
Hujan memang turun sudah mulai sedikit reda, tidak ada angin seperti tadi. Hanya ada rintikan yang turun dengan intensitas yang cukup banyak. Ini menjadi kesempatan bagi seorang Baim untuk memberitahu seorang Lutfhi akan bangunan rumah yang roboh di terjang oleh aliran air hujan yang turun.
Terlalu beresiko bagi seorang Baim untuk pergi ke rumah Lutfhi tanpa mengunakan sebuah payung. Hingga Kinasih langsung mengambil sebuah payung berwarna hitam dengan ukuran yang besar untuk Baim gunakan.
Kinasih terlihat begitu perhatian pada sosok suaminya tersebut. Dia membukakan payung besar, lalu langsung memberikan pada seorang Baim. Dia juga membuka gerbang rumahnya, sehingga Baim tidak harus repot untuk membuka gerbang rumahnya tersebut. Ini menjadi sebuah perhatian yang cukup besar bagi seorang Kinasih pada seorang Baim.
Baim mulai berjalan menuju rumah Lutfhi. Dia tak mengunakan motor yang biasa di gunakan oleh Baim untuk berkunjung ke rumah Lutfhi. Dia khawatir Lutfhi akan semakin curiga pada dirinya yang selama ini di tuding telah menggelapkan dana pembangunan perumahan yang sedang berlangsung. Itu yang coba Baim singkirkan, dia berusaha menyingkirkan pra sangka buruk dari seorang Lutfhi terhadap Baim.
Baim dengan penuh percaya diri mendatangi rumah Lutfhi. Dia terlihat begitu yakin bisa membohongi Lutfhi dengan ucapan manisnya. Sehingga Lutfhi akan percaya dengan mulut sampahnya dalam berbohong.
Sebuah suara gong gongan anjing menyambut kedatangan dari Baim di rumah Lutfhi. Seekor anjing herder besar berwarna hitam di beli Lutfhi untuk menjadi satpam di rumahnya. Mungkin ini cara dari Lutfhi dalam meminimalisir terjadinya pencurian di rumah mewahnya. Maklum ada banyak barang berharga di rumah Lutfhi yang tentunya menjadi incaran banyak maling.
Baim sempat kaget dengan suara anjing tersebut. Hingga dia langsung panik saat mendengar suara anjing yang menggonggong di hadapannya. Saking terkejutnya terkejutnya seorang Baim. Dia pun sampai melepaskan payung yang ada di pegangan tangannya.
Salah seorang anak Lutfhi yang mengetahui kedatangan dari seorang Baim. Lantas meminta Baim untuk masuk ke dalam rumahnya. Pintu gerbang tidak di kunci sehingga Baim bisa langsung membuka pintu gerbang tersebut.
Baim segera membuka pintu gerbang tersebut. Dia kembali di hujani suara gong-gongaan keras dari anjing tersebut. Hingga Baim kembali terkejut saat mendengar suara gong-gongaan anjing herder milik Luthfi.
Anak Lutfhi yang menyambut kedatangan Baim itu sempat tersenyum saat melihat Baim yang terlihat begitu ketakutan dengan anjing baru Lutfhi tersebut. Dia merasa Baim adalah seorang penakut. Hingga dia ketakutan mendengar suara gong-gongaan anjing tersebut.
__ADS_1
"Apa Om Baim takut sama anjing?" tanya anak Lutfhi sedikit tertawa.
"Bukan takut. Om hanya kaget saja." jawab Baim berbohong.
Anak Lutfhi itu pun mempersilakan Baim masuk ke dalam rumahnya. Sementara dia kembali melanjutkan permainan di handphone mahalnya. Dia begitu menikmati suasana hujan rintik yang ada di hadapannya. Ini suasana yang cukup enak untuk di rasakan.
Baim mulai berjalan masuk ke dalam rumah Lutfhi. Tidak ada salam atau apapun, dia masuk ke dalam rumah Lutfhi dengan begitu saja.
Sampai ketika sudah berada di ruang tamu rumah Lutfhi. Baim berpapasan dengan seorang Lutfhi yang baru saja selesai mandi. Lutfhi pun langsung menegur Baim yang tidak mengucapkan salam yang seharusnya di ucapkan oleh Baim saat akan masuk ke dalam rumah Lutfhi.
