintih Al saat Vera semakin keras melintir tangan nya.
"Lepas wanita sial*n!" umpat Al karna Vera sudah mengunci pergerakan nya.
Vera mendorong tubuh lelaki yang membuat nya jijik dengan begitu kasar, dia pun melangkah mendekati pintu, setelah di buka, sebelum dia keluar, Vera berbalik melihat ke pada lelaki yang sedang memegang tangan nya, Vera memegang perutnya lalu.
Bhuk....
Vera menendang perut Al dengan keras, hingga tubuh Al terhantam wastafel di belakang nya.
"Itu sedikit pelajaran kepada lelaki yang kurang ajar kepada setiap wanita!" ucap Vera yang sudah merasa pusing di kepalanya.
Saat keluar, dia sudah melihat sang suami yang berlari mendekati dirinya.
Vera sudah tidak mampu lagi menumpu tubuhnya yang sudah terasa sangat lemas, akhirnya dia ambruk saat Davvien sudah memegang dirinya.
"Sayang! kamu kenapa?" tanya Davvien, sekertaris Al pun berdiri ketakutan di belakang Davvien.
Pintu kamar mandi terbuka, Davvien dapat melihat jika lelaki yang baru saja bersama nya sedang berada dalam di sana, dia dapat melihat jika lelaki tersebut memegang perutnya.
Melihat itu, tentu Davvien tau apa yang terjadi, istrinya bukan orang yang lemah, dan Vera juga bisa bela diri, sudah pasti lelaki bejat itu di tendang oleh Vera.
Melihat itu membuat darah Davvien mendidih, rasanya ingin sekali memberi pelajaran kepada lelaki yang sudah kurang aj*ar kepada istri yang sangat di cintai nya.
__ADS_1
Namun, mengingat keadaan Vera, Davvien mengurungkan niatnya.
Tanpa mengucap kan sepatah kata pun, Davvien langsung membopong tubuh sang istri.
Al merasa aman, dia berfikir jika suami Vera tidak tau apa yang terjadi.
Dia pun keluar dengan di bantu oleh sekertaris yang juga menjadi selir nya saat di kantor.
"Kenapa dia bisa berada di sini?" tanya Al sambil meringis kepada sekertaris nya itu.
"Sedari tadi tuan Davvien mencari istri nya!" jawabnya dengan memapah tubuh Al.
"Harusnya kamu bisa mencegah nya!" timpal Al lagi, namun selingkuhan nya itu hanya diam, tidak ingin berdebat lagi.
...----------------...
Davvien begitu panik, dia terus mondar mandir di depan ruangan Vera, dia tidak mengabari keluarga karna tidak ingin membuat mereka khawatir.
Beberapa saat, pintu ruangan pun terbuka.
"Katakan Hendri, apa yang terjadi dengan istriku?" tanya Davvien tanpa sabar.
"Tenang Tuan, Nona hanya merasa syok, namun untung dia segera di bawa ke rumah sakit, jadi tidak sampai terjatuh kontraksi terhadap bayi dalam kandungan nya!" jelas Dok.Hendri.
"Syukur lah kalau begitu!"
"Tapi usaha kan jangan membuat nya merasa tertekan dan juga syok.
__ADS_1
Davvien mengangguk "Apa aku boleh melihat nya?" tanya nya dan mendapatkan persetujuan dari DoK.Hendri.
Saat Davvien masuk, dia sudah melihat sang istri sudah membuka mata nya.
"Sayang bagaimana, mana yang sakit?" tanya Davvien langsung antusias.
Vera menggeleng dia hanya tersenyum.
"Maafkan aku!" pinta Davvien sambil mencium tangan Vera.
Dia sungguh tidak tega melihat Vera kesakitan, di gigit semut pun Davvien akan membunuh semut yang menyakiti sang istri, apalagi manusia bedebah yang hampir mencelakai sang istri.
"Aku tidak akan melepaskan mu bedebah sial*n!" batin Davvien menjerit, dia benar-benar tidak terima dengan apa yang di alami Vera.
.
.
.
.
.
~Bersambung
Jangan lupa ya Like, komen, dan Vote.
__ADS_1
Oh ya! Jika bisa kalian boleh tidak komen nya di paragraf,, jika bisa sih kalau nggak juga tidak masalah🤭🤭