Jimat Warisan

Jimat Warisan
Musyawarah


__ADS_3

Semuanya bisa di putuskan dalam sebuah musyawarah yang tentunya baik di lakukan oleh pihak terkait dalam memutuskan izin tinggal bagi seorang Firman. Tidak semua menghardik Firman untuk pergi dari rumah yang telah cukup lama di tinggalinya itu. Masih banyak tetangga Firman yang mengizinkan Firman kembali ke rumahnya untuk menjadi tetangga mereka.


Dilema ini akhirnya di putuskan dalam sebuah musyawarah yang akan di gelar di rumah RT tempat Firman tinggal. Darwis dan Lukas menjadi prakasa dalam diskusi kecil itu. Keduanya tetap memperjuangkan hak Firman sebagai pemilik rumah tersebut. Hingga Firman dan kedua anaknya bisa tinggal di rumah itu tanpa intervensi dari berbagai pihak.


Turut hadir dalam musyawarah itu, Tini dan Lutfhi. Mereka berdua menjadi sebagian warga yang mengompori para warga untuk menolak keberadaan dari seorang Firman. Padahal Lutfhi dan Tini sama sekali bukan warga yang tinggal di daerah tersebut. Namun demi melihat Firman di usir oleh warga, keduanya menyempatkan diri untuk memberikan pandangan.


Ketika semua warga yang bertindak sebagai perwakilan sudah berada di ruang tempat musyawarah akan berlangsung. Pak RT selaku pimpinan acara, mulai membuka musyawarah itu dengan kalimat pembuka berupa pantun singkat.

__ADS_1


Ada pedagang beli senjata.


Senjata yang di beli harganya murah.


Selamat datang para warga.


Ayo kita bermusyawarah.

__ADS_1


Duduk bersebelahan dengan pak RT, tokoh agama itu siap menjadi hakim mutlak bersama dengan pak RT dalam memutuskan status Firman. Tentu kebijakan dari keduanya yang adil, di harapkan akan membawa kebaikan bagi bersama. Baik untuk Firman, tapi juga baik untuk seluruh warga. Walaupun nantinya tentu akan ada pihak yang merasa tersakiti. Namun dengan musyawarah yang di lakukan, tentu hasil dari yang ada harus di terima oleh semua pihak.


Setelah panjang lebar berbicara, pak RT mulai memberikan waktu pada tokoh agama itu untuk menjalankan tugasnya. Dengan suara yang begitu serak, tokoh agama itu mulai berbicara dari sisi agama. Ini penting, sebab pedoman hidup para warga tentu pada agama itu sendiri.


Begitu selesai menyampaikan pandangan dari apa yang menurutnya baik. Kini giliran warga di persilakan untuk memberikan argumentasi yang logis dalam menolak Firman untuk tinggal lagi di rumahnya.


Beberapa warga yang memang sengaja di bayar oleh Lutfhi dan Tini, mulai mengutarakan penolakan mereka terhadap Firman. Dengan wajah penuh keyakinan, mereka tidak ingin kampung tempat tinggal mereka akan di isi oleh seorang pemuja setan seperti Firman. Oleh sebab itu mereka menolak keberadaan dari Firman di kampung mereka.

__ADS_1


Firman begitu terpukul dengan apa yang di sampaikan oleh para tetangganya. Dia tak menyangka tetangganya itu akan menyampaikan hal yang buruk pada dirinya. Apalagi tetangganya dulunya adalah orang-orang yang sering Firman bantu. Namun mereka kini justru malah membuat Firman merasa tersudutkan oleh pandangan dari mereka.


Lutfhi dan Tini terus tersenyum saat beberapa warga yang sengaja mereka bayar mulai mengutarakan penolakan mereka terhadap Firman. Mereka yakin, dengan apa yang di sampaikan oleh para warga akan membuat pak RT dan tokoh agama itu menolak juga keberadaan seorang Firman di kampung tersebut. Keduanya begitu yakin Firman akan di usir dari kampungnya sendiri.


__ADS_2