
Tak hanya Nur saja yang menjadi calon guru di sekolah Lukas. Ada juga nama Rosmitha yang hendak Lukas jadikan sebagai salah satu guru di sekolahnya tersebut. Mungkin tak sehebat Nur dalam memiliki kemampuan di bidang agama. Namun Rosmitha juga bisa mengembangkan anak-anak di bidang lainnya. Hingga akan ada kombinasi yang tepat antara agama dengan ilmu lainnya.
Perjalanan menuju rumah Rosmitha tidak sebaik menuju rumah Nur. Lukas harus berhadapan dengan beberapa orang yang mengajaknya mengobral. Itu sedikit mengganggu waktu Lukas untuk bertemu dengan Rosmitha.
Adzan ashar berkumandang dengan begitu merdunya. Hingga Lukas harus menghentikan langkahnya menuju rumah Rosmitha. Dia mencari mushola terdekat, sehingga dia akan menjalani shalat ashar berjamaah terlebih dahulu.
__ADS_1
Lukas menjalankan shalat ashar berjamaah terlebih dahulu di salah satu masjid yang jaraknya sebenarnya tidak jauh dari rumah Rosmitha. Di samping masjid terdapat sebuah warung, sehingga aktivitas shalat pun bertabrakan dengan aktivitas orang-orang yang belanja di warung. Namun semua orang yang shalat di masjid itu tetap shalat dengan begitu khusyuk. Tidak ada rasa terganggu dengan apa yang di lakukan oleh orang-orang di warung tersebut. Mereka menjalankan ibadah shalat ashar dengan begitu baiknya.
Begitu selesai menjalankan ibadah shalat ashar, Lukas kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah Rosmitha. Namun di perjalanan itu, Lukas kembali bertemu dengan beberapa orang. Padahal jaraknya menuju rumah Rosmitha sudah hampir dekat. Namun Lukas tetap menerima ajakan ngobrol yang di lakukan oleh orang-orang yang mengenalinya tersebut. Itu adalah bagian dari cara Lukas untuk semakin mengenal penduduk kampung yang semakin hari, semakin bertambah banyak tersebut.
Akhirnya Lukas pun bisa segera menuju ke rumah Rosmitha. Sama seperti Nur yang di minta untuk menjadi guru di sekolah miliknya. Lukas berharap Rosmitha akan menerima tawaran yang di berikan oleh dirinya.
__ADS_1
Lukas di ajak masuk ke dalam rumah, tapi Lukas merasa kurang nyaman. Sehingga Lukas pun meminta pada Rosmitha untuk duduk di kursi luar saja. Itu jauh lebih baik, daripada harus duduk di kursi dalam. Tentu akan ada fitnah yang sewaktu-waktu akan menyerang keduanya.
Lukas dan Rosmitha pun akhirnya mengobrol di depan teras rumah pak RT. Apalagi Lukas tidak memiliki waktu yang lama untuk mengobrol dengan Rosmitha. Dia hanya ingin menawarkan Rosmitha untuk bekerja sebagai guru di sekolah yang baru saja di bangun oleh Lukas tersebut.
Rosmitha tentu saja menerima tawaran dari Lukas tersebut. Baginya ini adalah tawaran yang cukup menyegarkan. Sebab Rosmitha bisa semakin dekat dengan Lukas, mengingat Lukas yang akan menjadi kepala sekolah nantinya. Rosmitha pun tak sabar untuk segera mengajar di sekolah tersebut.
__ADS_1
Lukas senang dengan kabar yang di terima oleh dirinya. Dia merasa berterima kasih pada Rosmitha yang mau menerima tawaran yang di berikan oleh Lukas pada dirinya. Padahal gaji yang di tawarkan oleh Lukas tidak begitu besar. Namun Rosmitha menerima dengan baik tawaran yang di berikan oleh Lukas tersebut.