Jimat Warisan

Jimat Warisan
Makanan Halal Untuk Kedua Anak Firman


__ADS_3

Sebelum Firman pulang, Aris selaku pemimpin yang ada di dapur memanggil Firman terlebih dahulu. Masih ada sedikit sisa makanan yang ada di dapur. Aris pun meminta Firman untuk membawa makanan itu ke rumahnya. Apalagi Firman memiliki dua anak yang menuju usia remaja. Tentu makanan dari Aris akan sangat di sukai oleh kedua anak Firman.


Firman tentu tidak menolak makanan yang di berikan oleh Aris pada dirinya. Dia menerima dengan begitu senang makanan dari Aris. Apalagi makanan dari Aris itu adalah makanan yang begitu di sukai oleh Sandra. Tentu tidak ada alasan bagi Firman untuk menolak tawaran dari Aris untuk membawa makanan tersebut.


Firman pun membungkus makanan itu ke dalam sebuah plastik. Sehingga tidak akan berceceran ketika di bawa pulang ke rumahnya. Dia begitu senang dengan kemurahan hati dari Aris selaku pemimpin di dapur. Firman tetap menemukan sosok Aris yang murah hati dalam memberikan sesuatu pada Firman. Dia pun akan selalu mengingat apa yang telah di berikan oleh Aris pada dirinya tersebut.


Namun tidak semua kru dapur senang dengan apa yang di berikan oleh Aris pada Firman. Banyak di antara mereka yang masih kurang suka dengan kemurahan hati Aris pada Firman. Aris terlihat pilih kasih, hingga menimbulkan rasa benci tersendiri akan Firman bagi beberapa kru lainnya. Apalagi Firman di kenal sebagai sosok yang baru di restoran tersebut. Walaupun dahulu Firman adalah kru juga. Tapi Firman tetap anak baru, sebab dia baru kembali bekerja di restoran tersebut.


Tentu yang paling tidak senang dengan kemurahan dari Aris akan Firman adalah Niko. Tidak yang kurang suka dengan keberadaan Firman dalam tim, semakin membenci Firman dengan apa yang dia dapat dari Aris. Bagi Niko, Firman adalah seorang penjilat yang tentunya mendekati Aris untuk mendapatkan sebuah keuntungan. Hingga Niko pun berniat menghasut kru lainnya untuk membenci Firman seperti dirinya.

__ADS_1


Firman tentu langsung membawa makanan yang di berikan oleh Aris pada dirinya. Dia tidak sabar untuk memberikan makanan itu pada kedua anaknya. Ini adalah makanan halal yang akan di berikan oleh Firman pada kedua anaknya. Selama ini Firman kerap memberikan makanan dari uang haram pada kedua anaknya. Hingga saat dia bisa memberikan makanan halal pada kedua anaknya, Firman tentu memiliki perasaan yang bahagia tersendiri. Dia semakin bahagia dengan apa yang di berikan oleh Aris pada dirinya. Hingga Firman sudah tidak sabar untuk memberikan makanan itu pada Sandra dan Sandi.


Firman yang ingin menghemat ongkos, pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki. Dia sadar, semua kendaraan yang ada di dalam rumah adalah motor yang dia dapat dari hasil pesugihan. Tentu itu tidak ada berkah sama sekali di motor itu. Bukan tidak mungkin itu akan jadi hal yang buruk bagi seorang Firman saat dia membawa salah satu kendaraan itu.


Firman merasa kurang beruntung jika dirinya membawa kendaraan itu ke tempat kerja. Mungkin saja suatu hal yang buruk akan terjadi pada dirinya. Suatu hal yang buruk bisa saja terjadi pada Firman saat dia membawa kendaraan itu. Bisa saja dia di begal oleh penjahat, tapi yang paling membahayakan tentu kecelakaan yang mungkin akan terjadi dengan kendaraan yang Firman bawa. Itu menjadi resiko paling besar yang mungkin saja terjadi pada Firman dengan keputusan dari dirinya membawa motor ke tempatnya bekerja.


