Jimat Warisan

Jimat Warisan
Amukan Seorang Tini


__ADS_3

Tini duduk di sofanya sambil melipat tangan di atas perut. Dia masih kesal pada sosok ibu Tika yang menyebut keluarganya dengan sebutan keluarga setan. Itu adalah penghinaan yang bisa juga membuat Fajar terkena mental. Mengingat apa yang di katakan oleh ibu Tika adalah penghinaan. Tini ingin membalas perbuatan dari ibu Tika tersebut. Namun dia masih belum mendapatkan izin dari Lutfhi.


Tini sengaja memasang wajah cemberut. Dia berharap Lutfhi akan merasa bersalah akan dirinya yang tak mengizinkan Tini untuk pergi melabrak ibu Tika yang jelas-jelas menghina dirinya. Tini sudah tidak sabar untuk melabrak ibu Tika tersebut dengan perkataan yang tak kalah pedas darinya.


Melihat Tini yang tak menampakkan wajah yang ceria pada dirinya. Akhirnya Lutfhi mengizinkan Tini untuk melabrak ibu Tika. Lutfhi tidak ingin Tini terus terlihat marah pada dirinya sepanjang waktu. Sebab itu akan membuat keharmonisan dalam rumah tangga mereka akan sedikit goyah. Itu yang ingin di hindari oleh Lutfhi dengan amukan yang ada pada Tini tersebut.

__ADS_1


Tini senang bukan main saat mendapat kabar itu. Bagi dirinya ini adalah kabar yang menyegarkan. Sehingga Tini bisa langsung melabrak ibu Tika yang telah menghina keluarganya tersebut. Tini pun langsung bergegas untuk datang ke rumah ibu Tika tersebut.


Tini berjalan dengan begitu cepat serta mimik wajah yang terlihat marah besar. Tidak ada satu pun tetangga yang di sahuti oleh dirinya. Padahal mereka semua menegur Tini dengan begitu manisnya, tapi Tini lebih memilih untuk tidak menegur balik mereka. Tini tidak ingin mereka semakin mengganggu suasa hatinya yang saat ini begitu panas. Tini ingin meluapkan kemarahannya pada ibu Tika.


Sampai di depan rumah ibu Tika, Tini langsung menggedor gerbang rumah ibu Tika dengan begitu kerasnya. Tini juga terus mengumpat ibu Tika dengan perkataan yang cukup kasar. Ucapan dari Tini yang begitu keras, terdengar juga oleh ibu Tika yang saat itu sedang bermain handphone di kamarnya.

__ADS_1


Tini yang di larang, justru malah semakin brutal. Dia masuk ke halaman rumah ibu Tika. Lalu dengan tindakan yang semakin anarkis lagi, Tini menjatuhkan semua pot bunga yang ada di halaman ibu Tika. Tini tidak peduli dengan harga pot bunga yang dia jatuhkan. Terpenting Tini bisa melampiaskan kemarahannya pada ibu Tika.


Ibu Tika tidak tinggal diam dengan apa yang di lakukan oleh Tini di halaman rumahnya. Tindakan yang lebih agresif di lakukan oleh ibu Tika dalam menghentikan aksi dari Tini. Dia menarik Tini untuk keluar dari halaman rumahnya.


Namun tenaga Tini yang jauh lebih besar dari ibu Tika. Tidak dapat di hentikan oleh ibu Tika. Tini pun semakin brutal dalam menghancurkan halaman rumah ibu Tika. Hingga Tini berhasil memporak-porandakan halaman rumah ibu Tika dengan sebuah tindakan yang cukup tegas.

__ADS_1


Selesai menghancurkan halaman rumah ibu Tika, Tini meminta pada ibu Tika untuk lebih berhati-hati lagi dalam berucap. Sebab apa yang di katakan oleh ibu Tika adalah sebuah perkataan yang penuh dengan kebohongan. Jadi ibu Tika harus bisa lebih bijak dalam mengucapkan sesuatu. Jika tidak, bukan tidak mungkin ibu Tika akan jauh lebih mendapatkan tindakan yang keras Dati Tini. Itu satu peringatan yang Tini ingatkan pada ibu Tika. Mengingat apa yang di lakukan oleh ibu Tika adalah tindakan yang sangat jahat. Tidak ada satu pun yang ingin Keluarganya di hina seperti itu. Begitu juga dengan Tini yang tidak terima keluarga di sebut sebagai keluarga setan oleh ibu Tika.


Melihat amukan dari seorang Tini yang begitu membabi buta. Ibu Tika sedikit ketakutan dengan tindakan yang di lakukan oleh Tini. Dia langsung bersujud di hadapan T


__ADS_2