
Baim berjalan masuk ke dalam rumahnya dengan memegangi perutnya yang di tinju dengan kerasnya oleh seorang Lutfhi. Baim berjalan dengan rasa sakit yang teramat, hingga dia terlihat begitu tak bersemangat.
Kinasih berpapasan dengan Baim tepat di ruang tamu rumahnya. Dia melihat Baim yang begitu kesakitan. Kinasih sempat khawatir dengan kondisi dari Baim yang terlihat begitu lemas. Itu yang membuat Kinasih langsung membantu Baim untuk duduk di atas sofa.
Baim pun duduk sambil terus memegangi bagian perutnya. Wajah panik seorang Kinasih tak pernah hilang, dia terlihat tak percaya dengan apa yang di lihat akan suaminya tersebut. Kinasih benar-benar tidak pernah melihat Baim seperti saat ini. Melihat tubuh Baim yang terlihat lunglai.
"Kamu kenapa Sayang?" tanya Kinasih dengan wajah paniknya.
__ADS_1
"Tadi Lutfhi menonjokku saat di proyek." jawab Baim dengan sedikit kesakitan.
"Kenapa bisa begitu?" tanya Kinasih kembali.
"Lutfhi tahu aku menjual semua barang yang ada di proyeknya. Lutfhi melihat semua itu." jawab Baim kembali.
Kinasih terkejut dengan pengakuan dari seorang Baim. Dia tak menyangka Baim akan melakukan hal tersebut. Padahal Kinasih sudah memperingatkan Baim untuk lebih berhati-hati lagi ketika sedang melakukan upaya curang di proyek Lutfhi. Namun Baim malah gagal melakukan apa yang di perintahkan oleh seorang Kinasih. Dia justru malah tertangkap basah oleh seorang Lutfhi melakukan kecurangan di proyek.
__ADS_1
Baim yang tak terima dengan ucapan dari Tini. Langsung balik memarahi seorang Kinasih. Bagi Baim, apa yang di sampaikan oleh Kinasih adalah ucapan yang tidak pantas. Seharusnya Kinasih bisa mendukung Baim. Bukan malah menyalahkan Baim seperti itu. Dia hanya butuh dukungan dari seorang Kinasih, bukan malah mendapat penghakiman dari seorang Kinasih.
"Aku tidak mengerti sama kamu. Harusnya kamu dukung aku saat ini. Bukan justru malah membuat aku semakin terpojokan seperti ini. Kamu memang istri yang tak pernah bersyukur." balas Baim dengan nada tinggi.
Kinasih tetap tidak terima dengan apa yang di terima oleh Baim. Dia tetap merasa Baim memang sosok laki-laki yang tidak berguna. Padahal Baim hanya perlu melakukan tindakan yang sesuai saja. Tapi dengan bodohnya, Baim justru malah tertangkap basah oleh seorang Lutfhi. Itu yang buat Kinasih begitu marah terhadap Baim.
Kinasih yang kesal dengan Baim yang kini sudah tidak lagi memegang proyek tersebut. Memilih untuk masuk ke dalam kamarnya. Dia tetap membiarkan Baim yang masih kesakitan dengan satu pukulan yang di layangkan oleh Lutfhi di perutnya.
__ADS_1
Baim sendiri merasa begitu kecewa dengan sosok Istrinya tersebut. Dia tak menyangka Kinasih akan melakukan hal tersebut. Ini benar-benar di luar ekpektasi dari seorang Baim. Baim melihat bagaimana istrinya justru malah membuat Baim semakin tertekan dengan apa yang ada. Hingga Baim harus merasakan sebuah rasa bersalah yang teramat di buat oleh Kinasih. Baim pun bingung akan sikap istrinya tersebut.
Kinasih sendiri merasa Baim sudah tidak berguna lagi. Beberapa bulan lalu Baim menganggur, itu cukup membuat keadaan ekonomi rumah tangganya begitu hancur. Mungkin hal yang sama akan kembali terjadi. Di mana ekonomi keluarga Kinasih akan kembali hancur dengan apa yang terjadi pada Baim saat ini.