
Baim terlihat begitu santai saat membawa sepeda motornya melewati setiap gang menuju rumahnya. Mulai dari gang yang di penuhi dengan pemukiman penduduk. Sampai melewati tempat kuburan angker yang jarang di lewati oleh pengendara.
Di awal-awal Baim tidak merasa hal yang aneh sama sekali. Sampai ketika Baim bertemu sosok yang cukup menyeramkan di salah satu sudut jalan yang sempit. Baim hampir saja menabrak sosok seram yang menghentikan laju motornya. Untung rem motor seorang Baim cukup presisi. Hingga dia berhasil menghindari mahluk halus tersebut.
Sosok seram itu lantas menampakkan wajahnya pada seorang Baim. Hingga Baim yang sedikit tenang, seketika menjadi panik. Dia penuh dengan ketakutan. Hingga Baim langsung berlari meninggalkan motornya di tengah jalan.
Baim yang berusaha berlari sekencang mungkin. Terus di kejar oleh sosok mahluk menyeramkan tersebut. Sampai ketika Baim tersandung oleh sebuah batu besar. Baim pun terjatuh, hingga dia tidak bisa berlari kemana pun lagi.
Baim yang penuh rasa ketakutan, berusaha mengusir mahluk seram itu dari hadapan. Sebilah kayu di gunakan oleh Baim untuk mengusir mahluk yang seram tersebut. Namun sebilah kayu tidak cukup untuk berhasil bagi Baim untuk mengusir mahluk tersebut. Baim harus merasakan cekikan kuat dari makhluk tersebut.
__ADS_1
Baim yang tak dapat melawan lagi, akhirnya harus pasrah dengan cekikan dari mahluk tersebut. Lambat laun, nyawa seorang Baim tidak dapat tertolong lagi. Dia pun akhirnya tewas di tangan mahluk tersebut.
Namun tewasnya Baim itu ternyata hanya mimpi saja. Dia terbangun dari mimpi buruknya tersebut. Namun mimpi yang nampak nyata itu, membuat Baim keringat dingin. Hingga Baim harus mengeringkan kepalanya yang di penuhi oleh keringat.
Baim juga harus membangun Kinasih untuk menceritakan mimpi buruk yang di baru saja di alami oleh dirinya. Mungkin Baim bisa sedikit tenang saat bisa bercerita dengan seorang Kinasih. Hingga dia tidak akan merasakan ketakutan yang sama lagi.
Baim yang terus menggoyangkan tubuh seorang Kinasih. Tak mendapat jawaban yang pasti dari seorang Kinasih. Dia tak urung bangun, hingga Baim harus berusaha ekstra lagi untuk membuat istri tersebut bisa bangun dari tidurnya.
"Ada apa sih kamu. Gak tahu apa, orang masih ngantuk." Gerutu Kinasih.
__ADS_1
"Aku cuman ingin cerita sama kamu. Masa kamu gak mau dengar cerita aku sebentar saja." ujar Baim dengan wajah penuh harap.
"Kamu mau cerita apa, jam segini mau cerita. Kenapa pas sebelum tidur aja ceritanya. Ganggu orang lagi tidur aja." tegas Kinasih.
"Tadi aku mimpi aneh banget. Ada sosok mahluk yang mirip Genderuwo mencoba membunuh aku. Sosoknya begitu seram banget." ujar Baim.
"Hah. Kamu bangunin aku tengah malam kayak gini, cuman buat cerita mimpi kamu yang gak bermutu itu. Lebih baik kamu ngobrol sana sama tembok. Gak penting banget sama mimpi kamu itu."
Kinasih yang sama sekali tidak tertarik akan mimpi yang di alami oleh Baim. Pada akhirnya kembali melanjutkan tidurnya. Dia tak peduli dengan apa yang terjadi pada Baim. Tak memikirkan sebuah firasat buruk yang mungkin saja terjadi pada Baim. Kinasih benar-benar sudah tidak memiliki hati.
__ADS_1
Baim begitu kecewa dengan sikap yang di tunjukkan oleh Kinasih pada dirinya. Padahal Baim hanya ingin menceritakan hal seram yang di alami oleh dirinya. Namun Kinasih justru malah membuat Baim kecewa berat. Sikap acuh yang di tunjukkan oleh Kinasih, telah membuat seorang Baim tak melanjutkan ceritanya tersebut. Dia pun hanya bisa mencari tahu perihal mimpi seramnya tersebut di internet. Mungkin dia akan mendapat jawaban yang pasti ketika dia mencari semua itu di internet. Tanpa harus berdiskusi dengan istrinya yang tak pernah peduli pada seorang Baim.