Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Masih di acara pernikahan


__ADS_3

Vera masih dengan perasaan was was nya, dia terus melihat gerak gerik Davvien yang terlihat tidak perduli dengan dirinya.


Vera merasa lega" Sepertinya dia tidak mengingat ku" batin Vera.


Vera dan Davvein masih sama sama diam dengan pemikiran masing masing, mereka tampak canggung saat berdiri untuk bersalaman dengan para tamu.


Vera tersenyum canggung saat para undangan memberikan selamat, sedangkan Davvien hanya diam dengan tatapan datar.


Keluarga Davvien satu persatu menghampiri mereka.


"Selamat ya nak, kamu sudah jadi suami sekarang, cintai istrimu dengan sepenuh hati, jaga dia, buat lah dia bahagia, dan jangan pernah kamu biarkan dia menangis. Jadi lah suami yang bertanggung jawab" nasehat Nyonya Andin sambil memeluk putra semata wayangnya.


Davvien hanya diam, mendengarkan perkataan sang Mommy, kini giliran Nyonya Andin memeluk menantu nya.


"Selamat ya sayang, kamu sudah menjadi istri Davvien, kamu juga harus berjanji buat anak Mommy selalu bahagia, jangan pernah tinggalkan dia seburuk apapun karakter nya, ubah dia menjadi lelaki yang lebih baik lagi" Ny. Andin juga menasehati menantu nya itu sambil mengeluarkan air mata nya


Vera hanya mendengar sembari mengangguk kepala nya.


Tuan Andre pun ikut memeluk putra dan menantu nya "Daddy senang Vien, akhirnya kamu sudah menikah, mulai sekarang kamu sudah mempunyai tanggung jawab yang besar, jadi lah lelaki sejati yang mampu membina rumah tangga yang harmonis, jagalah istrimu" hanya itu nasehat dari Daddy nya.


Tuan Andre pun beralih pada menantu nya "Semoga kamu betah dengan sikap dingin nya anak Daddy nak" ucap Tuan Andre menggoda Vera yang sengaja menyindir Davvien. Verania hanya mengangguk dengan sedikit senyuman di bibir manis nya.


Lanjut Kakek Farhan yang memeluk Davvien dan mengucapkan selamat pada cucu nya dan juga Vera.


Kini giliran Diwan yang mendekati mereka "Daddy serah kan anak Daddy pada mu nak, tolong jangan pernah kamu sakiti dia apa lagi membuat nya menangis, dia adalah kebanggaan Daddy, maaf karna Daddy telah memilih mu untuk menjaga dia, tapi Daddy mohon nak kamu harus menjaga nya sepenuh hati, dan tolong cintai dia juga dengan sepenuh hati, sejak kecil Vera tidak merasakan kasih sayang seorang ibu, hanya Daddy yang menjaga nya, dan sekarang Daddy serah kan pada mu, tolong terima sikap kekanakan nya" Diwan sampai meneteskan air mata nya saat memeluk sang menantu, sedangkan Davvien masih diam, dia benar benar sangat menghemat suara nya.


Diwan lanjut memeluk putri semata wayangnya dengan sangat erat, erlihat wajah Vera sudah basah dengan cairan bening yang keluar dari pelupuk mata nya mendengar kan setiap kata-kata Daddy menasehati Davvien "kamu sekarang sudah menjadi seorang istri nak, dan mulai sekarang kamu bukan lagi tanggung jawab Daddy, jadi kamu harus dengerin semua perkataan suami mu, perlakukan dia dengan sebaik baik nya, tngat surga mu sekarang ada di telapak kaki suamimu" ujar Diwan memperingati Vera.


Vera terus memeluk Diwan dengan erat, dia enggan melepaskan pelukan nya itu, rasa nya dia tidak mau berpisah dari Daddy yang selama ini sangat sabar merawat nya dan juga sangat menyayangi dirinya.


Sekarang giliran sahabat sahabat mereka yang datang memberikan selamat.


"Selamat ya bro, lo lebih unggul dari pada kita" ucap Riki sambil merangkul Davvien.

__ADS_1


Davvien masih diam, tidak berniat menyahuti sahabat nya itu.


Riki melepas kan pelukannya pada Davvien dan memberi selamat pada Vera "selamat juga untuk kamu. Oh ya, kamu harus berhati-hati dengan nya, jangan sampai kamu di makan hidup hidup oleh macan itu" bisik Riki pada Vera.


Vera langsung membulatkan mata mendengar perkataan Riki, apalagi setelah insiden yang mana Davvien hampir menembak kepala nya.


