Jimat Warisan

Jimat Warisan
Perawat Mengubungi Lukas


__ADS_3

Kerinduan seorang Firman, tentu harus di balas dengan sebuah kedatangan dari kedua anaknya. Mungkin itu akan jadi kado terindah bagi seorang Firman saat melihat kedua anaknya datang menjenguk dirinya di rumah sakit.


Salah seorang perawat bernama Irawan pun langsung menghubungi Lukas untuk menyampaikan sebuah kerinduan dari seorang Firman pada kedua anaknya. Mungkin dengan itu, Lukas bisa membawa dua anak Firman menuju rumah sakit jiwa.


Melalui sambungan telepon dari rumah sakit jiwa. Irawan pun langsung menghubungi seorang Lukas. Dia berharap Lukas bisa membantu Firman untuk bertemu dengan dua anaknya tersebut. Mengingat Firman itu begitu merindukan sosok seorang kedua anaknya tersebut. Hingga Lukas di harapkan bisa membantu seorang Firman dalam bertemu dengan sosok kedua anaknya.


Sambungan telepon itu langsung terhubung. Irawan terlihat begitu senang saat sambungan telepon itu langsung terhubung dengan seorang Lukas. Irawan pun langsung mengobrol banyak hal dengan seorang Lukas. Ini menjadi berkah tersendiri bagi seorang Irawan, sebab dia bisa langsung terhubung dengan Lukas untuk bisa mengabarkan rindu seorang Firman pada kedua anaknya.

__ADS_1


"Hallo Pak Lukas."


"Iya, dengan saya sendiri."


"Saya Irawan, salah satu perawat di rumah sakit jiwa Harapan Diri. Saya ingin mengatakan sesuatu pada Pak Lukas."


"Jadi, Pak Firman tadi terlihat begitu rindu pada kedua anaknya. Sampai-sampai dia mencoba menyekap salah satu anak yang sedang mengunjungi kerabatnya. Dia juga mengatakan jika dirinya begitu rindu akan kedua anaknya tersebut. Hingga Pak Firman butuh bertemu dengan kedua anaknya. Mungkin kedua anaknya bisa jadi obat yang ampuh untuk Pak Firman sembuh dari apa yang sedang di hadapinya hari ini."

__ADS_1


"Baik Pak. Nanti saya akan membawa dua anak Paman saya menuju rumah sakit. Mudah-mudahan saja mereka akan menjadi obat bagi Paman saya."


Lukas senang bukan kepayang. Dia benar-benar tidak menduga Firman akan kembali mengingat kedua anaknya. Mungkin benar apa yang di katakan oleh perawat itu. Ini akan jadi awal yang baik bagi seorang Firman untuk segera sembuh dari penyakit yang di deritanya saat ini. Mungkin penyakit ini akan menjadi penyakit yang sulit di sembuhkan. Tapi tidak saat adanya dua anak Firman yang akan menolong Firman dalam mengingat kembali kenangan yang mungkin sempat hilang dalam pikirannya.


Lukas pun siap mengabarkan berita baik ini pada Sandra dan Sandi. Mungkin kedua anak Firman itu juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan ayah mereka. Apalagi keduanya sudah lama tidak mengobrol dengan ayahnya itu. Akan sangat menyenangkan bagi Sandra dan Sandi untuk bisa bertemu kembali dengan seorang Firman.


Namun apakah Sandra dan Sandi akan semudah itu bertemu dengan seorang Firman. Sandra mungkin saja bersedia untuk bertemu kembali dengan seorang Firman. Tapi tidak dengan Sandi yang sangat membenci seorang Firman yang di anggap sebagai seorang ayah yang gagal. Sandi begitu membenci Firman, apalagi saat dia tahu Firman melakukan pesugihan. Ini benar-benar di luar dugaan seorang Sandi. Dia tak menyangka Firman akan melakukan hal yang keji tersebut. Dia melakukan itu secara sadar, menghancurkan mental Sandi ketika terbongkar. Hingga Sandi pun harus jadi bulan-bulanan temannya. Dia di olok-olok oleh teman sekolahnya. Bahkan dia sempat di jauhi oleh beberapa temannya, akibat ulah seorang Firman yang bersekutu dengan kuntilanak.

__ADS_1


Namun Sandi sudah berubah. Mungkin saja dia juga sudah tidak lagi membenci seorang Firman. Ini yang di harapkan oleh seorang Lukas. Tidak ada lagi rasa amarah dari seorang Sandi pada Firman. Hingga Sandi bersedia untuk bertemu dengan Firman di rumah sakit jiwa.


__ADS_2