
Hampir 4 jam Lukas berada di perjalanan menuju tempat guru ngajinya. Sebelum memasuki area pesantren, Lukas menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh yang akan di hadiahkan pada guru ngajinya. Apalagi Lukas mendapatkan sedikit rejeki dari beberapa tetangga di dekat rumahnya. Itu yang semakin membuat Lukas bisa membeli buah tangan untuk guru ngajinya.
Lukas membeli beberapa bungkus jajanan pasar yang mungkin saja akan di sukai oleh guru ngajinya. Mengingat guru ngaji Lukas di kenal sebagai seorang yang pecinta manis. Sehingga dengan jajanan pasar yang di kenal memiliki rasa manis. Sudah bisa di pastikan, itu akan menjadi sebuah makanan yang di sukai oleh guru ngajinya.
Senyum Lukas tidak pernah hilang saat memasuki area pesantren. Dia terlihat begitu ramah menyapa setiap orang yang ada di lingkungan pesantren. Lukas terlihat begitu bahagia bisa kembali ke pesantren. Walaupun kedatangan dari dirinya bukan untuk kembali menuntut ilmu. Tapi sekedar bersilaturahmi dengan guru ngajinya serta beberapa temannya yang masih menuntut ilmu.
Lukas harus menunggu beberapa saat, sebab guru ngaji Lukas masih mengajar mengaji beberapa santri. Lukas pun dengan setia menunggu kedatangan dari guru ngajinya dengan tetap berdzikir pada Allah SWT. Shalawat pun sering di lantunkan oleh Lukas untuk mengusir rasa bosannya selama menunggu kedatangan guru ngajinya tersebut.
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya guru ngaji yang di tunggu oleh Lukas pun datang. Lukas langsung menghampiri guru ngajinya tersebut. Dia menyalami tangan kanan guru ngajinya yang terasa begitu lembut. Lukas tak lupa mengucapkan salam pada guru ngajinya tersebut. Sebagai bentuk kesopanan seorang Lukas pada guru ngajinya tersebut.
Lukas kembali duduk di bangku. Begitu juga dengan guru ngajinya yang duduk di bangku, samping kiri seorang Lukas..
__ADS_1
"Bagaimana kabar kamu Lukas?" tanya guru ngajinya.
"Alhamdulillah Pak Kiay sehat. Bagaimana dengan kabar Pak Kiayi sendiri?"
"Alhamdulillah sehat juga."
Bi Enur yang bertugas memasak di pesantren, mengantarkan segelas teh hangat yang kerap menjadi favorit Lukas selama di pesantren. Lukas pun langsung menyalami bi Enur yang terlihat semakin gemuk, pasca menikah kembali dengan salah satu santri yang ada di pesantren.
Tak hanya praktek sajen saja yang di lakukan oleh penduduk kampung Lukas. Santet juga masih menjadi hal yang normal di lakukan penduduk kampung. Santet menjadi solusi paling ampuh yang di lakukan penduduk kampung dalam menyelesaikan masalah mereka. Sehingga banyak penduduk kampung yang meninggal akibat di santet oleh penduduk lainnya. Itu menjadi sebuah kekhawatiran tersendiri bagi seorang Lukas.
Pemujaan juga masih banyak di lakukan oleh penduduk kampung. Persekutuan dengan iblis itu di lakukan oleh sebagian penduduk dalam mendapatkan kekayaan yang melimpah. Tidak heran banyak penduduk kampung yang kaya mendadak. Mereka menjadi kaya setelah mendapat ajian dari para dukun mereka untuk melakukan pemujaan.
__ADS_1
Beberapa hal itu coba di hilangkan oleh Lukas dengan mendirikan sebuah sekolah yang berbasis agama. Dengan sekolah agama, mungkin Lukas akan menyelamatkan generasi muda di kampungnya untuk terhindar dari hal-hal berbau ghaib. Salah satunya tentu adalah praktek ilmu hitam yang kerap di jalanan oleh penduduk kampung.
Pak Kiayi pun merasa sedih dengan keadaan penduduk di kampung Lukas. Praktek ilmu hitam seolah-olah adalah hal yang lumrah di lakukan oleh penduduk kampung. Padahal mereka tidak menyadari itu adalah perbuatan yang tercela, mempersekutukan Allah SWT adalah perbuatan yang paling di benci oleh Allah. Bahkan dosa setiap orang yang melakukan perbuatan syirik. Tentu tidak akan mendapatkan pengampunan sampai kapanpun. Itu yang harus di garisbawahi oleh setiap orang.
Pak Kiayi juga mendukung langkah Lukas dalam mendirikan sekolah berbasis agama. Semoga dengan adanya sekolah berbasis agama, generasi selanjutnya tidak akan mengikuti orangtua mereka dalam mempraktekkan ilmu hitam. Sehingga mereka bisa menjauhi dosa besar berupa syirik tersebut. Pak Kiayi meminta Lukas untuk terus beristiqomah dalam menjalankan niat dan tujuannya. Niat baik Lukas dalam mendirikan sekolah, tujuan Lukas dalam memberantas ilmu hitam yang ada di kampungnya.
Tidak hanya menceritakan bagaimana keseharian penduduk di kampungnya yang masih menjalankan praktek syirik. Lukas juga meminta petunjuk atas mimpi yang terjadi pada dirinya. Mimpi akan Lukas yang di datangi oleh Dena dan Deni dalam meminta pertolongan. Lukas penasaran dengan maksud dari mimpi tersebut. Hingga Lukas pun bertanya pada pak Kiayi akan mimpinya tersebut.
Menurut pak Kiayi, mimpi itu merupakan sebuah pertanda jika kedua keponakan Lukas menjadi tumbal dari salah seorang anggota keluarga besar Lukas. Mereka meminta pertolongan pada Lukas untuk segera menghentikan praktek perdukunan yang di lakukan oleh salah satu anggota keluarga Lukas tersebut. Sehingga tidak ada lagi korban dari anggota keluarga Lukas. Mungkin itu makna dari mimpi yang terjadi pada Lukas. Sehingga Lukas harus bisa berhati-hati lagi dalam melindungi keluarga besarnya. Sebab bukan tidak mungkin akan ada korban lainnya yang hendak di cari oleh orang tersebut untuk di jadikan tumbal.
Tapi pak Kiayi tidak menyebutkan nama dari orang yang melakukan praktek pesugihan tersebut. Sebab pak Kiyai tidak ingin menunduk orang. Tapi pada intinya, mimpi itu memiliki pesan demikian. Sehingga Lukas harus bisa berhati-hati lagi dengan keluarga besarnya tersebut.
__ADS_1