Jimat Warisan

Jimat Warisan
Lukas Mengajak Sandi Membeli Seragam Sekolah


__ADS_3

Sandi menatap ke arah lemari bajunya. Mungkin dia masih memiliki seragam sekolah yang cukup untuk bisa dia gunakan kembali. Dia pun bergegas menuju ke arah lemari. Sebelum membuka lemari bajunya itu dengan sangat lebar.


Sandi mengeluarkan satu persatu baju yang ada di lemarinya. Sampai akhirnya Sandi menemukan seragam sekolah yang di cari oleh dirinya. Sandi begitu bahagia saat bisa menemukan seragam sekolah miliknya tersebut. Hingga Sandi pun langsung menjajal seragam sekolah miliknya tersebut.


Sandi mengenakan seragam sekolah itu. Namun saat Sandi kenakan di tubuhnya. Seragam sekolah itu terlihat sudah tidak layak pakai. Ada beberapa bagian dari seragam sekolah itu yang terlihat sudah robek. Entah apa yang membuat seragam sekolah itu robek. Namun seragam sekolah itu cukup tidak layak.


Sandi yang sudah semangat untuk kembali ke sekolah. Sedikit terkendala dengan seragam sekolah yang kurang baik itu. Semangat dari seorang Sandi seketika menurun dengan apa yang ada. Sandi terlihat begitu bersedih melihat seragam sekolahnya yang kurang layak pakai.

__ADS_1


Lukas yang mengintip secara diam-diam dari kamar Sandi, melihat bagaimana Sandi begitu terpukul dengan seragam sekolahnya yang kurang bagus. Sandi Lukas pun merasakan kesedihan yang di rasakan oleh seorang Sandi. Hingga Lukas langsung memberikan semangat pada seorang Sandi dalam menyikapi seragam sekolahnya yang sudah tidak layak pakai tersebut.


"Kamu tidak harus khawatir San. Kita bisa beli seragam sekolah yang baru." ujar Lukas mengejutkan seorang Sandi.


"Tidak Usah Kak. Sandi pakai yang ini saja. Sandi tidak ingin pakai uang ayah." balas Sandi dengan wajah murung.


"Kakak tidak berbohong?"

__ADS_1


Lukas langsung menggelengkan kepalanya. Dia mengatakan sekali lagi, jika uang untuk membeli seragam dari seorang Sandi adalah uang pribadi dari Lukas. Sehingga Sandi tidak harus takut untuk menggunakan uang ayahnya yang merupakan hasil dari pesugihan. Sandi tidak harus takut akan hal tersebut. Uang untuk membeli seragam itu adalah uang Lukas yang di berikan oleh haji Sholeh. Jadi yang itu adalah uang yang halal.


Tentu Sandi semangat untuk berangkat ke pasar bersama dengan Lukas. Ini akan menjadi sebuah hari yang cukup membahagiakan bagi seorang Sandi. Pasalnya dia dan Lukas akan pergi ke pasar untuk membeli seragam sekolah. Mengingat seragam sekolah dari seorang Sandi selama ini sudah cukup rusak oleh serangga.


Sandi kembali melepaskan seragam yang di kenakan oleh dirinya. Dia mengganti seragamnya itu dengan pakaian baru yang cukup bagus. Tentu tidak etis bagi seorang Sandi untuk datang ke pasar dengan pakaian yang tidak baik. Mungkin orang-orang akan melihat Sandi dengan sebelah mata dengan pakaian dari Sandi yang kumuh. Sehingga Sandi harus segera mengganti pakaiannya agar bisa jauh lebih baik lagi.


Lukas juga pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Mungkin beberapa saat lagi mereka berdua akan segera mendatangi pasar untuk membeli seragam baru yang di butuhkan oleh seorang Sandi. Ini harus di lakukan oleh seorang Lukas agar Sandi bisa sekolah dengan semangat baru. Dia bisa melupakan semua masalah yang datang pada dirinya.

__ADS_1


Lukas harus terus menyemangati seorang Sandi agar mau bersekolah. Sebab dengan bersekolah, masa depan Sandi pun akan tetap terjaga. Dia tidak akan kehilangan masa depan yang selama ini dia harapkan. Semuanya akan baik-baik saja untuk Sandi dengan bersekolah.


__ADS_2