Riki berlalu setelah berhasil membuat Vera hampir pingsan di tempat.


Lanjut Aldi yang memeluk Davvien "selamat bro ,nanti malam langsung santap bro ,lihat istrimu sungguh sangat cantik" Aldi berhasil membuat Davvien menatap nya dengan tatapan membunuh, namun bukan nya takut, Aldi malah terkekeh melihat kemarahan Davvien, dan tak lupa dia juga memberi selamat pada Vera.


"Selamat ya buat...." Aldi nampak berfikir sambil terus menjabat tangan Vera "Maaf siapa namamu" tanya nya lagi.


"Ve Vera" ucap nya gelagapan.


"Oh ... yayay selamat ya Vera, semoga kamu bisa bertahan lama hidup di dalam kandang macan" ucap Aldi sambil tersenyum.


Lagi lagi Vera menelan kasar ludah nya, dia benar benar takut sekarang, namun dia hanya mengangguk kepalanya sambil tersenyum kecut.


Sedangkan yang di peluk hanya diam dengan tatapan marah nya, dia benar benar tidak nyaman di perlakukan seperti itu, sedari tadi selalu di peluk seenak mereka.


Fero kini beralih pada Vera "hy..selamat ya, aku beneran nggak nyangka kalau kamu yang menikah dengan Davvien,aku kira kamu waktu itu..."


"Ahahah makasih ya atas ucapan selamatnya, Anda pasti haus mari silahkan diminum dulu" ucap Vera yang memotong omongan Fero, Vera takut kalau Davvien akan mengingatnya jika Fero membahas masalah itu lagi


Fero yang bingung pun melangkah meninggal kan mereka


"Selamat ya Ra ... lo udah jadi istri sekarang, uuhhhh cedihhh" Intan merengek sambil memeluk Vera.


Kini giliran sahabat Vera yang memberikan selamat "Iya iya makasih, lo kenapa sedih kan gw cuman nikah bukan mau mati" timpal Vera "Tapi nggak tau juga mungkin hari ini hari terakhir gw ngeliat kalian, karna manusia mematikan ini pasti akan membunuh ku" lanjut vera didalam hati, Intan tidak berani menyalami Davvien yang dilihat nya sangat menyeramkan.


"Selamat Ra ... cepat cepat buatin aku ponakan ya, suami mu itu sangat tampan Ra" ucap tania pada Vera.


Vera langsung memukul lengan tania "Apaan sih" kesal Vera pada tania yang menggoda nya.

__ADS_1


"Selamat Ra ... anti ceritakan ke gw bagaimana malam pertama nya" sekarang giliran Rani membisik kan sesuatu yang membuat Vera kembali kesal dengan teman teman nya itu.


"Sudah sudah kalian makan saja dulu" ucap Vera mengusir para sahabat nya dari hadapan Vera.


Acara masih terus berlanjut, setelah para tamu memberi selamat kini semua mereka di persilahkan untuk menyantap makanan yang sudah di sedia kan di sana


Intan merasa haus, dia pergi untuk mengambil minuman, setelah mengambil segelas minuman dia berbalik dan.


Brakkk


Intan menabrak seseorang lelaki yang berada di belakang nya, tanpa sengaja menumpahkan minuman nya di pakaian lelaki tersebut.


Intan tercengang melihat wajah tampan di hadapan nya, mata nya tidak berkedip, mulut nya menganga, terus memperhatikan wajah pria yang dia tabrak.


"Sssssttt, kalau berbalik itu lihat lihat dong mbak" ucap nya merasa kesal karena pakaian nya menjadi basah.


Intan tidak menggubris umpatan laki laki itu, dia masih terus tercengang menatap wajah pria itu yang menurut nya sangat tampan sampai wajah yang di tatap nya menghilang dari pandangan nya.


Dia adalah Fero yang juga ingin mengambil minum, tapi belum sampai ke sana intan sudah menabrak nya, membuat asisten Davvien ini sangat kesal.


Dia melihat perempuan yang menurut nya sangat aneh, setelah menabrak bukan nya minta maaf sekarang malah bengong sendiri menatap diri nya, hingga Fero memutuskan untuk pergi ke toilet membersihkan pakaian nya


Intan yang sadar bahwa yang di tatap nya sudah pergi pun langsung mengutuki kebodohan nya sendiri.


"Issh bodoh bodoh bodoh nya aku, kenapa aku tidak minta maaf sama dia, aku malah diam menatap wajah nya, pasti dia merasa aneh melihat tingkah ku" gumam intan kesal dengan dirinya sendiri.


Bersambung


Like dong


Komen,


Vote

__ADS_1


__ADS_2