
Kembali mengenakan sebuah rompi proyek serta sebuah helm proyek. Baim sudah sangat siap untuk menyambut hari-hari sebagai seorang mandor. Walaupun Baim masih terlihat kurang menyukai apa yang akan di lakukan oleh dirinya. Namun demi memenuhi keinginan dari istrinya, Baim pun akhirnya kembali ke proyek Lutfhi yang sempat membuat namanya menjadi buruk tersebut.
Kedatangan dari seorang Baim di sambut kurang hangat oleh para pekerja. Mereka juga begitu heran akan Lutfhi yang kembali menunjuk seorang Baim untuk kembali menjadi mandor. Dia pernah mencuri barang di proyek. Bukankah itu hal yang buruk, tapi kenapa dia masih di berikan sebuah kesempatan oleh Lutfhi. Itu yang menjadi pertanyaan bagi semua pekerja di proyek.
Luthfi dan Baim pun kembali bertemu di saung yang biasa di gunakan oleh para pekerja untuk beristirahat. Keduanya membahas hal-hal yang mungkin akan di kerjakan oleh Baim sebagai seorang mandor kembali.
Sebelum membahas hal tersebut. Sebuah hadiah sudah di siapkan oleh seorang Lutfhi pada Baim. Hadiah ini menjadi hadiah yang paling indah bagi seorang Baim dari Lutfhi. Di mana Baim mendapatkan sebuah motor baru yang di beli oleh Lutfhi untuk dirinya. Sontak Baim pun merasa begitu bahagia dengan hadiah yang di berikan oleh Lutfhi pada dirinya. Ini seperti sebuah mimpi, Lutfhi memberikan sebuah hadiah pada seorang Baim. Hal yang tentunya tidak pernah di bayangkan oleh seorang Baim.
__ADS_1
"Apa kamu tidak sedang berbohong Lutfhi, kamu memberikan saya sebuah motor baru?" tanya Baim dengan wajah terheran.
"Untuk apa saya berbohong Baim. Maafkan saya, kemarin sempat salah paham sama kamu. Itu sebagai permohonan maaf dari saya dan istri." jawab Lutfhi dengan tegasnya.
Baim pun tersenyum lebar dengan apa yang di berikan oleh Lutfhi pada dirinya. Ini seperti sebuah mimpi, tapi Baim tidak sedang bermimpi. Jadi ini adalah kenyataan yang memang menjadi hal yang wajar bagi seorang Baim.
"Aku pikir ini akan jadi petaka berikutnya buat kita. Kita akan merasakan hal yang buruk lagi." ujar salah seorang pekerja.
__ADS_1
"Iya, sepertinya kita akan bekerja seperti nenek moyang kita dulu ketika bekerja pada Jepang. Sistem yang kasar serta tidak manusiawi mungkin akan di terapkan oleh diktator itu. Aku membenci dia." Timpal pekerja lainnya.
Beberapa pekerja memang kurang menyukai seorang Baim. Tapi ada juga pekerja yang menyukai Baim yang selama ini menjadi tangan kanan seorang Baim. Mereka yang menjadi tangan kana dari Baim, selalu mendukung setiap tindakan yang di lakukan oleh Baim. Sekali pun apa yang di lakukan oleh Baim adalah tindakan yang salah. Namun mereka tetap mendukung penuh dari apa yang di lakukan oleh seorang Baim selama ini di proyek. Ini menjadi episode yang cukup panjang bagi mereka.
Tiba waktunya bagi Baim untuk memberikan sepatah kata pada seluruh pekerja yang hadir. Mungkin kata-kata dari Baim ini akan membuat semua pekerja lebih baik lagi. Mereka akan menjadi seorang yang lebih terkesan dengan apa yang di ucapkan oleh Baim. Walaupun sebagian pekerja tidak butuh dengan ucapan Baim yang manis bak gula tersebut. Mereka lebih menginginkan kontribusi Baim pada proyek yang lebih besar. Tidak hanya sekedar omongan yang mungkin semua orang bisa ucapkan. Tapi bukti dari apa yang akan di lakukan oleh Baim pada semuanya.
Baim pun mulai mengatakan beberapa kalimat yang langsung mendapat respon beragam. Ada sebagian yang mendukung apa yang Baim katakan. Namun tak banyak yang hanya menganggap apa yang Baim ucapkan sebagai omong kosong belaka. Hingga mereka tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh seorang Baim.
__ADS_1
Lutfhi yang berada di samping seorang Baim. Hanya menyaksikan bagaimana Baim yang sudah masuk ke dalam perangkap dirinya. Mungkin hanya tinggal menunggu waktu saja bagi seorang Lutfhi untuk bisa melihat Baim menjadi seorang tumbal dari Genderuwo. Ini waktu yang sudah sangat telat bagi seorang Baim untuk menjadi tumbal proyek. Dia layak mendapatkan balasan, atas apa yang telah dia perbuat di proyek sebelumnya. Baim akan mendapatkan semuanya secara tuntas.