
Malam kedua menjadi sedikit lebih dingin dengan hujan ringan yang terjadi. Angin pun berhembus dengan begitu kencangnya. Menerbangkan dedaunan yang menabrak kaca serta pintu vila.
Tini tidak dapat tidur di malam ini, mengingat udara yang begitu dingin menusuk hingga ke tulangnya. Itu yang buat Tini sulit tidur di malam ini.
Lutfhi yang tak mempersoalkan perkara udara, tidur dengan begitu pulasnya. Tidak seperti Tini yang tak dapat tidur, Lutfhi tidur dengan cukup baik. Hingga Tini tidak memiliki teman mengobrol untuk menemaninya di malam ini.
Tini mencari cara untuk membuat dirinya cepat tidur. Mulai dari membuat matanya lelah dengan menatap layar handphone. Hingga membaca beberapa buku yang ada di vila tersebut. Namun tak satu pun cara yang di lakukan oleh Tini itu berhasil. Dia tetap tidak bisa tidur seperti seharusnya. Hingga Tini cukup frustasi di malam ini.
Di tengah rasa frustasi yang di alami oleh Tini tersebut. Tiba-tiba ia merasakan haus, sehingga dia segera bergegas ke dapur untuk membuat minuman yang mungkin bisa membunuh rasa hausnya tersebut. Tini pun membuat segelas susu putih yang mungkin bisa membuatnya cepat tidur seperti yang di harapkan.
__ADS_1
Baru keluar dari dalam kamarnya, Tini langsung di kejutkan dengan suara tangisan seorang pria. Entah sumber suara itu dari mana, tapi suara itu terdengar begitu nyaringnya. Hingga Tini pun merasa takut dengan suara yang ia dengar tersebut.
Penasaran dengan suara itu, Tini mencari sumber suara tangisan yang ada. Dia ingin tahu siapa orang yang menangis di tengah malam seperti ini. Apa mungkin tangisan itu berasal dari penjaga vila. Namun untuk apa dia menangis di tengah seperti ini. Hal yang tentunya tidak logis di lakukan di jam seperti ini.
Tini terus mencari sumber tangisan yang dia dengar tersebut. Hingga akhir Tini menemukan sumber suara tangisan itu. Sumber suara itu ternyata dari luar vila. Di mana di luar terdengar dengan begitu kencangnya. Hingga Tini bisa mendengar dengan begitu jelas suara tangisan yang ada.
Sosok Baim yang di penuhi dengan darah berdiri di hadapan Tini. Matanya menatap Tini dengan begitu tajam. Hingga Tini langsung ketakutan dengan apa yang di lihatnya. Tini pun segera menutup kembali gorden tersebut. Dia lalu berlari menjauh dari gorden untuk memberitahu Lutfhi perihal apa yang di lihatnya di luar vila.
Tini membangunkan Lutfhi, dia mengatakan jika dirinya melihat arwah gentayangan dari Baim di luar vila. Hingga Tini begitu takut dengan apa yang di lihatnya tersebut.
__ADS_1
Lutfhi lantas memarahi Tini yang telah mengganggu tidurnya. Padahal Lutfhi sedang menikmati tidurnya di malam ini. Lutfhi pun langsung menggerutu dengan apa yang di lakukan oleh Tini terhadap dirinya. Apalagi Tini mengatakan hal yang sebenarnya tidak seharusnya di takuti oleh Tini.
"Untuk apa kamu takut dengan arwah seperti itu. Genderuwo saja kita temani. Masa kamu masih takut setan sih." ucap Lutfhi dengan penuh kekesalan.
Tini terdiam dengan apa yang di ucapkan oleh Lutfhi pada dirinya. Dia merasa Lutfhi berkata seperti itu sebab belum bertemu dengan arwah gentayangan dari Baim. Mungkin saja Lutfhi akan menarik ucapannya tersebut, saat dia bertemu dengan arwah gentayangan dari Baim. Ini akan jadi satu hal yang menakutkan bagi Lutfhi saat bertemu dengan arwah dari Baim tersebut. Apalagi melihat tetesan dari yang ada di mulut Baim. Itu nampak menyeramkan bagi seorang Tini.
Lutfhi tetap tidak peduli. Dia meminta Tini untuk segera tidur, sebab Tini yang terus ketakutan membuat Lutfhi merasa kurang nyaman. Padahal Lutfhi berharap hari ini dia bisa tidur dengan nyenyak. Tidak ada gangguan sama sekali seperti yang di lakukan oleh Tini.
Tini sendiri merasa begitu kesal dengan sikap Lutfhi yang terkesan tidak baik. Padahal Tini hanya mengutarakan rasa takutnya saja. Namun Lutfhi justru malah menghardik dirinya dengan perkataan yang cukup kasar. Tini berharap Lutfhi akan bertemu dengan arwah gentayangan dari seorang Baim. Sehingga Lutfhi akan merasakan hal yang sama dengan apa yang Tini rasakan. Mungkin saja Lutfhi akan ketakutan seperti yang di alami oleh Tini saat ini.
__ADS_1