
Firman begitu tenang saat perawat mulai menyuapkan satu sendok makanan ke dalam mulutnya. Firman pun terlihat makin bisa di kendalikan oleh perawat itu saat dia mulai berinteraksi dengan perawat itu. Apalagi perawat pria itu melayani seorang Firman dengan penuh ketulusan. Itu yang membuat seorang Firman terlihat begitu bahagia berada di dalam perawatan sang perawat.
Angin entah dari mana tiba-tiba datang menghantam kaca jendela ruang perawatan Firman. Seketika angin itu mulai menerbangkan gorden yang ada di kamar perawatan seorang Firman. Hingga perawat itu sempat panik dengan gemuruh angin yang tiba-tiba datang begitu saja.
Angin yang tiba-tiba datang menghantam seluruh ruangan perawatan dari Firman itu. Membawa juga sebuah bayangan hitam yang ketika di lihat dari dekat adalah sosok kuntilanak yang acap kali meneror seorang Firman. Kuntilanak dengan perawatan yang seram itu tersenyum pada seorang Firman. Memperlihatkan bagaimana giginya yang di penuhi dengan darah serta sedikit kotoran. Itu yang benar-benar membuat seorang Firman ketakutan di buatnya.
__ADS_1
Firman pun langsung meloncat dari tempat tidurnya. Dia berlari ke arah pojok ruangan. Menutup kedua telinganya. Dia tak tahan dengan suara ketawa dari kuntilanak yang terdengar begitu nyaring tersebut. Firman begitu khawatir dengan apa yang terjadi saat itu. Hingga Firman hanya bisa bersembunyi untuk mengindari kuntilanak itu datang menghampiri dirinya.
"Jangan dekati aku, jangan dekati aku." ujar Firman dengan rasa takut yang begitu tinggi.
Perawat itu mencoba menenangkan seorang Firman yang masih ketakutan di buat oleh kuntilanak tersebut. Namun Firman tetap tak bergeming, dia terlihat sama sekali tidak mau untuk tenang. Mengingat kuntilanak itu yang masih ada di ruang perawatan darinya.
__ADS_1
Tak tahan melihat kuntilanak itu yang masih ada di dalam ruangannya. Firman segera pergi dari ruang perawatan dari dirinya tersebut. Dia pun berlari keluar menghindari Kuntilanak yang terus meneror dirinya dengan suara yang khas. Begitu juga dengan kukunya yang panjang. Itu menjadi sebuah ketakutan tersendiri bagi seorang Firman. Dia benar-benar tidak bisa melawan dengan apa yang terjadi pada dirinya. Hanya ada rasa takut yang terus menghantui dirinya.
Perawat itu pun merasa hal yang aneh pada seorang Firman. Dia merasakan sesuatu hal ghaib memang terjadi pada seorang Firman. Mungkin saja perawatan secara spiritual bisa membuat Firman sembuh. Dia terlihat mendapatkan teror dari mahluk astral. Itu yang membuat perawat itu berpikir untuk segera membawa Firman menuju tempat seorang Kiayi atau ustadz. Mengingat penyakit yang di alami oleh Firman, lebih mengarah ke arah penyakit hati. Itu yang harus di bersihkan oleh sosok Kiayi dan Ustadz tersebut.
Perawat itu pun siap berkonsultasi dengan seorang dokter yang menangani seorang Firman. Mungkin usulan kecil dari perawat itu bisa di terima oleh sang dokter. Mengingat apa yang di usulkan oleh perawat itu adalah sesuatu hal yang baik. Itu jauh lebih baik, daripada menyuntikkan banyak obat bius untuk membuat seorang Firman tenang. Sama sekali tidak memiliki dampak yang signifikan untuk Firman.
__ADS_1