Sebenarnya Firman juga di ajak oleh Thoriq untuk pulang bersama. Namun jarak rumah Firman dan Thoriq yang berlawanan arah. Tentu tidak enak hati untuk Firman bisa pulang dengan Thoriq. Di mana Thoriq harus membawa Firman terlebih dahulu, sebelum dia pulang ke rumahnya sendiri. Jadi Firman menolak tawaran dari Thoriq tersebut. Dia lebih memilih untuk berjalan kaki menuju rumahnya.


Firman terlihat begitu bahagia saat berjalan pulang menuju rumah. Dia terus membaca shalawat nabi yang di ajarkan oleh Lukas. Dengan begitu Firman merasa hidupnya semakin tenang serta tentram. Padahal dahulu Firman adalah seorang yang selalu di landa kesedihan serta rasa yang tidak tenang. Namun kini Firman sudah jauh lebih baik dengan kondisi yang ada. Tidak ada lagi rasa bersedih dengan apa yang terjadi. Kini Firman sudah jauh lebih tenang dengan hidup yang sederhana, namun penuh dengan ketenangan. Tidak seperti dulu di mana Firman memiliki banyak uang, namun Firman justru kehilangan rasa tenang dan kenikmatan.

__ADS_1


Namun rasa tenang yang di rasakan oleh Firman ketika berjalan menuju rumah. Sedikit terganggu dengan ulah dari Niko. Mengincar jalan yang sedikit berair, dengan sengaja Niko memacu motornya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Sontak air kubangan itu langsung menyimprat ke seluruh tubuh Firman.


Firman hanya bisa bersabar dengan sikap yang di tunjukkan oleh Niko. Dia hanya mendoakan akan hati Niko yang di penuhi rasa benci pada dirinya. Padahal Firman berharap Niko akan menjadi seorang yang jauh lebih baik lagi di kemudian hari. Tidak seperti hari ini yang penuh dengan rasa kebencian pada sosok Firman. Niko memiliki rasa benci yang tinggi pada Firman. Dia tidak memiliki sedikit pun rasa bersalah dengan tindakannya tersebut.


Baju Firman sedikit kotor akibat ulah dari Niko. Tapi Firman tetap berjalan dengan penuh ketenangan menuju rumahnya. Tidak ada rasa dendam yang ada di hatinya. Dia tetap berjalan dengan rasa yang penuh kebahagiaan. Sebab Firman akan segera bertemu dengan kedua anaknya yang sudah menunggu di rumah. Kedua anaknya yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Firman dan menyambut kedatangan dari Firman di rumah.


Saat sampai di rumah, semua rasa kecewa dari Firman atas sikap dari Niko langsung terbayar. Di mana kedua anak Firman begitu bahagia menyambut kedatangan ayahnya. Mereka nampak semakin bahagia saat melihat Firman menjinjing sebuah plastik berisi makanan. Plastik itu tentu langsung menjadi perhatian dari Sandra dan Sandi. Mereka penasaran dengan isi dari plastik tersebut.


Saat mereka membuka isi plastik itu, mereka menemukan sebuah pizza. Tentu Sandra yang sangat menyukai pizza langsung begitu bahagia dengan apa yang di bawa oleh Firman. Dia sudah tidak sabar untuk menyantap pizza yang di bawa oleh Firman tersebut. Mereka pun sudah tidak sabar untuk memakan pizza tersebut. Hingga mereka siap untuk menyantap pizza yang di bawa oleh Firman di hari ini.

__ADS_1


Ada kebahagiaan tersendiri di dalam hati Firman. Di mana Firman begitu bahagia melihat kedua anaknya begitu senang dengan apa yang di bawa oleh Firman. Firman semakin di buat bahagia dengan sikap yang di tunjukkan oleh kedua anaknya. Sikap yang tentunya membuat Firman merasa begitu di hargai dengan apa yang Firman bawa.


__ADS_2