
Tika yang senang dengan baju pemberian dari Sandra, lantas langsung mengenakan baju tersebut. Dia pun berjalan menggunakan bajunya saat pergi ke warung. Tika terlihat begitu senang dengan penampilannya dengan baju tersebut. Hingga Tika berjalan dengan penuh rasa percaya diri menuju warung.
Beberapa orang mulai menyahuti Tika yang tampil cantik dengan baju muslim. Para ibu-ibu itu melihat Tika terlihat begitu mempesona dengan baju itu. Padahal selama ini Tika memang kerap mengenakan baju muslim yang cantik. Namun Tika yang memang jarang ke keluar rumah, membuat mereka tidak pernah melihat Tika sebelumnya.
Tika pun terus tersenyum saat beberapa pujian datang kepada dirinya. Dia senang, tapi dia juga merasakan perasaan yang sedikit malu dengan sahutan yang datang pada dirinya. Padahal pujian itu seharusnya membuat Tika tersenyum.
Tiba di warung, pujian itu juga datang kembali pada dirinya. Bagaimana juga itu adalah pujian yang istimewa datang pada dia. Banyak orang yang memuji bagaimana Tika tampil dengan begitu cantiknya. Hingga mereka terpesona akan Tika dengan baju barunya tersebut.
Pemilik warung juga begitu terpesona dengan baju baru yang di kenakan oleh Tika. Ini baju yang bagus, sehingga Tika terlihat begitu cantik dengan baju tersebut.
"Apa ini baju baru kamu Tika?" tanya penjaga warung.
__ADS_1
"Iya Bu, Tika di kasih oleh kak Sandra." jawab Tika malu-malu.
"Oh jadi di kasih Sandra. Pantas terlihat mahal. Tapi itu uangnya haram atau halal yah. Maklum bapaknya Sandra-kan melakukan pesugihan." ujar salah seorang warga.
Ucapan dari salah seorang warga itu tidak di pahami oleh Tika. Dia merasa apa yang di katakan oleh warga itu merupakan sebuah fitnah. Sebab Sandra sendiri mendapat baju itu dari Tini. Tidak membeli langsung menggunakan uang dari orangtuanya.
Tika yang kurang senang dengan ucapan dari salah seorang warga tersebut. Seketika membalas ucapan dari warga itu dengan nada yang tinggi. Dia berharap salah satu warga itu tidak melakukan fitnah terhadap Sandra. Sebab fitnah adalah salah satu pertanda rasa iri dengki dari seseorang. Itu cukup membuat orang lain kurang suka dengan sikap iri seperti itu.
salah seorang warga itu tentu tidak terima dengan apa yang di ucapkan oleh Sandra pada dirinya. Dia merasa ucapan dari Sandra itu tidak sopan pada dirinya. Apalagi Sandra menggunakan intonasi nada suara yang tinggi. Itu yang membuat warga tersebut merasa Sandra telah melakukan tindakan yang kurang ajar pada dirinya.
Warga itu marah pada Tika, tapi untuk apa dia melawan Tika yang masih kecil. Itu tidak berkelas baginya. Sehingga dia lebih memilih untuk diam dengan apa yang ada. Meladeni anak kecil seperti Tika tentu tidak akan membuat dirinya terlihat keren. Justru itu akan menurunkan levelnya sebagai orang dewasa.
__ADS_1
Tika sendiri bukan melakukan tindakan yaah kurang sopan. Dia hanya merasa apa yang di lakukan oleh warga tersebut pada dirinya kurang begitu baik. Dia memfitnah Sandra, seolah-olah apa yang di beli oleh Sandra adalah uang haram. Apalagi saat ini Sandra dan Sandi resmi jadi kakak Tika. Tentu ada kewajiban dari Tika untuk membela kedua saat ada orang yang mencoba memfitnah mereka berdua.
Tika yang awalnya ingin membeli gula pesanan dari Ima. Mulai terlihat sudah tidak nyaman lagi untuk belanja di warung tersebut. Sebab banyak orang yang membicarakan keburukan orang lainnya. Itu yang buat Tika merasa warung itu seperti sarang neraka. Di mana orang-orang di sana begitu senang membicarakan keburukan dari orang lain. Membiasakan dirinya untuk menjadi mahluk sempurna, padahal hidup mereka jauh dari kata sempurna seperti yang ada. Itu cukup untuk menggambarkan bagaimana tempat itu seperti sarang neraka.
Tika pun akhirnya benar-benar mengurungkan niatnya untuk belanja di warung tersebut. Dia pergi dari warung tersebut. Namun baru beberapa langkah saja, Tika langsung di hampiri oleh Tini. Dia tidak terima dengan baju yang di kenakan oleh Tika. Baju yang seharusnya di kenakan oleh Sandra itu, justru malah di pakai oleh Tika. Hal yang tidak seharusnya di lakukan oleh Tika. Mengingat baju itu memang Tini berikan untuk Sandra, bukan Tika.
Tini menarik baju yang di kenakan oleh Tika tersebut. Dia juga berusaha melepaskan dengan paksa baju itu dari tubuh Tika. Hingga Tika sempat hampir terjatuh di tarik oleh Tini dengan begitu kuatnya. Untung Tika masih bisa menyimbangkan tubuhnya. Sehingga Tika tetap bisa berdiri dengan baik.
Melihat Tika yang mengalami kekerasan oleh Tini, beberapa warga mulai kasihan pada Tika. Mereka melihat Tini melakukan kekerasan yang seharusnya tidak di lakukan pada anak seperti Tika. Namun Tini yang tidak suka baju pemberian dari dirinya di ambil oleh Tika. Tentu tidak peduli dengan omongan orang yang ada di warung tersebut. Tini tetap berusaha merobek baju yang di pakai oleh Tika, bahkan Tini menarik dengan begitu kasarnya. Hingga akhir baju dari Tika tersebut robek di buat oleh Tini.
Tika menangis dengan apa yang di lakukan oleh Tini. Namun dia tidak peduli, Tini justru malah semakin membabi buta dalam melancarkan aksinya. Tini pun terus membuat Tika semakin tidak berdaya dengan aksinya tersebut. Tini lebih rela bajunya robek, daripada harus di kenakan oleh Tika.
__ADS_1
Tika pun akhirnya pulang ke rumah Ima dengan keadaan baju yang robek. Dia tidak merasa bersedih dengan perlakuan dari Tini. Padahal Tika tidak salah apapun pada Tini. Tika mengenakan baju itu pun atas persetujuan dari Sandra. Bukan keinginan dari dirinya sendiri. Hingga tidak seharusnya Tini melakukan aksi tidak terpuji tersebut pada Tika.