Jimat Warisan

Jimat Warisan
Tini Mencari Peralatan Ritual


__ADS_3

Malam Jum'at telah tiba, ini adalah malam yang harus di lakukan oleh Lutfhi dan Tini dalam memandikan keris sakti yang mereka miliki. Lutfhi pun sudah menyiapkan ruangan khusus di lantai tiga, untuk dirinya melakukan ritual pesugihan dengan keris warisan dari keluarga Tini tersebut.


Beberapa peralatan untuk ritual masih cukup kurang. Hingga Tini di perintah Lutfhi untuk memberi peralatan ritual yang masih kurang itu di pasar. Peralatan seperti dupa, lilin merah besar, kembang 7 rupa hingga kemenyan. Menjadi peralatan yang masih belum ada di kamar tersebut. Tini pun harus segera pergi ke pasar untuk membeli semua peralatan ritual yang di butuhkan oleh Lutfhi tersebut.


Dengan sebuah motor mewah yang di milikinya. Tini membawa salah satu anaknya untuk belanja ke pasar. Perhiasan Tini yang bergelantungan di seluruh tubuhnya. Membuat beberapa orang menyebut Tini sebagai toko emas berjalan. Hampir di setiap bagian tubuh Tini, di temukan berbagai jenis perhiasan mewah yang memiliki harga fantastis pastinya.

__ADS_1


Tini pun langsung jadi pusat perhatian banyak orang dengan penampilan mewahnya tersebut. Banyak orang juga yang meminta Tini lebih berhati-hati lagi. Dengan penampilan Tini yang di penuhi oleh emas, di khawatirkan akan menjadi santapan lezat bagi para perampok untuk menjambret perhiasan yang Tini kenakan di tubuhnya.


Benar apa yang di katakan oleh sebagian orang tersebut. Ada seorang penjambret yang mencoba menjambret perhiasan milik Tini tersebut. Penjambret itu menarik kalung Tini seharga motor. Namun Tini yang juga di lindungi genderuwo yang ada di keris. Langsung mendapat pertolongan dari genderuwo tersebut.


Penjambret yang mengambil kalung Tini tersebut. Akhirnya tertabrak sebuah mobil. Sontak dia terjatuh, dengan darah yang mengucur deras dari bagian kepalanya. Belum lagi warna kulitnya hitam lebam dari penjambret tersebut. Semakin terlihat campur tangan dari genderuwo yang menolong Tini.

__ADS_1


Tini dengan amarah yang tinggi, memaki penjambret yang telah tewas itu. Kata-kata makian Tini lontarkan untuk melampiaskan kekesalan dari seorang Tini pada penjambret tersebut. Hingga amarah Tini coba di lerai oleh warga sekitar. Mengingat penjambret kalung emasnya tersebut sudah tewas. Sehingga Tini tidak harus melakukan tindakan apapun lagi.


Tini kembali memfokuskan diri untuk membeli barang-barang yang akan di gunakan untuk keperluan ritual pemandian keris tadi. Dia kembali mencari pedagang yang menjual kembang 7 rupa.


Setelah mencari hampir ke seluruh tempat di pasar tersebut. Tini akhirnya menemukan kembang 7 rupa yang akan di gunakan untuk melakukan ritual pemandian keris sakti miliknya tersebut.

__ADS_1


Kembang sudah di dalat oleh Tini, kini giliran dupa dan kemenyan yang masih harus Tini cari. Tak terlalu kesulitan untuk mendapatkan dua benda yang biasa di gunakan oleh dukun tersebut. Dengan mudah, Tini mendapatkan keduanya. Tini pun langsung membeli keduanya.


Belanja hari ini tak hanya sekedar belanja peralatan ritual saja. Tini juga melakukan pembelanjaan yang cukup banyak. Terutama dalam hal bumbu dapur. Tini membeli banyak bumbu dapur untuk keperluan masaknya.


__ADS_2