Jimat Warisan

Jimat Warisan
Penawaran Diri Seorang Baim


__ADS_3

Ketika Tini dan Lutfhi di buat pusing akan mandor yang tak kunjung mereka dapatkan. Tanpa di duga, Baim yang merupakan kakak ipar dari Tini. Justru menawarkan diri untuk menjadi mandor di proyek perumahan yang akan di buat oleh Lutfhi. Baim merasa dirinya layak untuk menjadi seorang mandor dalam proyek yang akan di bangun oleh Lutfhi tersebut.


Baim dengan wajah penuh percaya diri, datang ke rumah Lutfhi dengan pakaian yang begitu rapi. Kumis lebatnya juga terlihat begitu mengkilap dengan warna hitam yang begitu pekat. Baim benar-benar percaya diri untuk bisa menjadi mandor di proyek itu. Dia merasa memiliki pengalaman yang cukup banyak menjadi seorang mandor. Itu yang membuat Baim bisa begitu percaya diri dengan dirinya tersebut.


Kedatangan Baim kurang mendapat perhatian lebih dari Lutfhi. Keduanya pernah berseteru semasa Lutfhi menjadi pengurus tambak ikan Agung. Baim yang saat itu memancing tanpa izin, sempat di tegur dengan keras oleh Lutfhi. Namun Baim tak terima dengan teguran dari seorang Lutfhi tersebut, hingga keduanya pun langsung bertengkar hebat.


Lutfhi masih cukup menyimpan dendam pada seorang Baim. Apalagi Baik pernah memukuli bagian vital seorang Lutfhi. Hingga Lutfhi harus di larikan ke rumah sakit saat itu. Ini yang membuat Lutfhi begitu dendam pada seorang Baim. Dia merasa apa yang di lakukan oleh Baim adalah tindakan yang sulit Lutfhi maafkan.


Baim sendiri sudah melupakan kejadian yang terjadi antara dirinya dengan Lutfhi. Baim merasa apa yang di lakukan oleh dirinya adalah bentuk refleks semata. Tidak ada unsur kesengajaan yang di lakukan oleh Baim. Sehingga dia berharap Lutfhi bisa memaafkan seorang Baim yang saat itu sedang khilaf.


Lutfhi terus memandangi Baim yang tampil dengan pakaian yang begitu rapi. Dia cukup heran dengan kedatangan Baim ke rumahnya tersebut. Sementara Baim dengan penuh percaya diri, menyapa Lutfhi yang merasa heran dengan kehadiran seorang Baim di rumahnya.


"Mau apa kamu datang ke rumah saya?" tanya Lutfhi dengan wajah sinisnya.


"Saya ada perlu sama kamu Lut, mungkin kamu bisa mengizinkan saya masuk ke dalam rumah kamu." jawab Baim dengan begitu manisnya.

__ADS_1


Lutfhi belum menjawab permintaan dari seorang Baim. Tapi Tini keburu datang menghampiri Lutfhi dan Baim yang sedang mengobrol di depan pintu rumah. Tini dengan wajah marah, melarang kakak iparnya tersebut untuk masuk ke dalam rumahnya. Dia beralasan, kakak iparnya tersebut adalah orang jahat. Sehingga rumahnya tidak pantas di masuki oleh orang jahat seperti Baim.


Baim begitu memohon pada Tini, dia meminta untuk masuk ke dalam rumah Tini. Sebab Baim ingin mengutarakan keinginannya untuk menjadi seorang mandor di proyek perumahan seorang Lutfhi. Dia sampai bersujud di kedua kaki Tini untuk meminta masuk ke dalam rumah Tini tersebut.


Tini yang merasa jijik dengan apa yang di lakukan oleh Baim. Langsung menendang Baik dengan begitu kuatnya. Dia terlihat begitu marah pada seorang Baim, dia tetap tidak bisa menerima Baim untuk masuk ke dalam rumahnya tersebut.


