
Izin sudah di dapat Lukas dari pak RT, sehingga Lukas bisa bebas menarik sumbangan dari setiap warga yang rela menyisihkan uang mereka pada sekolah yang akan di bangun oleh Lukas. Dengan sebuah wadah yang terbuat dari kardus. Lukas sudah siap berkeliling kampung untuk meminta sumbangan pada setiap warga.
Baru beberapa langkah keluar dari halaman rumahnya. Lukas langsung di kejutkan dengan kedatangan dari salah satu bidadari yang ada di kampungnya. Rosmitha, salah satu bidadari yang tertarik pada Lukas itu datang ke rumah Lukas. Kedatangan dari Rosmitha bukan tanpa tujuan, di datang untuk membantu Lukas dalam menarik sumbangan yang akan di berikan oleh setiap warga.
Lukas sempat salah tingkah, saat Darwis mulai menggodanya. Lukas yang belum pernah merasakan memiliki seorang pasangan, tidak bisa menyembunyikan perasaan malu-malu kucing dari dirinya saat Darwis mencoba menggoda Lukas. Hingga wajah Lukas mulai memerah saat di goda oleh seorang Darwis.
"Kapan nih mau di halalin, Bapak siap jual tanah Bapak yang ada di kampung sebelah itu." ucap Darwis.
"Ibu juga sudah tidak sabar buat gendong cucu." balas Ima.
Lukas hanya tersipu malu dengan ucapan dari kedua orangtuanya itu. Dia tak bisa menyembunyikan rasa malunya tersebut. Hingga Lukas harus bisa segera mengajak Rosmitha untuk pergi dari depan rumah. Jika tidak pergi, bukan tidak mungkin akan banyak ledekan yang akan di ucapkan oleh kedua orangtuanya. Ledekan yang akan membuat seorang Lukas semakin tersipu malu.
Lukas dan Rosmitha pun akhirnya berpamitan pada Darwis dan Ima. Keduanya mulai menarik sumbangan dari setiap warga yang beragam. Sumbangan yang akan Lukas gunakan untuk membeli bahan makanan yang akan di sajikan pada setiap pegawai yang bekerja di proyek bangunan sekolah milik Lukas.
Rosmitha begitu bersemangat untuk menarik setiap iuran yang akan di berikan oleh para warga pada Lukas. Iuran yang akan membuat Lukas tidak harus pusing lagi mencari tambahan dana untuk pembangunan sekolah tersebut.
__ADS_1
Awalnya Lukas dan Rosmitha berjalan secara berdampingan. Tapi banyaknya warga yang kurang nyaman dengan Lukas dan Rosmitha, akhirnya Lukas pun minta Rosmitha untuk berpencar dengan dirinya. Sehingga tidak akan timbul fitnah antara Lukas dan Rosmitha.
Untungnya Rosmitha mau mengerti dengan semuanya. Sehingga dia menerima permintaan dari Lukas untuk tidak berjalan bersama dengan Lukas. Rosmitha berjalan secara berbalik arah dengan Lukas. Sehingga keduanya tidak akan bertemu di satu titik yang sama.
Rosmitha berjalan ke arah utara, di mana di utara kampung banyak di tinggali oleh para pendatang yang memiliki kekayaan yang melimpah. Sementara Lukas berjalan ke arah selatan yang di huni oleh penduduk pribumi. Keduanya terlihat begitu bersemangat untuk menagih iuran pada setiap warga.
Rosmitha pun menjadi pusat perhatian para pemuda di kampungnya. Sehingga Rosmitha kadang di goda oleh para pria itu dengan godaan yang sedikit kurang sopan. Rosmitha pun terlihat tidak nyaman dengan apa yang di lakukan oleh para pemuda itu terhadap dirinya. Hingga Rosmitha meminta para pemuda itu lebih sopan lagi pada Rosmitha.. Sehingga Rosmitha akan lebih nyaman lagi untuk berjalan di daerah tersebut.
Tak berbeda dengan Rosmitha, Lukas juga mendapat godaan dari para ibu-ibu. Mereka yang terpukau dengan ketampanan Lukas. Berusaha menggoda Lukas dengan beragam cara. Sehingga Lukas sempat tidak nyaman dengan godaan yang di lakukan oleh Lukas.
