
Lutfhi melakukan ritual yang biasanya di lakukan ketika malam jumat tiba. Ritual memandikan keris dengan kembang 7 rupa, serta peralatan perdukunan lainnya. Perlahan Lutfhi pun mulai menyiramkan sedikit demi sedikit air yang sudah di campur bunga 7 rupa itu pada keris yang ada.
Tak hanya Lutfhi, Tini juga turut dalam ritual pemandian keris tersebut. Setelah itu keris itu mulai di berikan minyak wangi untuk membuat keris tersebut nampak harum sepanjang hari saat kembali di simpan. Sebelum akhirnya keris yang cukup panjang itu kembali di letakkan pada wadah yang ada.
Lutfhi dengan segera menyimpan keris sakti itu pada lemari khusus yang dia kunci rapat-rapat. Sehingga tidak akan ada orang yang bisa mengambil keris tersebut, selain dirinya atau istrinya. Lutfhi pun harus menyimpan keris itu dengan hati-hati. Sebab keberadaan keris itu sangat penting dalam hidup Lutfhi. Keris itu yang banyak memberikan kekuatan serta materi yang melimpah bagi seorang Lutfhi. Sehingga wajar jika Lutfhi sangat menyayangi keris peninggalan bapak Tini tersebut.
Baru beberapa langkah meninggalkan keris itu. Lutfhi mendengar suara yang samar. Suara yang keluar dari mulut genderuwo yang dia miliki. Suara samar itu seperti ingin memberi tahu pada seorang Lutfhi, jika ada seseorang yang mengirimkan sebuah santet untuk Lutfhi. Tapi Lutfhi tidak mendengar dengan jelas suara dari genderuwo miliknya tersebut.
__ADS_1
Baru Lutfhi menyadari maksud dari genderuwo itu, saat dia melihat tulisan yang di tulis dengan darah. Jelas genderuwo itu ingin mengabarkan jika Lutfhi di santet oleh seorang Firman, yang merupakan kakak iparnya sendiri. Lutfhi yang tak terima dengan perlakuan dari Firman, langsung menendang sebuah kursi yang ada di dekat lemari tempat dia menyimpan keris saktinya tersebut.
Kerasnya Lutfhi menendang kursi itu, terdengar juga ke telinga seorang Tini yang sedang merapikan sisa ritual dari Lutfhi. Tini pun segera menghampiri Lutfhi yang terlihat begitu marah pada seorang Firman. Wajah Lutfhi memerah, dengan kedua alisnya mengangkat ke atas. Dia terlihat begitu marah pada seorang Firman yang telah menyantet dirinya.
"Kamu kenapa menendang kursi seperti itu mas?" tanya Tini.
"Ada apa dengan dia?" tanya Tini kembali.
__ADS_1
"Dia telah menyantet aku!" jawab Lutfhi dengan mata yang hampir jatuh.
Tini tidak menyangka Firman akan melakukan hal yang buruk pada seorang Lutfhi. Mungkin Tini tahu jika Firman marah akan Lutfhi yang telah membuatnya kesal di pemakaman ibunya. Tapi untuk ke tahap santet, Tini benar-benar tidak menyangka Firman melakukan hal yang menurutnya tidak di lakukan pada seorang Lutfhi. Tapi Firman melakukan itu dengan begitu kejinya. Tak hanya Lutfhi saja yang marah, Tini pun ikut marah pada seorang Firman.
"Dari mana kamu tahu, jika Kakak aku itu melakukan santet?" tanya Tini kembali.
"Bisikan Genderuwo. Dia membisikkan pada telingaku. Jika Kakak kamu itu telah melakukan santet yang keji padaku. Aku benar-benar tidak menyangka dia akan melakukan hal yang keji tersebut." jawab Firman dengan marahnya.
__ADS_1
Tini pun mencoba menenangkan Lutfhi yang benar-benar marah pada sosok seorang Firman yang telah menyantet dirinya. Lutfhi siap membalas dendam yang pada seorang Firman. Mungkin Lutfhi akan menjadikan Firman tumbal berikutnya. Hingga Genderuwo Lutfhi akan semakin senang dengan tumbal yang akan di persembahkan oleh Lutfhi padanya. Tini pun mendukung keputusan dari seorang Lutfhi, dia yang marah pada seorang Firman. Rela menjadikan kakaknya tersebut jadi tumbal berikutnya. Tumbal yang akan membuat genderuwo miliknya semakin takluk pada seorang Lutfhi.