Melihat Baim yang terus memohon dengan sangat, akhirnya Lutfhi mulai merasa iba dengan apa yang di lakukan oleh Baim. Dia pun akhirnya meminta Tini untuk memberikan izin Baim masuk ke dalam rumahnya. Apalagi Baim begitu berharap Tini dan Lutfhi bisa mengizinkan dirinya masuk ke dalam rumah.


Akhirnya Tini pun melunak, dia pun mengizinkan kakak iparnya tersebut masuk ke dalam rumah. Namun Tini berpesan pada kakak iparnya tersebut, dia meminta kakak iparnya itu untuk tidak melakukan tindakan yang bisa merusak benda-benda yang ada di rumah Tini. Itu pesan yang coba Tini sampaikan pada Baim.


Tanpa menawarkan makanan dan minuman pada seorang Baim. Tini meminta Baim untuk mengutarakan apa yang sebenarnya ingin dia utarakan. Sebab Tini dan Lutfhi tidak memiliki banyak waktu untuk bisa berlama-lama melihat Baim ada di dalam rumahnya. Tini mengatakan Baim itu seperti bangkai yang semakin lama, semakin terlihat tercium aroma tidak sedapnya. Tini pun berharap Baim untuk segera mengatakan maksudnya tersebut.


"Kamu mau minjam uang, atau apa?" tanya Tini dengan wajah kesalnya.


"Bukan Tin, tapi kakak mau mengajukan diri." jawab Baim.

__ADS_1


"Mengajukan diri untuk apa?" tanya Lutfhi heran.


"Mengajukan diri untuk jadi mandor proyek perumahan kalian." jawab Baim dengan senyuman.


Tini dan Lutfhi saling menatap satu sama lain. Keduanya heran, ketika tidak ada orang yang mau untuk menjadi mandor. Baim justru malah menawarkan diri untuk menjadi mandor proyek. Ini benar-benar di luar dugaan seorang Tini. Hingga Lutfhi dan Tini pun begitu bingung dengan sosok Baim yang memang terlihat aneh tersebut. Apalagi banyak orang yang menduga jika Lutfhi dan Tini adalah keluarga yang melakukan pesugihan. Sehingga banyak orang yang menolak untuk bekerja dengan mereka berdua.


Tini kembali melirik seorang Baim. Dia memperhatikan wajah Baim, mungkin Tini bisa melihat keseriusan dari seorang Baim. Apakah dia memang benar-benar serius untuk bekerja dengan dirinya, atau Baim hanya bercanda saja. Tini mulai memperhatikan Baim dengan sangat.


"Apa kamu serius ingin bekerja dengan kami, apa kamu tidak takut dengan sesuatu hal yang akan mengancam kamu?" tanya Tini kembali.


"Tidak, Kakak tidak takut Tin. Justru Kakak senang bisa bekerja sama dengan kalian berdua." jawab Baim dengan antusias.


Lutfhi tersenyum melihat keseriusan dari seorang Baim. Mungkin Baim bisa menjadi mandor di perumahan yang akan di bangun oleh Lutfhi. Dia mungkin bisa menjadi orang yang akan membuat perumahan itu menjadi lebih baik lagi. Itu yang di harapkan oleh seorang Lutfhi pada Baim. Apalagi Baim pernah bekerja sebagai mandor juga. Walaupun Baim pernah tersandung kasus korupsi di proyek sebelumnya. Mungkin pengalaman Baim yang berharga itu akan di manfaatkan oleh seorang Lutfhi untuk dapat sebuah keuntungan bagi dirinya dan proyek perumahan yang akan di buat oleh dirinya tersebut.


Lutfhi pun menerima tawaran dari seorang Baim. Tini yang awalnya ragu dengan Baim, pada akhirnya menerima juga apa yang di tawarkan oleh Baim. Keduanya pun setuju, jika Baim akan menjadi mandor di proyek perumahan yang akan mereka bangun tersebut.

__ADS_1


Baim sendiri terlihat begitu bahagia dengan apa yang di ucapkan oleh Lutfhi. Dia siap menjaga kepercayaan dari Lutfhi dan Tini untuk sebuah pekerjaan yang lebih baik lagi. Itu yang di janjikan oleh Baim pada Lutfhi dan Tini.


__ADS_2