
Sama seperti biasanya, sebelum Lukas tertidur. Sudahi pasti Lukas akan membasuh seluruh wajahnya dengan air wudhu. Itu adalah sebuah sunah nabi yang coba terus di jaga oleh seorang Lukas. Sunah itu pun coba di jadikan suatu tradisi bagi Lukas untuk tetap mengingat, sebagai tuntunan hidupnya.
Begitu semua sunah telah di laksanakan Lukas dengan baik. Kini Lukas pun sudah bersiap untuk tidur. Dia mulai merapikan kembali kamar tidurnya yang sedikit berantakan. Membersihkan kasurnya dari sisa kotoran yang ada. Hingga Lukas bisa tidur dengan begitu nyenyaknya.
Lukas pun mulai mematikan lampu kamarnya. Tidur dalam keadaan gelap gulita seperti yang biasa di lakukan oleh Lukas ketika akan tidur. Kembali menjalankan sunah nabi, Lukas kembali membaca ayat Al-Qur'an sebelum dirinya tertidur. Beberapa ayat dibaca oleh Lukas dengan begitu fasihnya. Hingga Lukas mulai mengantuk berat.
Perlahan Lukas pun mulai menguap. Dirinya mulai mengantuk secara perlahan, sampai akhirnya Lukas tertidur dengan sendirinya. Dengan posisi tasbih yang berada di tangan kanannya.
__ADS_1
Lukas pun tertidur dengan begitu pulasnya. Di temani dengan heningnya malam yang begitu terasa sunyi. Lukas yang tertidur dengan keadaan bersuci. Tidak ada satu pun nyamuk yang menempel di kulit Lukas. Sebab selain sunah nabi, tidur dengan keadaan bersuci juga bisa membuat nyamuk yang biasanya mengganggu tidur. Enggan datang untuk mengganggu tidur kita. Hingga kualitas tidur kita akan semakin baik lagi.
Di pertengahan tidurnya, Lukas baru merasakan sebuah sensasi dalam tidurnya. Lukas bermimpi, mimpi kali ini pun cukup membuat Lukas terkejut. Dia bermimpi di datangi oleh dua sepupunya yang meninggal beberapa hari yang lalu. Dena dan Deni datang di mimpi Lukas meminta pertolongan.
Dengan wajah yang hitam lebam, Deni dan Dena terus memanggil nama Lukas untuk meminta tolong. Sampai Dena memeluk tubuh Lukas, mengatakan ketakutan dari dirinya akan teror genderuwo yang terus menghantui dirinya. Lukas pun sempat bingung dengan wajah Dena dan Deni yang penuh ketakutan. Wajah yang memperlihatkan bagaimana kedua sepupunya itu di landa ketakutan hebat. Hingga Dena dan Deni pun harus bisa menahan rasa takutnya tersebut dengan sebuah pelukan erat di tubuh Lukas.
Sedikit ilmu yang di wariskan oleh guru ngaji Lukas selama di pesantren. Telah membuat Lukas memiliki ilmu untuk melawan genderuwo yang melakukan teror terhadap kedua sepupunya. Lukas pun langsung membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang semakin membuat genderuwo itu tak berdaya.
__ADS_1
Seketika genderuwo itu pun langsung pergi saat Lukas membaca ayat panjang Al-Qur'an tersebut. Genderuwo itu tak berdaya dengan ayat suci yang dibacakan oleh Lukas. Hingga genderuwo itu pergi dengan keadaan penuh ketakutan.
Dena dan Deni tersenyum lebar saat Lukas berhasil mengusir genderuwo itu. Tapi secara perlahan, Dena dan Deni berpamitan pada Lukas. Keduanya izin untuk pergi selamanya pada seorang Lukas.
Berat bagi Lukas untuk kehilangan kedua sepupunya itu. Hingga Lukas berusaha menahan kedua sepupunya tersebut. Tapi Dena dan Deni yang telah meninggal dunia, tidak bisa selamanya bersama Lukas. Sebab dunia Lukas dengan dunia Dena dan Deni surah tidak sama lagi. Keduanya sudah berbeda alam.
Lukas akhirnya terbangun dari tidurnya tersebut. Dia terkejut dengan mimpi yang dialami oleh dirinya tersebut. Lukas langsung beristighfar untuk membuat dirinya lebih tenang lagi. Apalagi mimpi Lukas yang cukup menyeramkan itu, membuat Lukas tidak dapat tertidur lagi.
__ADS_1
Lukas mengambil tasbih yang sempat terlepas dari tangannya. Kemudian Lukas kembali berdzikir untuk bisa membuat dirinya semakin tenang lagi. Lukas berharap dirinya bisa lebih baik lagi. Sehingga Lukas bisa tidur dengan lebih nyaman lagi.