Jimat Warisan

Jimat Warisan
Lukas Memompa Semangat Sandi


__ADS_3

Itu menjadi sebuah hal mungkin berat bagi seorang Sandi. Bagaimana dia di hina dengan begitu buruknya oleh seorang Tini. Padahal Tini sendiri adalah bibi dari Sandi. Namun rasa benci seorang Tini terhadap Firman, telah membutakan rasa ibanya pada seorang Sandi. Hingga Tini dengan begitu kerasnya menghina Sandi.


Sandi cukup tertekan dengan apa yang di lakukan oleh seorang Tini pada dirinya. Dia merasa Tini sangat buruk dalam memperlakukan dirinya. Padahal Sandi adalah keponakan dari Tini. Namun Tini justru malah membuat Sandi patah semangat lagi untuk sekolah.


Sandi sedikit kesal pada seorang Tini. Bagaimana juga apa yang di katakan oleh Tini adalah sebuah antitesis dari apa yang selama ini Lukas lakukan. Tini membuat semangat seorang Sandi benar-benar turun. Padahal Lukas terus memompa semangat Lukas untuk terus mengebu-gebu dengan apa yang di lakukannya. Semua upaya yang di lakukan oleh Lukas adalah bagian dari apa yang Lukas sebut sebagai sebuah motivasi maju untuk Sandi.

__ADS_1


"Aku pikir, ada benarnya juga apa yang Bi Tini katakan padaku. Untuk apa aku sekolah, sementara Ayah dan Ibu adalah seorang yang melakukan pemujaan terhadap setan. Mungkin orang tidak akan peduli dengan ilmuku. Mereka akan ingat aku adalah seorang anak dari orangtua yang memuja setan." ujar Sandi dengan wajah murung.


"Tidak Sandi. Kamu jangan pernah berkata seperti itu. Aku pikir kamu harus jauh lebih dewasa. Mungkin dia hanya bercanda. Kamu harus tetap semangat. Aku bisa sukses, tanpa harus melakukan hal-hal ghaib yang akan merugikan kamu di masa akan datang." balas Lukas.


Sandi terlihat masih tidak semangat dengan apa yang ada. Dia masih terus memikirkan apa yang Tini katakan. Hingga Sandi begitu terpojokan dengan apa yang Tini perbuat.

__ADS_1


"Aku pikir kamu harus berhenti untuk memikirkan omongan setiap orang. Tidak semua omongan mereka adalah sebuah kebenaran. Sehingga kamu tidak harus menjadikan beban tersendiri. Kamu harus bisa lebih dewasa lagi San." ucap Lukas.


Sandi tetap tak bisa berhenti melupakan apa yang telah di katakan oleh seorang Tini pada dirinya. Dia masih memikirkan semua hal yang menjadi masalah bagi dirinya. Sandi pun terus di pompa semangatnya oleh seorang Lukas. Sehingga Sandi bisa kembali semangat untuk tetap menjalani perjalanan sebagai seorang murid. Ini yang harus terus di lakukan oleh Lukas.


Dengan motivasi yang baik dari seorang Lukas. Sandi akhirnya bisa kembali semangat untuk menghadapi apa yang ada. Dia kembali kuat seperti sediakala. Hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh seorang Lukas. Bagaimana juga, Sandi tidak pernah terlihat seperti ini sebelumnya. Dia kini mulai kembali bersemangat dengan motivasi yang di berikan oleh seorang Lukas pada dirinya.

__ADS_1


Sandi pun memeluk Lukas dengan begitu eratnya. Dia mengatakan begitu bahagia memiliki sepupu seperti Lukas. Di mana Lukas begitu baik dalam memberikan sebuah wejangan dan motivasi terhadap Sandi. Itu yang membuat Sandi merasa seperti memiliki kakak sendiri, dengan hadirnya seorang Lukas dalam hidup Sandi.


__ADS_2