Jimat Warisan

Jimat Warisan
Sabotase Tini dan Lutfhi


__ADS_3

Jika dengan membuat kesurupan tidak berhasil membuat pabrik bakso milik Kosim bangkrut. Mungkin dengan cara lain harus di lakukan oleh Tini dan Lutfhi. Tentu cara paling ampuh adalah dengan cara melakukan sabotase terhadap pabrik bakso milik Kosim tersebut. Sabotase itu bisa membuat pabrik bakso dari seorang Kosim tentu akan bangkrut.


Sebuah obat pencahar siap di menggantikan beberapa bumbu yang ada di dapur pembuatan bakso Kosim. Bumbu yang selama ini menjadi bumbu rahasia bagi usaha Kosim dalam beberapa tahun terakhir tersebut. Lutfhi dan Tini sudah tidak sabar untuk melakukan upaya sabotase pada pabrik bakso milik Kosim tersebut.


Mengenakan pakaian serba hitam layaknya maling di malam hari. Tini dan Lutfhi sudah siap membuat usaha bakso dari Kosim bangkrut dengan upaya sabotase yang akan mereka lakukan. Tini dan Lutfhi yakin, Kosim akan banyak di tinggalkan oleh pelanggan setianya dengan sabotase yang di lakukan oleh Tini pada usahanya.

__ADS_1


Tini dan Lutfhi pun perlahan merangsek masuk secara diam-diam ke pabrik bakso milik Kosim. Keduanya masuk melalui pintu belakang, di mana tidak ada pengawalan yang cukup ketat di lakukan oleh pihak Kosim. Padahal pintu itu sangat rawan di masuki oleh orang jahat seperti Tini dan Lutfhi.


Tanpa kesulitan sama sekali, Tini dan Lutfhi pun masuk kedalam tempat produksi bakso Kosim. Keduanya sudah tidak sabar untuk mengganti kaldu ayam yang menjadi bumbu rahasia dari bakso Kosim dengan obat pencahar. Dengan obat pencahar yang akan di masukkan kedalam bakso milik Kosim. Bukan tidak mungkin mereka yang makan bakso Kosim, akan merasakan sakit perut.


Tini dan Lutfhi pun begitu bahagia saat mencampur obat pencahar itu pada kaldu ayam di pabrik Kosim. Keduanya tanpa rasa bersalah sedikit pun, sudah tidak sabar untuk melihat kebangkrutan dari tempat usaha seorang Kosim. Mereka sudah tidak sabar untuk melihat Kosim bangkrut, sehingga Kosim pun akan menjual lahan miliknya pada Lutfhi.

__ADS_1


Tak ingin berlama-lama di dalam pabrik milik Kosim. Lutfhi dan Tini pun segera pergi dari pabrik tersebut. Mereka berdua sudah tidak sabar untuk menunggu para pelanggan Kosim yang akan menuntut ganti rugi, atas apa yang terjadi pada mereka. Kosim yang tak akan memiliki banyak uang untuk mengganti rugi pelanggannya. Berpeluang akan menjual lahan miliknya itu pada Lutfhi. Ide yang cukup cemerlang di lakukan oleh Lutfhi untuk membuat Kosim menjual tanah miliknya tersebut.


Tini memuji langkah berani dan strategi yang di buat oleh Lutfhi tersebut. Bagi Tini, Lutfhi adalah sosok yang cemerlang dalam menyusun rencana. Sehingga Tini begitu bangga dengan apa yang di lakukan oleh Lutfhi. Dia adalah sosok yang sangat berani dan penuh ide. Hingga Tini tak berhenti memuji seorang Lutfhi yang terus keluar dengan ide-ide cemerlang miliknya. Tini pun berharap Lutfhi akan terus memiliki ide cemerlang lainnya. Sehingga keluarga mereka akan semakin kaya raya lagi.


Lutfhi juga memuji istrinya yang selalu mendukung segala hal yang di lakukan oleh Lutfhi. Dia bahagia memiliki istri seperti Tini yang begitu mendukung apapun yang di kerjakan oleh Lutfhi. Sehingga Lutfhi pun tak kalah memuji seorang Tini yang begitu baik.

__ADS_1


__ADS_2