
Belum basah kuburan dari seorang Adi, Lutfhi dan Tini sudah mendapatkan buah hasil dari kerja keras mereka dalam menjadikan Adi sebagai tumbal mereka. Seorang investor dengan dana yang besar, siap berkolaborasi dengan Lutfhi untuk membangun sebuah perumahan elit yang tak jauh dari pusat perbelanjaan.
Perkenalkan, investor itu bernama Adam. Seorang pria berusia 47 tahun itu di kenal sebagai salah satu investor yang kerap menanamkan modalnya di perusahaan properti. Adam sendiri tertarik pada tanah yang tak jauh dari pusat perbelanjaan yang ada. Sehingga Adam ingin menanamkan modal pada seorang Lutfhi yang berniat membangun sebuah perumahan besar di lahannya tersebut.
__ADS_1
Adam pun mempercayai Lutfhi untuk turun langsung dalam mengawal semua perlengkapan yang di butuhkan untuk proses pembangunan perumahan tersebut. Hingga Lutfhi begitu senang dengan kepercayaan dari seorang Adam pada dirinya. Lutfhi pun siap membalas kepercayaan dari seorang Adam dengan kinerja yang terbaik.
Kepercayaan dari Adam itu tak lepas dari apa yang di lakukan oleh Genderuwo milik Lutfhi. Genderuwo itu menjadi pembuka jalan bagi seorang Lutfhi untuk membuka mata hati Adam untuk percaya sepenuhnya pada Lutfhi. Padahal Lutfhi bukan seorang pebisnis handal yang telah lalu lalang dalam bisnis properti. Tapi Adam begitu percaya Lutfhi bisa melakukan hal tersebut. Hingga Lutfhi pun siap membuat Adam terkesima dengan kinerja yang akan di tunjukkan oleh dirinya.
__ADS_1
Lutfhi pun merasa bahagia dengan kehadiran Adam sebagai investor yang akan membantu dirinya. Dengan keberadaan Adam sebagai investor seorang Lutfhi. Tentu Lutfhi tidak harus bersusah payah dalam mencari dana untuk membangun perumahan yang ingin dia bangun. Adam juga memfasilitasi Lutfhi dalam memilih kontraktor dan seorang arsitek dalam proyek pembangunan perumahan tersebut. Lutfhi semakin di buat nyaman dengan kebaikan yang di tunjukkan oleh Adam tersebut.
Akhirnya Lutfhi pun harus mencari ke kampung sebelah untuk membersihkan lahan miliknya tersebut. Tak terlalu sulit bagi Lutfhi untuk dapat menemukan orang yang akan bekerja dengan dirinya. Tak seperti warga di kampungnya yang telah mengetahui Lutfhi melakukan pesugihan. Warga di kampung sebelah, tetap antusias dengan tawaran pekerjaan dari seorang Lutfhi. Mereka mengaku begitu bahagia dengan apa yang Lutfhi tawarkan. Sehingga Lutfhi pun tidak harus kesulitan untuk mencari pekerja di kampung sebelah.
__ADS_1
Lutfhi kesal dengan warga kampung yang begitu takut pada Lutfhi. Mereka sudah tahu akan Lutfhi yang melakukan pesugihan, sehingga mengorbankan satu persatu anggota keluarga Tini sebagai tumbal. Di tambah dengan gosip yang sengaja di sebarluaskan oleh seorang Firman. Gosip itu semakin membuat semua orang percaya akan Lutfhi yang memang melakukan pesugihan pada sosok Genderuwo.
Lutfhi dan Tini tidak mengambil pusing dengan apa yang terjadi. Mereka terlihat biasa saja dengan apa yang ada di pikiran warga. Selama tidak di lihat langsung oleh warga, mereka tetap santai menyikapi apa yang ada. Tidak harus terlalu di ambil pusing oleh Lutfhi dan Tini. Keduanya tetap menikmati semua yang ada.
__ADS_1