
Mata istri Firman seolah tak bisa menutup saat akan di mandikan oleh orang-orang yang di tugaskan memandikan jenazah istri Firman. Beberapa orang yang takut, mengira apa yang terjadi pada istri Firman itu di sebabkan oleh sesuatu hal yang telah di perbuat oleh almarhumah selama di dunia. Sehingga banyak yang menduga itu adalah bagian dari azab pedih yang harus di rasakan oleh almarhumah.
Namun Mbok Mi'an yang memang sering memandikan jenazah. Mengatakan itu adalah hal yang wajar terjadi, sebab keluarga besar almarhumah yang belum datang untuk melayat. Sehingga kedua matanya tak kunjung menutup. Menunggu kedatangan dari keluarga besarnya untuk datang melayat.
Firman terus menghubungi beberapa saudara dari pihak istrinya. Tidak ada satu pun yang mengangkat panggilan telepon dari Firman. Mereka tentu sakit hati, sebab mereka sudah tahu akan pesugihan yang di lakukan oleh Firman. Sehingga mereka takut akan menjadi salah satu tumbal yang akan di berikan oleh Firman pada mahluk peliharaannya.
__ADS_1
Lukas kembali meminta Firman untuk menghubungi keluarga dari pihak Istrinya tersebut. Mungkin kali ini panggilan telepon seorang Firman akan di angkat. Sehingga mereka bisa segera datang untuk melayat pada jenazah salah satu saudara mereka.
Tapi lagi dan lagi, panggilan telepon dari Firman tidak ada yang mengangkat. Mereka semua menolak panggilan telepon yang di lakukan oleh Firman. Hingga Firman merasa bersedih dengan sikap dari keluarga besar istrinya yang terkesan tidak peduli pada saudara mereka sendiri. Padahal istri Firman sudah meninggal dunia.
Tak heran kedua bola mata istri Firman itu tidak bisa menutup. Mungkin saja masih ada kerinduan yang masih mendekap dalam hatinya pada keluarga besarnya. Tapi mereka justru tidak hadir untuk membesuk jenazah dari istri Firman tersebut. Hingga Firman berharap istrinya akan bisa lebih bersabar dengan sikap keluarga besarnya yang tidak hadir tersebut.
__ADS_1
Di tengah-tengah rasa positif yang mulai tumbuh dalam diri seorang Firman. Panggilan telepon dari saudara sepupu Istrinya, sedikit membuat Firman terkejut. Dia pun langsung mengangkat panggilan telepon dari sepupu Istrinya tersebut.
Firman tersenyum lebar saat mengangkat panggilan telepon tersebut. Dia berharap ini akan menjadi panggilan telepon yang cukup baik untuk dirinya. Mungkin sepupunya itu akan datang melayat ke rumah Firman. Sehingga dia menelepon seorang Firman, di tengah banyaknya panggilan telepon dari seorang Firman yang di tolak oleh saudara istrinya tersebut.
Ah, baru juga menyapa sepupu dari istrinya tersebut. Firman justru langsung di maki oleh sepupu Istrinya yang bernama Anas tersebut. Dia mengatakan pada Firman untuk segera bertobat, sebab apa yang di lakukan selama ini oleh Firman adalah sebuah kesalahan. Dia melakukan pesugihan dengan menumbalkan seluruh anggota keluarga Istrinya. Hingga sekarang istrinya sendiri yang menjadi tumbal pesugihannya.
__ADS_1
Dari panggilan telepon itu, akhirnya Firman mulia sadar. Mungkin istrinya tewas akibat makhluk peliharaannya sendiri. Itu bisa saja terjadi pada seorang Firman. Sebab Firman belum memberikan kuntilanak peliharaannya tumbal. Apa mungkin istrinya yang menjadi tumbal tersebut. Tapi ap mungkin istrinya yang menjadi tumbal itu, sementara dalam perjanjian itu. Keluarga inti dari Firman tidak boleh di jadikan tumbal. Ini menjadi pertanyaan besar bagi seorang Firman.