Jimat Warisan

Jimat Warisan
Kematian Dua anak Lutfhi Dan Tini


__ADS_3

Lutfhi lupa, jika kedua anaknya tidak dalam perlindungan. Mereka ada di dalam rumah, sehingga bisa dengan mudah menjadi korban dari amukan Genderuwo. Lutfhi dan Tini tidak memperhitungkan hak itu akan terjadi.


Fajar dan Tiwi yang tidak tahu akan serangan yang akan terjadi pada mereka berdua. Keduanya yang sedang bermain di balkon rumah, tidak menemukan tanda-tanda yang mungkin saja akan membuat hidup mereka berakhir. Sehingga Tiwi dan Fajar pun tidak pernah melakukan tindakan apapun yang bisa menyelamatkan mereka dari serangan Genderuwo.


Akhirnya tiba waktu bagi Genderuwo itu untuk menunjukkan amarahnya pada Lutfhi dan Tini. Mereka berdua yang tidak bisa memberikan tumbal pada Genderuwo. Harus siap memberikan kedua anaknya sebagai tumbal pada Genderuwo tersebut. Dengan begitu, impas sudah apa yang di minta oleh Genderuwo tersebut. Lutfhi dan Tini pun tidak harus mencari tumbal lainnya. Sebab secara otomatis dia sudah memberikan tumbal sendiri untuk Genderuwo tersebut.

__ADS_1


Genderuwo itu tanpa ampun langsung menyerang kedua anak Lutfhi dan Tini, dua langsung mencekik Fajar di hadapan Tiwi. Fajar yang kehabisan napas, tentu tidak bisa berbuat apapun lagi. Hingga Fajar pun langsung tewas dengan serangan tiba-tiba yang di lakukan oleh Genderuwo tersebut.


Melihat Fajar yang di cekik dengan begitu kuat oleh Genderuwo tersebut. Tiwi pun harus bisa pergi menjauh dari Genderuwo tersebut. Sebab jika Tiwi tidak segera pergi dari Genderuwo tersebut. Bukan tidak mungkin Tiwi akan menjadi korban dari Genderuwo tersebut.


Namun saat Genderuwo itu akan mencekik leher Tiwi. Tiwi yang hapal surat Al-fatihah, membaca surat itu di hadapan Genderuwo tersebut. So tak Genderuwo itu langsung merasakan perasaan yang kurang senang dengan surat Al-fatihah yang di baca oleh Tiwi. Apalagi surat yang di baca oleh Tiwi itu begitu merdu. Tentu ada kesan tersendiri bagi Genderuwo tersebut. Dia tidak bisa melawan Tiwi yang sudah membaca surat Al-fatihah.

__ADS_1


Melihat Genderuwo yang mulai kepanasan dengan ayat suci Al-Qur'an yang di baca. Tiwi pun langsung berlari kembali meninggalkan Genderuwo tersebut. Tiwi harus bisa keluar dari dalam rumahnya. Sebab jika Tiwi masih berada di dalam rumahnya tersebut. Bukan tidak mungkin Tiwi akan menjadi korban berikutnya seperti yang di alami oleh Fajar. Tiwi harus bisa kabur dari dekapan Genderuwo tersebut.


Tiwi pun sudah hampir kabur dari rumahnya tersebut. Namun saat Tiwi akan membuka pintu rumahnya tersebut. Pintu rumah itu kembali terkunci dengan begitu kuatnya. Hingga Tiwi tidak bisa keluar dari dalam rumahnya sendiri.


Tiwi yang lupa membaca ayat suci Al-Qur'an. Tidak dapat berbuat apapun saat Genderuwo itu mulai menyerang dirinya. Tiwi tidak berdaya dengan apa yang ada, hingga Tiwi harus merasakan cekikan yang sama seperti yang di alami oleh Fajar. Tiwi yang mulai kehabisan napas. Pada akhirnya mulai tidak dapat tertolong lagi. Dia pun langsung jatuh tergeletak di atas lantai. Hal yang sama dengan apa yang di alami oleh Fajar. Di mana ada kucuran darah yang muncul di mulut seorang Tiwi.

__ADS_1


__ADS_2