
Setelah berhasil menjual rumahnya pada Ria. Kini Firman mencari sebuah kontrakan yang bisa dia tempati. Firman tidak membawa Sandra dan Sandi yang lebih memilih untuk tinggal di rumah Darwis untuk memudahkan mereka belajar di sekolah Lukas.
Firman sendiri mengontrak sebuah rumah menggunakan uang yang dia pinjam dari haji Sholeh. Dia berjanji saat gajian nanti, Lukas akan membayar hutangnya tersebut pada haji Sholeh. Itu janji yang akan Lukas tepati pada haji Sholeh. Sehingga haji Sholeh tidak harus takut akan Firman.
Sebenarnya haji Sholeh tidak mempersoalkan uang satu juta yang di pinjam oleh Firman. Dia ikhlas memberikan uang itu pada Firman. Namun Firman tetap merasa tidak enak hati jika dia tidak membayar uang yang di berikan oleh haji Sholeh pada dirinya. Firman pun siap membayar uang itu pada haji Sholeh saat gajian nantinya.
Firman yang di temani oleh Thoriq, mencari kontrakan yang lokasinya benar-benar tidak jauh dari restoran tempatnya bekerja. Beberapa lokasi di datangi oleh Firman dan Thoriq, namun mereka berdua belum menemukan lokasi yang tepat. Hingga Firman dan Thoriq harus mencari ke tempat lain yang mungkin sesuai dengan harapan Firman.
Firman sendiri berharap mendapatkan sebuah kontrakan dengan harga terjangkau. Dengan harga yang terjangkau itu, dia bisa menyisihkan sebagian uang hasil gajinya untuk menabung. Nantinya tentu Firman berpikir untuk membeli sebuah rumah. Membeli rumah dengan uang halal pastinya. Tidak dengan uang haram seperti yang di lakukan oleh dirinya terdahulu.
__ADS_1
Firman terlihat begitu antusias saat menemukan sebuah kontrakan yang sesuai dengan ekspektasi dari dirinya. Kontrakan itu memang sedikit jauh dari restoran tempatnya kerja. Namun dia masih bisa berjalan untuk sampai di restoran itu dari kontrakannya tersebut. Hingga Firman pun siap menghuni kontrakan itu sebagai tempat yang akan di tinggalinya.
Firman bahagia telah menemukan Kontrakan yang sesungguhnya. Kontrakan yang harganya sesuai dengan apa yang ada di pikirannya. Apalagi Firman tinggal sendiri di kontrakan itu. Tentu tidak ada banyak kebutuhan yang akan Firman keluarkan nantinya. Jadi gaji Firman benar-benar bisa dia gunakan untuk menabung. Tentunya tabungan itu akan Firman usahakan untuk membeli sebuah rumah yang akan dia tinggali bersama dengan kedua anaknya. Itu harapan paling tinggi dari seorang Firman di masa yang akan datang.
Thoriq juga terlihat begitu senang bisa membantu Firman mencari sebuah kontrakan. Dengan begitu Firman akan semakin mudah lagi untuk datang ke restoran. Mungkin saja Firman akan lebih cepat dari Thoriq ketika datang ke restoran. Hingga Firman pun di berikan kunci restoran oleh Thoriq. Jadi saat sudah ada kru lain yang datang, restoran sudah dalam keadaan terbuka. Itu adalah harapan dari Thoriq.
Firman mengaku senang dengan kepercayaan yang di berikan oleh Thoriq pada dirinya. Ini adalah kepercayaan yang cukup baik dari seorang Thoriq. Hingga Firman senang dengan apa yang di berikan oleh Thoriq pada dirinya. Firman siap membayar kepercayaan dari Thoriq dengan sebuah komitmen yang tinggi. Komitmen yang akan membuat Thoriq terus percaya pada dirinya.
Firman semakin termotivasi atas apa yang di berikan oleh Thoriq pada dirinya. Firman pun siap membuktikan kepercayaan dari Thoriq adalah komitmen yang besar dari Firman. Hingga Firman akan terus merawat kepercayaan itu dengan komitmen yang besar.
__ADS_1
Ini adalah hari yang paling beruntung bagi Firman. Selain mendapatkan sebuah kontrakan yang sesuai dengan apa yang dia inginkan. Firman juga mendapatkan kiriman makanan dari Ratih. Dia adalah mantan pacar Firman terdahulu. Ratih juga mengontrak sebuah rumah tak jauh dari kontrakan tempat Firman tinggal. Sehingga tidak heran bagi Ratih untuk mengirimkan makanan pada Firman.
Firman terlihat malu-malu saat Ratih datang menghampiri dirinya. Ini adalah kesempatan yang cukup langka bagi Ratih. Sudah cukup lama bagi Ratih tidak bertemu dengan Firman. Hingga ada rasa canggung dari Ratih saat bertemu kembali dengan Firman.
"Sepertinya ada yang akan CLBK lagi." ujar Thoriq.
"Apa sih Thoriq. Aku cuman antar makanan ini karena lebih aja. Jangan ngaco deh kamu." balas Ratih malu-malu.
"CLBK juga gak papa kali. Kan sekarang sudah janda sama duda. Satu janda pirang, satunya lagi duda Karawang." ucap Thoriq.
__ADS_1
Baik Ratih dan Firman sama-sama tertawa dengan apa yang di ucapkan oleh Thoriq. Suasana di hari ini benar-benar cair dengan apa yang di lakukan oleh Thoriq. Dia benar-benar membuat suasana menjadi begitu menyenangkan. Acara makan-makan itu menjadi acara humor tersendiri bagi ketiganya. Apalagi ketiganya kerap bernostalgia akan pertemanan mereka yang sudah terjalin cukup lama.