Jimat Warisan

Jimat Warisan
Rasa Syukur Firman


__ADS_3

Kembali ke rumah miliknya sendiri, rasanya membuat Firman begitu bahagia. Dia kembali mengingat momen indah yang pernah terjadi di rumahnya tersebut. Hingga kenangan Firman bersama sang istri pun tak luput dari ingatannya.


Firman ingat betul, dia dan istrinya kerap menghabiskan waktu berdua di balkon rumahnya. Menyantap beberapa gorengan panas, serta di temani segelas kopi hangat yang menyegarkan mata. Firman kerap melakukan rutinitas yang begitu menyenangkan tersebut bersama sang istri.


Walaupun kini Firman sudah tidak bersama dengan istrinya. Namun Firman tetap merasa apa yang ada, tetap menjadi bagian dari kenangan paling indah yang ada di hidupnya. Firman terkenang akan momen yang indah tersebut di ingatannya. Hingga Firman rindu akan kenangan yang paling indah di hidupnya tersebut.


Melihat Firman yang mulai mengingat momen indah yang ada di rumahnya. Sandra dan Sandi mulai menghibur Firman dengan beberapa candaan. Sehingga Firman tidak bersedih saat dia mengingat beberapa momen indah bersama dengan istrinya. Mereka pun selalu menghibur Firman dengan sebuah lelucon. Hingga Firman mulai merasakan hal baru, kenangan baru di rumahnya tersebut.


"Gajah... Gajah apa yang terkenal di zaman dulu?" tanya Sandra.


"Gajah Sumatera?" jawab Sandi.


"Gajah Lampung!" ujar Firman.


"Salah... Yang benar adalah Gajah Mada."


Semuanya tertawa dengan lelucon yang di buat oleh Sandra. Terdengar tidak lucu, namun semuanya tetap menertawakan apa yang di ucapkan oleh Sandra. Mereka mengaku bahagia dengan sedikit lelucon yang Sandra ucapkan. Apalagi Sandra mengucapkan dengan begitu semangat. Hingga Firman dan Sandi pun turut terhibur dengan lelucon dari Sandra tersebut.


Tertantang dengan tebak-tebakan yang di buat oleh Sandra. Sandi pun turut membuat tebak-tebakan yang sama pada semua orang yang ada. Dia terlihat ingin membuat tebak-tebakan yang tak terduga seperti yang di lakukan oleh Sandra. Namun Sandi tidak menggunakan hewan, namun dia menggunakan nama tentara.

__ADS_1


"Aku juga punya tebak-tebakan buat kalian. Tentara... Tentara apa yang paling kecil?"


Baik Firman dan Sandra pun mulai berpikir keras untuk menjawab pertanyaan dari Sandi tersebut. Mereka tak menemukan jawaban atas pertanyaan dari Sandi. Hingga keduanya menyerah untuk menjawab pertanyaan dari Sandi itu.


Ketika semuanya sudah tidak bisa menjawab pertanyaan dari dirinya. Akhirnya Sandi pun mulai memberitahu jawaban atas pertanyaan dari dirinya tersebut.


Tentara yang paling kecil, tentunya adalah tentara sekutu. Ukuran yang hanya sebesar kutu, tentu membuat tentara tersebut sangat kecil. Tidak terlihat besar sama sekali. Makanya jawaban atas pertanyaan dari Sandi itu adalah tentara sekutu. Ukuran yang sebesar kutu, membuat tentara sekutu di nobatkan sebagai tentara paling kecil di dunia.


Emang tidak salah dengan apa yang di lontarkan oleh Sandi. Tentara sekutu tentu yang paling kecil, mengingat tentara itu memiliki ukuran yang sebesar kutu. Tidak memiliki ukuran yang besar, hanya sebesar kutu.


Firman pun di tantang untuk membuat tebak-tebakan yang sama dengan Sandra dan Sandi. Firman pun mulai berpikir untuk mencari tebak-tebakan yang bisa membuat kedua anaknya itu tidak dapat menjawab pertanyaan dari Firman. Namun jawaban dari Firman itu adalah jawaban yang paling lucu. Sehingga semuanya bisa terhibur dengan apa yang di sampaikan oleh Firman.