Tapi godaan terbesar bagi seorang Lukas tentu datang dari Lutfhi. Bukan menggoda Lukas, Lutfhi justru berusaha menjatuhkan mental Lukas. Sehingga Lukas tida akan memiliki semangat lagi untuk membangun proyek sekolah yang di canangkan oleh Lukas.
Gagal mematahkan semangat seorang Lukas, Lutfhi justru melakukan tindakan lainnya. Dia sengaja menuduh Lukas menilap uang sumbangan. Seharusnya dengan dana yang Firman berikan, itu sudah cukup untuk membangun tersebut. sehingga Lukas tidak harus lagi meminta iuran dari warga.
Ucapan dari Lutfhi itu langsung di balas oleh Lukas dengan penjelasan yang sederhana. Penjelasan yang akhirnya membuat Lutfhi terdiam seribu bahasa. Dia tidak bisa berkata-kata lagi dengan apa yang di sampaikan oleh Lukas. Lutfhi pun hanya terdiam saat Lukas menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Sial, Lukas kembali membuat Lutfhi malu berat. Dia pun hanya terdiam saat Lukas menjelaskan semuanya pada setiap warga. Lutfhi hanya bisa terdiam dengan apa yang Lukas sampaikan pada dirinya. Dia tidak bisa membalas lagi ucapan dari Lukas.
Lutfhi pun mendapat sorakan dari para warga. Mereka mengira Lutfhi tak jauh beda dari seorang Tini. Keduanya suka memfitnah seseorang. Sehingga mereka pun mendapat julukan couple fitnah. Di mana mereka berdua adalah pasangan yang sama-sama suka memfitnah orang lain. Hingga keduanya cocok untuk menjadi pasangan yang setia.
Lukas melanjutkan perjalanan dari dirinya untuk meminta sumbangan pada warga lainnya. Dia bertemu dengan banyak warga yang menyumbang uang pada Lukas. Hingga Lukas pun begitu bahagia dengan apa yang mereka berikan. Sebab sekecil apapun sumbangan yang di berikan oleh setiap warga, itu sudah sangat berarti bagi seorang Lukas. Bagi pembangunan sekolah yang akan di gagas oleh Lukas.
Di perjalanan menuju tempat pembangunan sekolah. Lukas bertemu dengan Nur yang baru saja pulang dari warung. Wajah Nur begitu berseri saat bertemu dengan Lukas. Dia terlihat begitu bahagia dengan pertemuan dengan Lukas tersebut.
"Kamu habis dari mana Nur?" tanya Lukas dengan sebuah senyum kecil.
"Aku habis dari warung, kamu sendiri habis dari mana?" jawab Nur.
"Aku habis minta sumbangan warga. Mungkin sumbangan ini akan aku gunakan untuk biaya makan dan cemilan para pekerja di sana." ucap Lukas tetap dengan sikap manisnya.
Dari kejauhan, Rosmitha melihat dengan begitu jelas bagaimana Lukas yang mengobrol dengan begitu dekatnya dengan Nur. Sontak Rosmitha merasa begitu cemburu dengan apa yang dia lihat. Apalagi Lukas dan Nur terlihat begitu akrab.
__ADS_1
Rosmitha datang menghampiri Lukas, dia menarik tangan Lukas. Membawa Lukas menjauh dari Nur. Lukas sempat heran dengan sikap yang di tunjukkan oleh Rosmitha. Begitu juga dengan seorang Nur yang tidak mengerti dengan sikap aneh yang di tunjukkan oleh Rosmitha tersebut. Apakah Rosmitha tidak senang dengan obrolan yang di lakukan oleh Lukas dengan Rosmitha? Tapi apa hak Rosmitha melarang Lukas untuk mengobrol dengan Nur!
Nur tidak mengerti dengan sikap dari Rosmitha tersebut. Dia tidak peduli juga dengan apa yang di lakukan oleh Rosmitha. Mungkin benar, Rosmitha cemburu pada Nur. Sehingga dia bersikap jutek terhadap Nur dan Lukas.