
Obat bius yang di suntikan pada seorang Baim, lambat laun membuat dirinya pingsan. Baim pun mulai tak sadarkan diri dalam beberapa jam.
Melihat Baim yang masih tak sadarkan diri, beberapa anggota keluarga Baim memilih untuk menunggu Baim di luar ruang perawatan. Mereka tak ingin terlalu menganggu Baim yang dalam keadaan pingsan.
Di tengah pingsan yang di alami oleh Baim, dia mulai bermimpi akan satu hal yang cukup mengerikan. Mimpi Baim akan sebuah tragedi yang besar dalam hidupnya. Ada sosok yang terus membuat Baim ketakutan hebat. Sosok Genderuwo yang mencoba membunuh Baim dengan sebuah taring besarnya. Genderuwo itu terus mengejar Baim, hingga Baim lari dengan penuh rasa takut.
"Aku mohon jangan. Jangan pernah ganggu aku!" ujar Baim dengan penuh rasa takut.
Ucapan dari seorang Baim itu tak di dengar oleh Genderuwo seram itu. Baim terus di kejar oleh Genderuwo itu. Hingga Baim akhirnya tersungkur jatuh dengan beberapa luka di bagian kakinya.
__ADS_1
Baim terus menghadang serangan Genderuwo. Setiap benda yang dia temui, langsung Baim lempar menuju Genderuwo seram tersebut. Hingga akhirnya Baim pun benar-benar bisa kembali berlari untuk menjauhi Genderuwo seram tersebut.
Lari Baim sudah tidak sekencang di awal, dia tidak mampu lari dengan kecepatan yang maksimal. Hingga Baim harus bisa memaksimalkan apa yang ada dengan serangan yang di lakukan oleh Genderuwo itu.
Pada akhirnya Baik kembali terjatuh, dia sudah tidak bisa melakukan apapun lagi. Ini adalah kesempatan yang baik untuk Genderuwo itu dalam menyerang Baim. Akhirnya satu serangan di leher Baim, langsung membuat Baim tak berdaya. Dia pun akhirnya tewas di tangan Genderuwo milik Lutfhi tersebut.
Namun semua yang di alami oleh Baim adalah mimpi belaka. Dia tidak sedang di serang oleh Genderuwo itu di dunia nyata. Baim mendapatkan sebuah serangan di dalam mimpi. Begitu Baim bangun dari mimpi itu, dia langsung terkejut dengan berteriak sekencang mungkin. Hingga langsung menciptakan kepanikan bagi keluarganya.
Baim dengan napas yang terbata-bata, mulai menceritakan mimpi buruk yang di alami oleh dirinya. Baim benar-benar ketakutan dengan mimpi seram itu. Hingga Baim merasa mimpi itu adalah mimpi terburuk dalam hidupnya.
__ADS_1
"Aku hampir mati di serang Genderuwo. Tubuhnya begitu besar, dia juga menyebarkan aroma bau amis. Rasanya aku tidak kuat mencium aroma bau yang keluar dari tubuhnya." ujar Baim.
"Alhamdulillah itu hanya mimpi sayang. Ibu harap itu tidak terjadi di dunia nyata. Semoga saja." balas ibu Baim.
"Mimpi juga terkadang sebuah pertanda buruk. Apalagi Kak Baim mimpi cukup seram. Mungkin Kakak bisa menemui sosok yang di anggap mampu dalam menafsirkan mimpi seram Kakak tersebut. Aku khawatir ini adalah sebuah pertanda buruk untuk Kakak." ujar adik Baim.
"Maksud kamu apa?" tanya Baim.
"Aku pernah bermimpi buruk seperti Kakak. Akhirnya aku kehilangan anak pertama aku. Itu hampir mirip kejadiannya dengan Kakak. Aku takut suatu hal buruk akan menimpa Kakak juga." jawab adik Baim.
__ADS_1
"Semoga saja itu bukan hal yang buruk akan terjadi pada Baim. Kita doakan saja yang baik-baik," tutup ibu Baim.