"Jika kamu seorang kapir yang kesulitan mengucapkan Assalamualaikum. Kamu bisa mengucapkan salam yang lainnya." ujar Lutfhi dengan nada sinisnya.
Lutfhi meminta Baim duduk terlebih dahulu di sofanya. Sementara Lutfhi harus mengganti terlebih dahulu pakaiannya. Mungkin beberapa menit kemudian Lutfhi akan datang untuk menemui Baim yang telah berada di ruang tamu.
Baim segera duduk di ruang tamu. Baim terus berpikir cara untuk membuat seorang Lutfhi percaya akan omongan dari dirinya. Dia ingin mengatakan jika 10 bangunan rumah yang roboh itu adalah berkat pengerjaan dari para pekerja yang asal-asalan. Sehingga ketika hujan tiba, rumah itu menjadi roboh. Baim harus bisa meyakinkan seorang Lutfhi akan hal tersebut. Mengingat Lutfhi harus yakin akan ucapannya.
Pikiran Baim benar-benar sedang bergelut dengan sebuah cara dan pengucapan yang tentunya harus benar. Dia harus menunjukkan pada seorang Lutfhi akan omongan dia yang memang benar. Bangunan itu roboh oleh ulah pekerja bangunan yang tidak mengerjakan itu semua dengan sungguh-sungguh.
Tak lama, Lutfhi dengan pakaian tidur rapinya datang menghampiri Baim yang masih mencari kata-kata yang cocok untuk di ucapkan pada seorang Lutfhi. Ini akan jadi pekerjaan yang cukup berat bagi seorang Baim. Tapi dia harus melakukan itu, sebab mungkin saja dia akan salah mengucapkan sebuah kalimat. Di situ mungkin kepercayaan dari seorang Lutfhi akan turun seketika. Hingga Baim harus bisa mengontrol emosi dan intonasi dalam berbicara dengan Lutfhi.
__ADS_1
"Ok Baim, apa yang mau kamu bicarakan dengan saya. Apakah ini menyangkut soal proyek pembangunan perumahan?" tanya Lutfhi dengan wajah penasaran.
Baim menunduk. Sebelum akhirnya dia mengatakan beberapa kalimat untuk mendukung argumen dari dirinya.
"Tentu ini perihal pembangunan perumahan itu. Ada sedikit masalah yang terjadi di lapangan Lut." ujar Baim sedikit ketakutan.
"Masalah apa?" tanya Lutfhi semakin penasaran.
"Ada 10 bangunan rumah yang roboh di terjang hujan besar tadi. 10 rumah itu roboh total." jawab Baim.
"Kenapa bisa seperti itu. Apa jangan-jangan material bangunan yang kamu pakai itu tidak berkualitas. Sehingga ada 10 bangunan yang rusak. Padahal saya inginnya bangunan itu bisa tahan banjir bandang sekali pun. Masa sama hujan saja sudah kalah sih." Amarah seorang Lutfhi.
"Saya membeli barang material bangunan dengan kualitas tinggi Lut. Tapi sepertinya banyak pekerja ketika saya tidak ada di sana yang bekerja secara asal-asalan. Belum lagi mereka banyak melakukan pencurian material bangunan. Itu semakin membuat bangunan perumahan itu jauh dari kualitas standar yang telah di tetapkan." Terang Baim meyakinkan.
"Jadi maksud kamu, ada beberapa pekerja nakal yang mencuri di proyek itu. Apa kamu yakin itu?" tanya Lutfhi dengan wajah penasaran.
"Iya, makanya aku sedang mencari tahu lebih dalam lagi. Aku akan menangkap mereka yang melakukan tindakan curang itu. Sehingga mereka bisa tertangkap saat melakukan pencurian itu." ujar Baim.
Lutfhi terdiam sejenak. Dia antara percaya dan tidak percaya dengan apa yang di sampaikan oleh Baim. Dia adalah seorang pembohong besar. Namun apa yang di sampaikan oleh Baim, sesuatu hal yang wajar. Mungkin saja banyak pekerja yang mencuri material bangunan.
__ADS_1
Namun Lutfhi harus mencari tahu sendiri perihal bangunan itu. Dia tidak ingin termakan dengan omongan seorang Baim. Dia harus mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi pada proyeknya tersebut. Sehingga Lutfhi akan menemukan fakta yang sebenarnya.