
Gatot! Alias gagal total adalah kegagalan dari Genderuwo yang di perintahkan oleh Lutfhi dan Tini. Padahal Genderuwo itu sudah di minta untuk melakukan teror yang akan membuat sekolah Lukas menjadi tempat yang seram. Namun nyatanya Genderuwo itu justru kalah oleh sosok Lukas yang menggunakan Al-Qur'an sebagai alat perlindungan diri dari teror yang di lakukan oleh Genderuwo tersebut.
Tini dan Lutfhi tidak segan untuk memaki Genderuwo itu. Dia bersiap untuk bertemu dengan Genderuwo itu untuk memaki Genderuwo miliknya sendiri. Di mana Genderuwo itu gagal dalam menjalankan tugas yang seharusnya bisa di lakukan oleh Genderuwo itu dengan baik.
Lutfhi dan Tini berteriak dengan keras memanggil nama Genderuwo itu di ruang tempat mereka melakukan praktek. Di mana Lutfhi dengan suara yang penuh amarah memanggil Genderuwo itu. Apalagi Lutfhi sudah sangat yakin bisa membuat sekolah dari Lukas itu akan menjadi kuburan yang menakutkan bagi setiap siswa yang ada. Tapi justru itu jauh dari harapan. Semuanya tidak sesuai dengan rencana yang telah ada. Genderuwo itu justru bertekuk lutut.
__ADS_1
Genderuwo itu pun datang menghampiri Lutfhi dan Tini yang menunjukkan wajah marahnya. Tidak terima dengan segala ucapan dari Lutfhi dan Tini yang di penuhi dengan amarah. Genderuwo itu pun langsung memukul dengan begitu keras wajah Lutfhi dan Tini. Hingga keduanya begitu sakit dengan tamparan yang di lakukan oleh Genderuwo peliharaannya sendiri.
Tak hanya menampar saja, Genderuwo itu juga mencekik leher Lutfhi dengan begitu kuatnya. Hingga Lutfhi pun tidak mampu bernapas dengan baik. Genderuwo itu semakin kuat mencekik leher Lutfhi, apalagi Genderuwo itu terlihat sudah begitu marah dengan sikap yang di tunjukkan oleh Lutfhi dan Tini yang terkesan tidak peduli pada kondisi yang ada. Mereka justru malah menyalahkan Genderuwo yang gagal membuat seluruh siswa ketakutan dengan apa yang ada.
Lutfhi dan Tini juga semakin tidak berdaya dengan apa yang ada. Mereka menyesali perbuatannya yang telah menghina Genderuwo itu dengan perkataan yang cukup kontroversial. Padahal mereka masih membutuhkan sosok Genderuwo itu dalam hidup mereka. Namun mereka justru malah menghina Genderuwo itu dengan perkataan yang tidak pantas.
__ADS_1
Melihat amarah yang lebih besar dari mereka. Lutfhi dan Tini justru kini mulai ketakutan dengan apa yang ada. Mereka tidak berdaya dengan amarah yang ada. Hal yang tidak pernah di bayangkan oleh keduanya. Sebab Tini dan Lutfhi tidak memperhitungkan apa yang akan terjadi dengan ucapan mereka berdua. Keduanya merasa ucapan dari keduanya biasa saja. Namun tidak dengan Genderuwo yang merasa apa yang di ucapkan oleh Lutfhi dan Tini adalah ucapan yang sangat tidak wajar. Sehingga layak untuk mendapatkan sebuah tindakan yang tegas. Ini harus di lakukan oleh Lutfhi dan Tini, sebab apa yang mereka lakukan adalah tindakan yang tidak sesuai dengan apa yang menjadi perjanjian dengan Genderuwo itu.
Tidak ingin terus di tekan oleh Genderuwo itu. Lutfhi dan Tini langsung memohon maaf pada Genderuwo itu. Mereka berharap tidak akan mendapatkan serangan lanjutan yang akan membuat hidup mereka semakin menderita. Dengan meminta maaf tentu Lutfhi dan Tini akan jauh lebih aman lagi. Dengan begitu Lutfhi dan Tini bisa bebas dari serangan yang mungkin akan di lakukan oleh Genderuwo tersebut.
Tapi ini hanya serangan biasa saja, bukan tidak mungkin akan ada serangan lanjutan yang bisa membuat Lutfhi dan Tini akan semakin buruk di buat oleh Genderuwo tersebut. Mereka harus segera membujuk Genderuwo itu untuk memaafkan mereka berdua. Seharusnya mereka sudah melakukan itu sedari tadi, sebab mereka akan mendapatkan hari yang buruk dengan tingkah mereka sendiri.
__ADS_1
Akhirnya Lutfhi dan Tini pun mendapat maaf dari Genderuwo itu. Tapi keduanya harus segera mendapatkan tumbal yang akan membuat Genderuwo itu akan lebih kenyang lagi. Tini dan Lutfhi harus segera menemukan tumbal yang akan mereka persembahkan pada Genderuwo miliknya sendiri. Jika tidak segera mendapatkan tumbal tersebut, Tini dan Lutfhi akan mendapatkan kejutan besar yang akan membuat hidup mereka berubah jauh dari kehidupan saat ini.
Lutfhi dan Tini benar-benar panik dengan ancaman yang di berikan oleh Genderuwo tersebut. Mengingat bisa saja kejutan yang akan di berikan oleh Genderuwo itu adalah kehilangan kedua anak mereka. Ini bahaya besar bagi keduanya. Hingga keduanya harus berhati-hati dengan semua ancaman yang di berikan oleh Genderuwo itu. Mereka harus tanggap dalam menyikapi setiap ancaman yang di berikan oleh Genderuwo itu pada mereka.