Sandra dan Sandi pun terlihat begitu antusias untuk mendengar pertanyaan yang akan di lontarkan oleh Firman pada mereka berdua. Apalagi Firman memiliki selera humor yang Baim sebenarnya. Sehingga Firman tentu memiliki sebuah pertanyaan yang unik dengan jawaban yang tak kalah asyik pastinya.


"Buah... Buah apa yang selalu bangun pagi?"


"Buah apa yang selalu bangun pagi?" tanya balik Sandra dengan wajah polosnya.


"Buah semangka?" ujar Sandi.

__ADS_1


"kok semangka sih Kak?" tanya Sandra.


"Selamat pagi Kakak." jawab Sandi dengan wajah lucu.


Firman dan Sandra pun langsung tertawa dengan jawaban yang di lontarkan oleh Sandi tersebut. Namun jawaban dari Sandi masih belum benar. Jadi Sandi harus mencari jawaban lain.


Sementara Sandra yang tidak menemukan jawaban atas pertanyaan dari Firman. Nampak sudah menyerah. Otaknya sudah tidak bisa di gunakan untuk berpikir lagi, sehingga Sandra pun melambaikan bendera putih. Tanda dirinya sudah tidak bisa menjawab pertanyaan dari Firman tersebut.


Melihat kedua anaknya yang sudah tidak memiliki jawaban atas pertanyaan dari dirinya. Pada akhirnya Firman pun menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh dirinya sendiri. Jawaban atas pertanyaan dari Firman itu sendiri adalah Apel. Buah yang suka bangun pagi adalah Apel. Sebab dia harus Apel pagi.


Cara pengucapan yang berbeda, di gunakan oleh Firman untuk membuat teka-teki itu menjadi sebuah jawaban yang unik. Apel, cara pengucapan untuk buah. Sementara Apel pagi, di mana itu adalah rutinitas yang di lakukan oleh beberapa orang ketika akan memulai sebuah pekerjaan. Mereka melakukan apel pagi untuk mendapatkan instruksi dari para atasan mereka.


Sebuah teka-teki yang tak terpikirkan oleh Sandi dan Sandra. Mereka berdua pun tertawa saat mendengar jawaban dari pertanyaan yang Firman lontarkan tersebut pada dirinya. Sandi dan Sandra begitu senang dengan jawaban yang di sampaikan oleh Firman. Sebab Firman menjawab dengan jawaban yang tidak terpikirkan oleh mereka berdua sebelumnya.


Terkadang Firman berpikir uang adalah segalanya dalam hidup. Di mana kebahagiaan, ketenangan dan hal lainnya bisa dia dapatkan dari uang. Nyatanya kebahagiaan kecil itu tercipta tidak hanya dari uang semata. Ada hal lain yang bisa di lakukan oleh Firman tanpa adanya uang.


Bercanda ria dengan kedua anaknya adalah hal kecil yang bisa di lakukan oleh Firman. Di mana dengan cara bercanda seperti itu, Firman bisa jauh lebih bahagia. Tanpa ada uang sama sekali. Hanya obrolan biasa yang tidak perlu uang di dalamnya.


Selama ini Firman telah di butakan oleh uang. Di mana Firman menuhankan uang dengan berbagai alasan. Padahal di kenyataan yang ada, uang bukan komponen penting. Tidak ada uang yang lebih berharga daripada Tuhan. Firman tidak menyadari akan hal tersebut. Hingga dia terjebak dalam lingkaran setan pesugihan bersama dengan istrinya. Itu yang kini Firman sesali dalam hidupnya. Dia tidak ingin jatuh di lubang yang sama di kemudian hari. Hingga Firman bersyukur dengan apa yang ada di hati ini. Keluarga kecil yang bahagia dengan apa yang ada saat ini.

__ADS_1


__ADS_2