Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Wisuda.


__ADS_3

Jam berputar, hari terus berlalu... tak terasa hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh para mahasiswa dan siswi yang beberapa tahun menetap di sebuah universitas untuk mendapatkan ilmu.


Hari ini adalah hari kelulusan mereka, semua siswa begitu bahagia karna mereka akan wisuda, meninggalkan kampus yang telah memberikan begitu banyak cerita bagi mereka.


Vera sudah siap dengan menggunakan baju kebaya berwarna peach, di padukan dengan rok sirambit, dengan polesan wajah tipis yang tidak mencolok, rambut di sanggul begitu rapi di tambah beberapa jepitan kecil dan juga panjang di sana. Vera di rias oleh beberapa MUA yang di undang khusus oleh mertuanya.


Dengan perut membuncit, Vera sudah terlihat begitu cantik, dia menggunakan high heels yang tidak terlalu tinggi, karna keadaan nya saat ini yang sedang mengandung, jadi Vera hanya ingin berhati-hati.


"Sayang... kamu sangat cantik" puji Ny.Andin merasa kagum pada kecantikan menantu nya itu.


"Terimakasih Mommy, ini karna Mommy mengundang para MUA untuk merias Vera"


"Tidak sayang, tanpa di rias pun, kamu tetap cantik" lanjut Ny.Andin lagi.


"Iya sayang, kamu memang sangat cantik... Mama rasanya ingin kamu menjadi kecil lagi seperti dulu, ingin melihat setiap pertumbuhan mu menjadi dewasa seperti ini" ucap mama Rina dengan mata yang sudah berembun.


"Terimakasih Mama, jangan bicara seperti itu... nanti gantian saja, mama bisa mengurus cucu-cucu mama" jawab Vera yang membuat kedua wanita paruh baya itu tertawa.


"Istri Davvien memang sangat cantik Mom, dia memang cocok berdampingan dengan lelaki tampan dan sempurna seperti ku" Davvien yang datang dari balik pintu kamar langsung menyahuti perkataan sang Mommy, dia pun mendekati Vera lalu mencium pipi sang istri tanpa merasa malu pada wanita yang telah melahirkan dirinya.


"Hei, bisa nggak sih sebentar saja tidak mencium istri mu, nanti riasan wajah nya rusak" peringati Ny.Andin.


Ny.Andi yang sudah tau bahwa menantunya akan wisuda, dia langsung gerak cepat dari yang lain, dia selalu terdepan untuk menyiapkan keperluan sang menantu, bahkan lebih cepat dari orang tua Vera sendiri.


"Nggak apa-apa dong, dia kan istri Davvien, jadi Davvien dong menciumnya" jawab Davvien.


''Mas, Kenapa ngomong seperti itu sama Mommy" sahut Vera.


"Sudah... yok kita berangkat" ajak mama Rina.


Mereka pun keluar dari dalam kamar, Vera di gandeng oleh sang suami. Davvien menggunakan baju batik yang sana dengan rok sirambit Vera.


"Wah anak Daddy sudah siap... kamu sangat cantik Nak" Tn.Diwan langsung mendekati Vera lalu memeluk dan memberi ciuman di kepala sang putri.


"Terimakasih Dad"


Tn.Andre hanya tersenyum... mereke pun berangkat, Fero juga sudah menunggu di ruang keluarga.

__ADS_1


Mobil mereka berangkat, seperti biasa, Vera Davvien dan Fero satu mobil, sedangkan orang tua mereka juga menaiki mobil yang terpisah.


Tidak terlalu lama, mereka pun sampai di perkampungan kampus, terlihat di sana sudah sangat banyak orang dari siswa maupun dari keluarga yang ingin melihat hari kelulusan mereka.


Intan, Tania dan juga Rani sudah terlihat mendekati Vera yang baru saja turun dari mobil, mereka langsung berpelukan menyalurkan rasa bahagia di hati mereka.


"Aaa akhirnya, kita lulus juga" kata Intan pada Vera.


"Iya Tan, aku sangat bahagia loh"


Mereka tersenyum, menampakkan begitu bahagia nya mereka pada hari ini, Intan mengelus perut buncit Vera.


"Hey, ponakan aunty... apa kabar, sehat-sehat ya di dalam sana, jangan ganggu Mama hari ini Mama mu sudah wisuda" Intan berbicara kepada baby twins yang ada dalam kandungan Vera.


Intan kemudian mendekati mama dan mertua Vera, dan di ikuti oleh Rani dan Tania.


"Tante apa kabar?" Tanya Intan mencium kedua pipi mama Vera.


"Tante baik, bagaimana denganmu nak, Mama kamu di mana?"


Intan juga memeluk dan mencium pipi Ny.Andin.


Fero masih dalam mobil, dia begitu takjub melihat kecantikan Intan yang juga berbeda pada hari ini, Intan juga menggunakan kebaya dengan wajah yang di poles natural, namun terlihat begitu cantik.


Tidak turun, dan tidak mengatakan apapun, Fero kembali melajukan mobilnya, meninggalkan mereka yang sedang saling mengucapkan selamat.


Intan yang melihat Fero berlalu tersirat rasa sedih karna Fero bahkan tidak turun untuk mengucapkan sekedar hanya selamat pada dirinya, namun Intan mencoba berpikir baik.


"Mungkin masih ada kerjaan di kantor, setelah selesai dia pasti akan ke sini lagi Intan menemui mu" Batin Intan.


Mereka semua masuk pada tempat mereka mengadakan wisuda, Vera masih di gandeng oleh Davvien.


"Sayang, kenapa kak Fero pergi lagi?" gumam Vera yang hanya bisa di dengar oleh Davvien.


"Ada pekerjaan" jawab Davvien singkat.


"Loh, emang Kak Fero tidak akan datang untuk mengucapkan selamat pada Intan?" tanya Vera lagi, Davvien hanya mengangkat kedua bahunya.

__ADS_1


"Sangat tidak romantis" cibir Vera yang membuat sang suami tersenyum.


Kini mereka sudah sampai di tempat yang sudah di siapkan, keluarga mereka di persilahkan duduk.


Setelah Pimpinan, Rektor dan ketua senat memasuki tempat tersebut, lalu di sambut dengan tarian yang di persembahkan oleh siswa dari kampus tersebut, sampai mereka menyanyikan lagu Indonesia raya.


Kemudian, setelah acara di buka oleh Rektor, mereka langsung menyerahkan ijazah wisuda terbaik.


Vera dan Intan termasuk ke dalam siswa dengan nilai terbaik, keluar Vera terutama Davvien, mereka begitu bangga saat mendengar jika nama Vera di panggil saat penyerahan ijazah wisuda terbaik.


Namun, Intan merasa sedih, karna tidak ada seorang pun yang datang mau dari orang tua atau orang kekasih nya.


"Intan, selamat nak... kamu mendapatkan nilai terbaik" ucap Ny.Andin, namun Intan hanya tersenyum simpul.


Intan terus saja celingak-celinguk melihat ke sana kemari, berharap yang di tunggu akan datang.


Namun, harapan nya sia-sia karna orang yang di tunggu Intan sama sekali tidak terlihat batang hidung mereka.


.


.


.


.


.~Bersambung.


Apa Fero dan keluarga Intan akan tega tidak menyaksikan hari kelulusan Intan, bagaimana ya perasaan Intan.


Reader, jangan lupa ya like komen dan vote.


Salam sayang ku untuk kalian.


...Seperti biasa, sambil nunggu aku up lagi... mampir yuk di karya kakak ku....


__ADS_1


__ADS_2