
Menunggu seorang Sandi kembali siuman.. Lutfhi pun menyempatkan diri untuk berbincang sedikit dengan guru ngajinya. Lutfhi dan guru ngajinya tersebut berbincang di sebuah saung yang berada tak jauh dari rumah guru ngajinya tersebut. Itu yang coba di lakukan oleh seorang Baim.
Beberapa cemilan sudah di siapkan oleh guru ngajinya untuk bisa mengobrol dengan Lukas secara santai. Dua gelas kopi juga sudah tersedia. Dia memberikan banyak hal yang menarik bagi seorang Lukas. Hingga Lukas merasa begitu tak enak hati dengan jamuan istimewa yang di berikan oleh guru ngajinya pada dirinya.
"Bagaimana dengan pembangunan sekolah kamu Lukas?" tanya guru ngajinya.
"Alhamdulillah berjalan lancar.. Sekarang ada seorang donatur yang membiayai semua pembiayaan sekolah tersebut. Aku tidak harus pusing untuk mencari dana lagi." jawab Lukas dengan begitu sumringah.
"Alhamdulillah jika memang seperti itu. Lantas bagaimana rencana kamu selanjutnya?"
"Jika sekolah itu sudah berdiri. Saya ingin mencari beberapa orang yang akan bekerja secara ikhlas untuk menyebarkan ilmu di sekolah tersebut. Sehingga akan ada kebaikan di yang tercipta di sekolah tersebut."
"Apakah kamu sudah menemukan orang-orang yang akan bekerja secara ikhlas tersebut?" tanya guru ngajinya.
__ADS_1
"Untuk saat ini belum Pak Kiayi."
Guru ngaji dari Lukas itu pun berbagi cerita akan pembangunan pesantren yang di lakukan oleh dirinya. Dia menceritakan susah senang yang di rasakan olehnya saat membangun pesantren pertama kali. Dia tidak memiliki semangat, sebab tidak ada yang membantu dia dalam mengajar. Orang-orang tidak mau mengajar secara ikhlas. Tentu harus ada bayaran untuk tenaga mereka. Sehingga guru ngajinya Lukas tersebut sempat putus asa.
Akhirnya guru ngaji Lukas tersebut pun meminta iuran pada muridnya. Iuran itu tentu untuk membayar para pengajar yang ada. Sebab itu tadi, mereka pun butuh di bayar untuk tenaga yang mereka keluarkan.
Guru ngaji Lukas itu meminta Lukas untuk tidak idealis. Dia harus mulai berpikir untuk membuat sesuatu yang harus di pikirkan secara matang. Tidak ada orang yang mau bekerja secara cuma-cuma. Apalagi di era saat ini. Sehingga Lukas harus membuat perencanaan sebaik mungkin untuk hal pengajar itu tadi. Jika tidak, tentu Lukas tidak akan mendapatkan pengajar yang akan mengajar di sekolah agama yang Lukas bangun. Lukas yang mulai berpikir hal tersebut.
Lukas terdiam dengan apa yang di sampaikan oleh guru ngajinya. Tidak ada yang salah dengan apa yang di sampaikan oleh guru ngajinya tersebut. Lukas memang harus membuat sebuah perencanaan yang bisa di lakukan oleh dirinya untuk membuat para pengajar tidak hanya akan di baya secara cuma-cuma. Tapi juga ada uang yang mereka dapatkan. Sehingga mereka akan begitu bahagia dengan apa yang mereka lakukan. Itu harus benar-benar Lukas pikirkan dengan begitu matangnya.
Guru ngaji Lukas meminta Lukas untuk menarik iuran seikhlasnya pada setiap siswa yang ingin belajar bersama dengan Lukas di sekolah barunya tersebut. Dengan seperti itu, akan ada dana yang bisa di gunakan oleh Lukas untuk membayar para pengajar nantinya. Dana itu tidak hanya akan di bayar untuk para pengajar saja, tapi juga akan di gunakan oleh Lukas untuk biaya pembangunan sekolah nantinya.
