
Sejak kembali ke kampung halamannya. Lukas hanya belum berkunjung ke rumah seorang Lutfhi saja. Hampir semua paman dan bibi Lukas, sudah di sambangi oleh seorang Lukas. Hanya tinggal rumah Lutfhi yang baru selesai renovasi saja, yang belum di kunjungi oleh Lukas.
Dengan gamis panjang menjuntai serta sebuah tasbih yang ada di tangan kanannya. Lukas berinisiatif untuk berkunjung ke rumah Lutfhi yang di kenal angker tersebut. Dia terlihat penuh percaya diri untuk datang sebagai tamu ke rumah Lutfhi.
Baru tiba di depan gerbang rumah Lutfhi, Lukas sudah merasakan sesuatu yang janggal terjadi. Ada sesuatu yang berbeda di depan rumah Lutfhi. Sosok mahluk tak kasat mata yang menunggu rumah Lutfhi. Lukas pun semakin kencang dalam bershalawat, demi menghindari gangguan mahluk tak kasat mata tersebut.
Lukas membuka pintu gerbang rumah Lutfhi, lalu masuk kedalam halaman rumah Lutfhi. Dia langsung di sambut dengan gonggongan keras anjing, yang baru di beli oleh Lutfhi. Anjing itu pun terlihat menyeramkan. Matanya begitu merah menyala, dengan lidah menjulur panjang berwarna merah darah. Anjing herder berwarna hitam itu seperti bukan anjing biasa. Anjing itu terlihat seperti anjing siluman yang memiliki insting layaknya mahluk astral.
Kedatangan Lukas ke rumah Lutfhi, di sambut baik oleh pembantu Lutfhi dan Tini. Dia yang sudah terbiasa dengan hal-hal ghaib yang terjadi di rumah Lutfhi dan Tini. Terlihat begitu manis dalam menyambut kedatangan seorang Lukas ke rumah Lutfhi. Dia mengantar Lukas masuk ke rumah Lutfhi yang luas tersebut.
__ADS_1
Lukas di persilakan untuk duduk, sebelum di tawari segelas minuman oleh pembantu Lutfhi dan Tini. Hanya segelas air putih, di rasa oleh Lukas cukup untuk membasahi tenggorokannya yang begitu kering. Hingga pembantu Lutfhi dengan segera membawakan minuman permintaan dari Lukas tersebut.
Tak berselang lama, Lutfhi yang berjalan bergandengan bersama dengan Tini. Datang menghampiri Lukas yang terus membaca shalawat di rumah Lutfhi tersebut.
"Ada kamu ternyata, mau apa kamu datang kesini?" tanya Lutfhi sambil duduk.
"Bukan mau pinjam uang pada kitakan?" ujar Tini sedikit meledek.
Tak berselang lama, air putih yang di minta oleh Lukas pun datang. Dengan segera Lukas meminum air putih tersebut. Tapi saat Lukas akan meminum air putih itu. Lukas mencium aroma yang kurang sedap. Ada aroma dari genderuwo yang kuat. Aroma ilmu hitam yang terdapat di dalam segelas air putih yang di hidangkan oleh pembantu dari Lutfhi dan Tini tersebut. Lukas sempat ragu untuk meminum air tersebut. Tapi demi menghargai Lutfhi dan Tini, Lukas pun akhirnya meminum air tersebut. Namun dengan membaca doa terlebih dahulu, sehingga Lukas bisa terhindar dari segala tipu daya ilmu hitam yang berusaha membuatnya lemah.
__ADS_1
Doa yang di ucapkan oleh Lukas, berhasil menangkal ilmu hitam yang sengaja Lutfhi masukkan kedalam minuman tersebut. Hingga rencana jahat dari Lutfhi untuk membuat Lukas celaka dengan ilmu hitam yang di milikinya, akhirnya gagal. Lukas berhasil selamat dari ilmu hitam yang berusaha Lutfhi sarangkan ke tubuh Lukas.
Lutfhi sengaja mencoba mengguna-guna Lukas. Sebab jika Lukas sakit, otomatis tanah yang akan di jadikan sekolah oleh Lukas. Akan menjadi milik Lutfhi sepenuhnya. Hingga Lutfhi tidak harus capek-capek menggugat tanah itu di pengadilan. Sebab Lukas sakit, hingga Lukas tidak akan mampu lagi mengelola tanah yang ada.
Tapi dengan pertolongan dari Allah SWT. Lukas berhasil selamat dari guna-guna yang di lakukan oleh Lutfhi dan Tini. Dia pun akhirnya selamat dari guna-guna tersebut. Hingga Lukas berhasil terhindar dari guna-guna yang coba di berikan Lutfhi pada dirinya.
Lukas pun memberikan sedikit nasehat pada Lutfhi dan Tini yang masih menjalankan tradisi sajen yang menurutnya itu adalah tradisi yang penuh kemusyrikan. Lukas meminta Lutfhi untuk tidak melakukan sajen kembali. Sebab apa yang di lakukan oleh Lutfhi dan Tini benar-benar tidak bermoral. Hingga perlu di hindari.
Bukan Lutfhi, jika tidak membangkang. Dia menolak saran dari Lukas tersebut. Lutfhi tetap pada keyakinannya akan sajen. Sebab sajen itu bukan untuk nenek moyang yang di lakukan oleh warga lain. Tapi untuk genderuwo milik Lutfhi yang haus akan tumbal.
__ADS_1
Lukas pun di minta untuk segera pergi dari rumah Lutfhi, jika Lukas tidak memiliki urusan lagi pada seorang Lutfhi. Lutfhi merasa kehadiran Lukas di rumahnya sudah tidak di butuhkan lagi. Sehingga Lukas di minta untuk segera pulang.
Lukas pun menerima permintaan dari Lutfhi. Dengan senang hati Lukas bergegas dari rumah Lutfhi. Namun Lukas kembali meminta Lutfhi untuk segera mengakhiri perbuatan musyriknya tersebut.