Jimat Warisan

Jimat Warisan
Lutfhi Semakin Kuat Mengirim Santet


__ADS_3

Tahu ibunda dari Baim di bawa ke rumah sakit. Lutfhi pun terus mengirimkan santet untuk menyakiti ibu Baim. Jika sebelumnya ibu Baim merasakan rasa sakit yang ada di bagian kepala. Kini ibu Baim merasakan rasa sakit yang ada di bagian bawah kakinya. Semua jari kakinya tidak bisa di gerakkan. Semuanya terasa kaku, itu yang buat ibunda Baim begitu panik.


Baim yang melihat langsung jari ibunya tidak bisa di gerakkan. Seketika merasa panik dengan apa yang ada. Dia pun berusaha menenangkan ibunya, walaupun Baim sendiri mulai panik dengan apa yang terjadi pada ibundanya tersebut.


Baim berteriak memanggil dokter. Apalagi ibunya mulai merasakan rasa sakit yang teramat di bagian jari kakinya. Seperti ada sebuah jarum yang di tusukan pada kakinya tersebut. Itu yang buat ibunda Baim tidak bisa menggerakkan seluruh jari kakinya.

__ADS_1


Mendengar teriakan seorang Baim. Adik Baim yang berada di luar ruangan perawatan ibunya, seketika masuk ke dalam ruang perawatan ibunya tersebut. Dia langsung menangis, saat melihat Ibundanya meringis kesakitan dengan santet yang di kirim oleh Lutfhi padanya.


Dokter yang menangani ibunda Baim datang Dia langsung memberikan obat bius pada ibunda Baim. Mungkin dengan memberikan obat bius tersebut, ibunda Baim akan bisa lebih tenang lagi.


Seketika obat bius itu bereaksi, perlahan ibu Baim yang sejak awal begitu meringis kesakitan. Mulai lemah lunglai di buat oleh obat bius tersebut. Perlahan ibunda Baim langsung jatuh pingsan dengan obat bius yang di suntikan pada tubuhnya tersebut.

__ADS_1


Pemeriksaan di lakukan secara intensif, namun tim dokter tidak menemukan apapun yang bisa di jadikan hipotesa. Hingga jawaban dari dokter masih sebatas jawaban yang tidak pasti dari dokter tersebut. Padahal Baim berharap ada jawaban pasti atas apa yang terjadi pada ibunya. Hingga Baim bisa melakukan langkah selanjutnya.


Baim yang kecewa dengan jawaban dari dokter tersebut. Lantas mulai emosi dengan dokter yang menangani ibundanya. Ini bukan pekerjaan yang di lakukan secara profesional. Sehingga dia mengaku apa yang terjadi pada ibunya seharusnya di lakukan oleh seorang profesional. Dokter yang kompeten, bukan seorang yang tidak memiliki sama sekali kemampuan dalam menentukan apa yang terjadi pada ibunya.


Adik Baim mencoba menenangkan Baim yang sedikit emosi. Dia mengatakan, tidak baik untuk marah di situasi sulit seperti ini. Adik Baim meminta Baim untuk bisa lebih tenang lagi. Itu yang harus di lakukan oleh Baim sebaik mungkin.

__ADS_1


Baim mulai tenang dengan apa yang di sampaikan oleh adiknya. Dia mulai mengerti, seharusnya Baim tidak melakukan tindakan yang seperti itu. Ini jauh di luar prediksi seekor Baim. Sehingga dia seharusnya bisa jauh lebih dewasa untuk apapun.


Baim masih cukup sedih melihat kondisi ibunya yang semakin buruk. Itu yang buat Baim seperti tidak memiliki nyawa untuk melanjutkan hidup kembali. Ini seperti sebuah mimpi buruk yang tidak pernah henti. Melihat ibunya yang terkulai lemas di atas ranjang rumah sakit adalah mimpi buruk yang ingin Baim segera akhiri. Mimpi yang sangat Baim benci sama sekali.


__ADS_2