
"Ini seperti hal yang harus di putuskan dengan hati-hati." ujar tokoh agama.
"Saya pun berpikir demikian. Jika kita mengambil tindakan yang gegabah, tentu akan banyak pihak yang merasa tersakiti." balas pak RT.
Baik tokoh agama, maupun pak RT. Keduanya terlihat begitu bingung untuk memutuskan apa yang akan mereka pilih untuk di jadikan keputusan akhir bagi seorang Firman. Mereka tak mungkin melakukan keputusan sepihak yang akan merugikan satu pihak nantinya. Jadi harus ada sebuah diskusi yang cukup dalam untuk menentukan apa yang akan di putuskan nantinya.
Tokoh agama itu lebih menyukai Firman tetap berada di kampung. Sebab baginya, Firman tidak pernah melakukan kejahatan seperti yang di tuduhkan oleh warga lainnya. Itu di buktikan dengan kontribusi Firman yang cukup besar bagi kampung tersebut. Tidak ada tumbal yang di berikan Firman pada kuntilanak itu berasal dari warga kampung. Sehingga tidak ada alasan untuk para warga menolak keberadaan dari Firman. Apalagi Firman sekarang telah bertobat dari perbuatan tersesatnya itu. Jadi kini para warga seharusnya merangkul Firman untuk jadi lebih baik lagi. Bukan malah memusuhi Firman.
__ADS_1
Apa yang di sampaikan oleh tokoh agama, sama dengan pemikiran dari pak RT. Dia pun merasa Firman sudah menyadari kesalahan terbesar yang di lakukan oleh dirinya. Sehingga tak heran bagi Firman untuk mendapatkan satu kesempatan lagi dalam bermasyarakat. Ini akan jadi kesempatan terakhir bagi Firman untuk membuktikan dirinya adalah warga yang baik. Tidak lagi berhubungan dengan pesugihan.
Keduanya sepakat untuk memberikan kesempatan kedua pada Firman untuk tetap tinggal di rumahnya. Namun keduanya masih ragu akan keputusan dari mereka akan di tentang oleh para warga. Mengingat mereka yang menentang Firman adalah kelompok warga garis keras. Hingga akan sangat bahaya saat keputusan itu hanya di ambil oleh beberapa pihak saja.
Cara terakhir tentunya dengan sebuah voting atau pemungutan suara. Ini bisa di lakukan oleh pak RT dan tokoh agama tersebut. Sebab dengan voting, maka semua suara akan terwakili. Tidak ada lagi orang yang akan merasa tersakiti dengan hasil yang ada. Ini akan jadi voting yang berat bagi semua orang.
Pak RT mulai mencari formula yang tepat untuk voting tersebut. Di mana nantinya formula itu akan di gunakan dalam memutuskan cara voting seperti apa yang akan di lakukan oleh pak RT dan tokoh agama pada Firman.
__ADS_1
"Apa kita akan meminta seluruh warga melakukan voting, atau hanya mereka yang ada di balai RT saja?" tanya pak RT.
"Saya pikir cukup mereka yang ada di balai RT saja. Sementara mereka yang tidak ada, tidak harus melakukan voting. Suara mereka sudah terwakili oleh mereka yang ada di balai pertemuan hari ini." jawab tokoh agama.
"Baiklah jika formulanya seperti itu. Maka saya akan hitung dulu jumlah peserta yang ada di balai pertemuan kali ini. Sehingga kita bisa segera melakukan voting untuk keputusan akhir." ujar pak RT.
Pak RT langsung kembali ke balai pertemuan untuk menghitung jumlah peserta yang ada. Sebab tidak mungkin jumlah suara akan lebih, apalagi kurang. Jadi semuanya harus pas, sesuai dengan jumlah suara yang ada.
__ADS_1