Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Niat untuk pergi


__ADS_3

...Sekelompok manusia yang telah larut ke dalam lembah dosa terus saja terjerumus tanpa sadar ada yang mengintai setiap gerak gerik mereka....


...Mereka bahkan lupa kalau tuhan selalu mengawasi, tapi tak sedikit pun kesadaran dari hati mereka, hanya kesenangan dan kepuasan yang menjadi prioritas mereka....


...Nafsu yang terus memimpin hingga membuat mereka terus terperangkap di dalam kemaksiatan....


...Akan kah mereka menemukan hidayah agar mereka keluar dari dalam dunia gelap penuh dnegan darah....


...Hanya waktu lah yang bisa menjawab, baik buruk ke depan nya tidak ada yang bisa menebaknya....


🌷HAPPY READING...😘😘😘


...----------------...


Davvien dan sekelompok nya sekarang sudah mengepung markas Tuan Fernando, sesuai tujuan mereka malam ini mereka akan menyerang tuan Fernando, dia benar-benar tidak akan mengampuni orang yang telah mengkhianati nya.


"Irfan, apa anak buah mu sudah siap semuanya, apa mereka telah menempati semua tempat di area markas ini"


Tanya Davvien melalui alat yang terhubung pada Fero dan Irfan.


"Sudah tuan, semuanya sudah menyebar di sekitar sini tuan"


"Bagus, sekarang ayo kita masuk bilang pada mereka suruh masuk saat kita memanggil mereka"


"Baik Tuan"


Irfan yang telah memeriksa semua anak buah nya melangkah mengikuti Davvien dan Fero.


Brak,,,,,,,,,,,


Seperti biasa, mereka tidak ingin bermain petak umpet, mereka secara terang-terangan membuka paksa pintu markas Fernando yang tidak ada apa-apanya di bandingkan rumah Davvien yang di sebut markas.


Semua anak buah Fernando yang berjaga di luar suah punah, mereka di kalah kan satu satu tanpa menimbulkan suara, Davvien dan anak buah nya bermain secara lembut.

__ADS_1


Tuan Fernando dan anak buahnya langsung kaget saat melihat ketiga pria gagah berdiri di depan mereka, sepersekian detik Tuan Fernando pun tertawa.


"Ha ha ha,,,, kita kedatangan tamu, ayo kita layani"


Meski ada rasa takut yang hinggap di hatinya, Fernando mencoba untuk tenang, dia sudah tau bagaimana bos mafia di hadapan nya membantai musuh nya tanpa ampun, dia mengira bahwa Davvien tidak mencarinya lagi, tapi setelah sekian lama. setelah kejadian di pelabuhan mereka kembali bertemu.


Davvien, Irfan dan Fero hanya diam, mereka menatap semua orang yang ada di sana dengan wajah datar.


Dor,,dor,,,dor.....


Tanpa mengatakan apapun Mereka langsung menembak anak buah Fernando, mereka yang belum siap karna mendapat serangan mendadak pun tumbang seketika, dalam hitungan menit anak buah Fernando sudah banyak yang terkapar di lantai sudah tak bernyawa.


Sedangkan anak buah yang masih tinggal langsung mengangkat senjata mereka, tuan Fernando memilih kabur, tapi kali ini Davvien tidak akan membiarkan nya, dia pun mengejar Fernando dengan terus melepaskan peluru panas nya pada anak buah Fernando yang mencoba menghalangi nya.


Dor,,,,,,,,,


"Akhhhhhhhh"


Tuan Fernando langsung tersungkur saat salah satu kakinya terkena peluru Davvien.


Davvien mendekatkan Tuan Fernando.


"Maafka saya tuan Davvien"


Dengan suara berat nya menahan sakit di kakinya.


Davvien hanya tersenyum sini, dia menginjak kaki tuan Fernando tepat luka tembak yang dia berikan, Davvein menginjak dengan kuat membenamkan peluru lebih dalam lagi.


"Akkkkkkkkhhhhhhhhhhhhh"


Teriak tuan Fernando, darah segar sudah membanjiri tempat itu.


Davvein melangkah pergi dan setelah nya.

__ADS_1


Dor,,,,,,,


"Bakar tempat ini"


Semua anak buah tuan Fernando suah tandas, mereka keluar Irfan langsung memberi perintah pada anak buah nya untuk mengirimkan markas itu lalu membakar nya.


"Kalau aku tau lawan ku hanya sekuat ayam aku tidak usah repot-repot datang kesini, mengahadapi semut kecil seperti dirinya kau pun mampu Fan"


Mereka kembali ke hotel, jam sudah menunjukkan pukul 03:00 pagi.


Saat sudah selesai mandi Davvien langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


Ingin rasanya pagi cepat menyapa supaya dia bisa kembali dan menemui istrinya.


...----------------...


Sedangkan di tempat lain, tepat jam 04:27 Vera terbangun dari tidurnya, dia menyadari dirinya tidur si sofa, tepatnya di lantai bawah sofa, kebiasaan nya memang tidak bisa di ubah.


Vera mendudukkan tubuhnya nya di sofa merentangkan tangannya, merenggangkan tubuhnya yang terasa sedikit pegel.


Pikiran nya langsung menuju pada Davvien, apa dia sudah pulang, mungkin karna marah Davvien tidak membangun kan nya semalam pikir Vera.


Dia pun bergegas pergi menaiki tangga, saat sampai di dalam kamar Vera kembali murung, ternyata Davvien tidak pulang, terlihat kamar sepi dan juha rapi, tempat tidur bahkan terasa dingin karna tidak ada penghuninya.


Vera pun memilih masuk kedalam kamar mandi untuk wudhu, Setelah nya dia keluar langsung melaksanakan solat subuh.


Setelah selesai Vera berdiri dekat dinding kaca di kamar Davvien, dia menatap matahari yang masih malu-malu menyapa bumi.


Fikiran Vera tertuju pada Davvien, bagaimana Davvien mengatakan bahwa dirinya tidak ingin di ganggu, dan hanya ingin ketenangan, hati Vera kembali merasa sedih.


"Apa aku sebegitu buruknya hingga dia lebih memilih untuk tidak pulang"


Vera membatin terus membatin.

__ADS_1


"Apa aku pergi saja dari rumah ini"


~Bersambung


__ADS_2