Jimat Warisan

Jimat Warisan
Diskusi


__ADS_3

Lukas, pak Kiayi, Darwis, Ima dan haji Sholeh berada dalam satu ruangan yang sama. Mereka siap membahas perihal pesugihan yang di lakukan oleh Lutfhi dan Tini. Mereka merasa iba dengan apa yang di lakukan oleh keduanya. Mengingat pesugihan adalah salah satu indikasi dari seseorang yang telah melakukan perbuatan musyirik yang mendatangkan dosa yang besar.


Pak Kiayi tentu menjabarkan bagaimana dosa syirik yang di lakukan oleh seseorang berpotensi tidak akan mendapatkan ampunan sampai dia benar-benar melakukan taubat nasuha. Di mana orang tersebut melakukan taubat yang sungguh-sungguh. Taubat akan kelakuan yang di lakukan oleh dirinya.


Semua orang terlihat tertarik saat mulai mendengarkan ceramah yang di bawakan oleh pak Kiayi. Mereka mengaku senang dengan apa yang di sampaikan oleh pak Kiayi. Ada banyak pengajaran yang benar-benar mereka dapatkan. Sehingga mereka bisa mendapatkan ilmu dari pak kiyai.


Kembali ke kasus yang akan di jadikan diskusi di hari ini. Bagaimana cara mereka bisa meyakinkan Tini dan Lutfhi dalam perbuatan yang di lakukan oleh mereka. Memberitahu jika apa yang mereka kerjakan adalah perbuatan yang tidak baik. Bertentangan dengan ajaran agama serta berpotensi merugikan mereka juga.

__ADS_1


Lukas yang tahu langsung praktek pesugihan yang di lakukan oleh pamannya itu, sudah mengingat Lutfhi dan Tini. Namun keduanya tidak peduli dengan apa yang Lukas sudah sampaikan. Mereka hanya peduli pada kesenangan yang mereka dapatkan saja. Tidak peduli dengan kemungkinan buruk yang akan menimpa keduanya.


Lukas sudah mengingatkan keduanya akan bahaya yang akan mengancam Tini dan Lutfhi. Namun keduanya yang sudah tidak bisa di nasehati oleh Lukas. Tidak lagi peduli dengan apa yang di sampaikan oleh Lukas. Bagi Tini dan Luthfi, harta jauh lebih berharga daripada apapun. Tidak ada hal yang lebih berharga di dunia ini, selain uang dan uang. Apapun, jika di bandingkan dengan uang. Tentu tidak ada harganya di mata Lutfhi dan Tini. Mereka bukan lagi menuhankan uang, tapi sudah menganggap uang adalah segalanya. Sehingga mereka tidak lagi peduli dengan cara yang mereka lakukan dalam mendapatkan uang. Selama itu bisa membuat mereka dapat uang yang banyak, maka Lutfhi dan Tini akan melakukan hal tersebut. Walaupun apa yang di lakukan oleh keduanya adalah sebuah kemusyrikan. Ini menjadi sebuah kegagalan dalam beribadah dari Lutfhi dan Tini.


Pak Kiayi tentu merasa iba dengan yang terjadi saat ini. Dia berharap Lukas dan keluarganya tidak akan pernah bosan dalam mengajak Lutfhi dan Tini pada kebaikan. Sebab jika bukan mereka, tentu tidak ada lagi orang yang mungkin akan membawa perubahan pada Lutfhi dan Tini. Pak Kiayi pun terus mengingatkan Lukas untuk tidak bosan mengajak Lutfhi dan Tini bertobat dengan dosa besar yang di lakukan oleh keduanya. Jika tidak segera menyadari perbuatannya, bukan tidak mungkin Lukas dan Tini akan menjadi orang yang paling merugi di dunia ini. Mereka melakukan sebuah praktek perdukunan yang berpotensi mendatangkan dosa yang besar.


Saat ini Lukas dan keluarganya pun terus berupaya dalam membuat Lutfhi dan Tini sadar akan perbuatan yang di lakukan oleh dirinya. Namun mereka Tini dan Lukas yang sudah tidak bisa di nasehati oleh Lukas. Tidak pernah menyambut baik setiap apa yang di sampaikan oleh Lukas pada mereka berdua. Keduanya tetap tidak menerima dengan apa yang di sampaikan oleh Lukas. Sehingga mereka tidak pernah mau mendengar setiap nasehat baik yang di sampaikan oleh Lukas dan keluarganya.

__ADS_1


Haji Sholeh tentu menyadari hal tersebut, mengingat Lutfhi dan Ima masih dalam pengaruh janji mahluk yang bersekutu dengan mereka berdua. Namun bukan tidak mungkin jika mereka terus di ajak pada kebaikan, mereka akan turut dalam kebaikan itu sendiri. Intinya Lukas dan keluarganya harus selalu tabah dan sabar dalam menghadapi sikap dari Lutfhi dan Tini.


Ima yang masih sedih dengan pesugihan yang di lakukan oleh Tini dan Lutfhi. Tidak bisa berhenti menangis. Dia merasa telah gagal dalam mencegah adik-adiknya untuk tidak melakukan pesugihan. Sebelumnya ada Firman yang bersekutu dengan kuntilanak, sehingga istri sendiri yang menjadi tumbal. Kini ada Lutfhi dan Tini yang bersekutu dengan Genderuwo. Tentu Ima selaku kakak merasa gagal dengan apa yang ada. Dia pun berharap akan ada keajaiban di masa mendatang yang akan membuat semuanya menjadi lebih baik lagi. Lutfhi dan Tini akan segera bertobat dengan setiap kesalahan yang di lakukan oleh mereka berdua.


Darwis yang sama sekali tidak menyangka Lutfhi dan Tini melakukan pesugihan. Tidak bersuara sama sekali. Darwis hanya pernah teringat keris warisan yang pernah di wariskan pada dirinya. Namun Darwis menolak keris itu, sehingga keris itu di curi di rumah ibu mertuanya.


Pikiran dari Darwis tiba-tiba menjadi kotor, sebab ia berpikir mungkin yang mencuri keris itu adalah Tini dan Lutfhi. Sehingga mereka membuat ibu yang merupakan mertua dari Darwis meninggal dunia. Mungkin Darwis terlalu jauh berpikir, tapi itu yang ada di pikiran Darwis saat ini. Di mana ada sedikit pikiran kotor Darwis akan Tini dan Lutfhi. Mungkin pikiran kotor itu yang coba di hilangkan oleh Darwis, meskipun dia tetap curiga akan Tini dan Lutfhi yang mengambil keris tersebut. Sebab ciri-ciri mahluk yang bersekutu dengan Lutfhi dan Tini sama dengan mahluk yang ada di keris tersebut. Sosok Genderuwo berbadan besar yang memiliki bau yang menyengat. Itu sudah pasti adalah sosok Genderuwo yang ada di dalam keris yang sempat di wariskan pada Darwis.

__ADS_1


Ima juga ingat betul akan keris tersebut. Sehingga apa yang di pikirkan oleh Darwis adalah satu hal yang mungkin saja benar. Sebab Lutfhi dan Tini memang di kenal menginginkan keris itu sejak awal. Namun Ima tidak menyangka jika Lutfhi dan Tini menggunakan keris itu untuk memperkaya diri dengan melakukan pesugihan. Ini menjadi satu hal yang tentunya tidak baik di lakukan oleh Lutfhi dan Tini. Mereka menggunakan benda yang seharusnya di gunakan untuk melindungi keluarga. Namun di gunakan untuk melakukan pesugihan.


__ADS_2