Jimat Warisan

Jimat Warisan
Firman Melabrak Tini


__ADS_3

Pakaian rapi yang di kenakan oleh istri Firman, seketika di buat acak-acakan oleh Tini. Pakaian rapi itu seketika berubah dengan apa yang di lakukan oleh Tini. Tini benar-benar menunjukkan pada istri Firman akan kekuatan yang di milikinya. Hingga pakaian rapi nan bersih itu secara tiba-tiba berubah menjadi kotor di buat oleh Tini.


Hijab yang terpasang dengan begitu rapi di kepala istri Firman tersebut. Berubah tak beraturan di acak-acak oleh Tini. Wajah istri Firman juga penuh cakaran tangan Tini. Dia begitu dendam dengan apa yang di lakukan oleh Tini. Sehingga hal buruk siap di lakukan oleh istri Firman pada Tini.


Istri Firman itu langsung melaporkan apa yang telah di lakukan oleh Tini pada dirinya dengan sebuah pelaporan yang berlebihan. Istri Firman itu menceritakan seolah-olah dirinya di serang oleh Tini secara tiba-tiba. Sebab Tini merasa iri dengan perhiasan yang di miliki olehnya.


Firman yang tak terima dengan perlakuan Tini pada istrinya. Lantas langsung terpancing emosi. Dia pun berniat untuk melabrak Tini yang telah membuat istri menjadi babak belur seperti itu. Firman siap memberitahu adiknya akan sikap sopan santun yang seharusnya di tunjukkan pada kakak iparnya. Bukan malah membuat kakak iparnya tersebut menjadi babak belur seperti saat ini. Itu yang harus di lakukan oleh Tini pada istrinya.


Firman dengan penuh amarah, pergi mendatangi Tini di rumahnya. Dia siap membalas apa yang telah di lakukan oleh Tini pada istrinya. Perbuatan tak terpuji yang telah di lakukan oleh Tini pada istrinya.

__ADS_1


Firman yang marah besar, tak menyapa warga yang mencoba menyapa dirinya. Dia begitu fokus untuk mendatangi rumah Tini. Dia tak sabar untuk membuat Tini sadar akan perlakuan salahnya pada istrinya. Perbuatan yang seharusnya tidak di lakukan oleh Tini.


Firman menggedor keras gerbang rumah Tini. Dia semakin keras menggedor gerbang rumah Tini, mengingat Tini yang tak kunjung datang untuk menemui Firman. Akhirnya Firman pun langsung memukulkan sebuah batang kayu ke pintu gerbang rumah Tini. Sontak suara keras yang di hasilkan oleh pukulan batang kayu itu mengejutkan Tini dan Luthfi yang berada di dalam rumahnya. Mereka berdua pun langsung menghampiri gerbang rumahnya, tempat suara keras itu berasal.


Lutfhi membuka pintu gerbang rumahnya. Dia terkejut dengan kedatangan dari Firman yang terlihat begitu marah. Kedua alisnya mengangkat naik ke atas. Matanya juga terlihat melotot dengan tajamnya. Hingga ada sedikit rasa takut dari seorang Lutfhi melihat ekspresi wajah yang di tunjukkan oleh Firman pada Lutfhi dan Tini.


Firman yang memegang batang kayu besar di tangannya. Seketika melempar batang kayu itu ke atas tanah. Firman langsung menanyakan apa yang telah di lakukan Tini pada istrinya. Apa yang telah membuat Tini menyerang istrinya tersebut.


Tini pun akhirnya menceritakan apa yang terjadi. Alasan dari seorang Tini melakukan hal tersebut. Tini hanya membela dirinya yang juga mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari istri Firman. Sehingga tak salah bagi seorang Tini untuk membela diri. Sehingga Tini balik melakukan tindakan yang menurutnya sudah sesuai dengan apa yang seharusnya di lakukan.

__ADS_1


Cerita dari versi Tini itu tidak di terima dengan baik oleh Firman. Dia tetap percaya apa yang di ucapkan oleh istrinya. Sehingga Firman mengingatkan Tini untuk tidak lagi menganggu istrinya. Jika Tini masih berusaha mengganggu istrinya, Firman tidak segan-segan akan membunuh Tini dengan tangannya sendiri.


Lutfhi tak terima dengan ancaman yang di layangkan oleh Firman pada istrinya. Lutfhi langsung pasang badan dengan apa yang terjadi. Dia siap melakukan apapun untuk istrinya. Dia meminta Firman untuk tidak merasa Ting hati. Bukan tidak mungkin, sebelum Firman membunuh Tini. Lutfhi dan Tini terlebih dahulu yang akan melakukan hal tersebut. Hingga Lutfhi meminta Firman untuk lebih berhati-hati dalam menjaga ucapannya. Jika Firman tidak berhati-hati, bukan tidak mungkin Firman akan mengalami hal yang buruk.


Firman tidak takut dengan ancaman dari seorang Lutfhi. Dia justru siap menerima segala konsekuensi dari apa yang telah dia ucapkan. Bahkan Firman siap membuat Lutfhi jauh lebih menderita dari apa yang terjadi pada dirinya sekarang. Firman pun meminta Lutfhi untuk tidak membela Tini yang bersalah. Sebab tindakan dari seorang Lutfhi tentu adalah tindakan yang salah. Dia membela Tini yang jelas-jelas membuat istrinya menjadi babak belur.


Lutfhi pun mengatakan jika dirinya tidak membela Tini. Tapi Lutfhi hanya menegakkan keadilan bagi istrinya. Lutfhi bukan seperti Firman yang di perbudak oleh istrinya. Lutfhi adalah seorang kepala keluarga yang memiliki kendali penuh atas keluarganya bukan kacung seperti Firman.


Ucapan dari seorang Lutfhi, lantas membuat seorang Firman marah besar. Tangan kanannya telah dia kepal, hanya butuh beberapa kata cemoohan lagi. Mungkin kepalan tangan Firman itu akan menghujani wajah Lutfhi dengan sebuah pukulan yang keras. Tapi Firman masih menahan itu semua. Ini adalah kandang dari Lutfhi, sehingga akan sangat bahaya bagi Firman untuk bertarung dengan Lutfhi di rumahnya sendiri. Firman bisa-bisa di keroyok oleh Lutfhi dan pegawainya. Hingga Firman memilih untuk menahan emosinya.

__ADS_1


__ADS_2