Guru ngaji Lukas yang terkenal akan sifat bijak yang di milikinya. Juga menyarankan pada Lukas untuk memasukkan sekolah miliknya tersebut ke dalam sekolah yang terakreditasi dengan kementerian terkait. Sehingga Lukas akan bisa dengan mudah mendapatkan akses bantuan dari pemerintah. Ini penting di lakukan untuk terus menggerakkan semuanya menjadi satu kesatuan.
__ADS_1
Saran dari gurunya benar-benar membuat Lukas banyak tahu. Ini harus segera di lakukan oleh Lukas. Sebab setiap saran yang di sampaikan oleh guru ngajinya benar-benar sebuah saran yang cemerlang dan baik. Itu yang membuat Lukas senang dengan apa yang di sampaikan oleh guru ngajinya tersebut. Lukas tidak menyangka guru ngajinya akan memberikan banyak saran yang baik untuk Lukas. Sehingga Lukas bisa melangkah jauh lebih maju dengan apa yang di sampaikan oleh guru ngajinya tersebut.
Tak hanya saran akan sekolah yang tengah di garap oleh Lukas saja. Lukas juga meminta saran akan teror Kuntilanak yang terus menyerang dua anak Firman. Itu tentu menjadi sebuah kekhawatiran tersendiri bagi seorang Lukas. Lukas harus bisa segera membuat semuanya menjadi baik-baik saja. Sehingga kedua keponakannya akan menjadi bai juga.
Guru ngaji Lukas pun meminta Lukas untuk terus membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an. Mungkin dengan ayat suci Al-Qur'an tersebut. Kuntilanak itu akan takut untuk datang ke rumah Lukas. Ini akan menjadi sebuah pengalaman yang buruk bagi Kuntilanak tersebut.
Guru ngajinya juga meminta Lukas mengajarkan Al-Qur'an pada kedua anak Firman. Guru ngaji Lukas melihat sosok Sandi yang begitu gelap akan ilmu agama. Padahal remaja seperti Sandi seharusnya bisa lebih paham dasar-dasar agama. Tidak buta sama sekali seperti yang di rasakan oleh Sandi saat ini.
Lukas terdiam dengan apa yang ada. Dia merasa memang selama ini dia salah. Lukas memiliki ilmu agama. Tapi Lukas tidak pernah mengajarkan sepupunya untuk belajar ilmu agama yang di miliki oleh dirinya. Itu kesalahan terbesar dalam hidup seorang Lukas. Hingga Lukas di sesali dengan sebuah rasa penyesalan yang teramat besar.
"Saya pikir, saya adalah seorang pendosa besar. Saya memiliki sedikit ilmu agama. Tapi saya tidak pernah membagikan ilmu agama saya pada sepupu saya. Itu adalah kesalahan terbesar dalam hidup saya Pak Kiayi." ujar Lukas dengan wajah sedih.
"Kamu bukan pendosa seperti yang kamu pikir Lukas. Kamu sama sekali tidak salah, saya tahu kamu kesulitan menyebarkan ilmu agama di kampung kamu. Itu ada sebuah tembok besar yang membuat kamu kesulitan untuk menyebarkan ilmu agama yang kamu miliki. Padahal kamu sendiri ingin menyebarkan semua itu." ucap guru ngajinya.
__ADS_1
Lukas bisa sedikit tenang dengan apa yang di sampaikan oleh guru ngajinya tersebut. Memang Lukas selama ini mengalami kesulitan untuk menyebarkan ilmu agama yang di miliki oleh dirinya. Ada sedikit tembok besar yang menghalangi seorang Lukas untuk bisa menyebarkan ilmu agama. Salah satunya adalah tradisi leluhur yang masih di jaga dengan baik oleh para warga kampung.