
Hujan deras usai, kini berganti menjadi hujan gerimis dengan hembusan angin yang menusuk. Dedaunan mulai terhempas entah kemana rimbanya. Orang-orang tak berani berada di luar, mereka menarik selimut mereka untuk tetap hangat di dalam rumah masing-masing.
Begitu juga dengan pak RT yang berstatus duda. Dia hanya bisa memeluk guling sebagai temannya tidur. Tidak ada sosok istri yang mendampingi dirinya. Kedua anaknya juga telah lama pindah rumah dari rumah pak RT. Hanya ada Rosmitha yang berada di kamar atas bersama dengan pak RT.
Hembusan angin yang kencang, sedikit membuat pak RT kedinginan. Dia mengenakan sebuah jaket tebal untuk membuat kulitnya tetap hangat. Sehingga pak RT pun tidak terlalu merasa kedinginan dengan cuaca yang begitu dingin tersebut.
Malam yang semakin larut, membuat aktivitas di sekitar rumah pak RT sudah tidak ada lagi. Tidak ada orang yang mengobrol di luar, sehingga suasana benar-benar begitu terasa sepi. Hanya ada suara jarum jam yang terus berputar dengan begitu kencangnya. Begitu juga dengan suara cicak yang berlomba dengan suara jarum jam yang semakin terdengar nyaring.
Perlahan pak RT yang sedang membaca beberapa informasi di handphone miliknya, mulai lelah. Dia pun sudah berulang kali menguap saat membaca berita tersebut. Hingga mungkin ini saatnya bagi pak RT untuk segera tidur. Waktu yang tepat bagi pak RT tertidur.
Sebelum tidur, pak RT mulai mengisi daya baterai handphone miliknya. Itu sangat penting di lakukan oleh pak RT, agar ketika dia bangun pagi. Baterai handphone miliknya sudah terisi dengan penuh. Sehingga dia tidak harus lagi mengisi daya baterai handphone-nya tersebut.
Tak lupa pak RT juga menyikat gigi sebelum tidur. Ini rutin di lakukan oleh pak RT untuk menjaga kesehatan giginya. Selama ini pak RT kerap sakit gigi, sehingga dia harus membiasakan sebuah kebiasaan baik untuk bisa menghilangkan penyakit yang kerap menyiksa dirinya tersebut.
__ADS_1
Baru akan masuk ke dalam kamar mandinya, tiba-tiba pak RT mulai merasakan sesuatu hal yang aneh. Bulu di tubuhnya mulai berdiri secara spontan. Hingga ada sedikit rasa takut yang mulai menyerang dirinya tersebut.
Perasaan kurang enak itu semakin menjadi saat pak RT masuk ke dalam kamar mandi. Bukan hanya bulu kuduk saja yang berdiri, tapi juga rasa takut yang mulai menyerang pikirannya. Itu sangat menggangu bagi seorang pak RT. Hingga dia gemetaran saat harus menyalakan kran air di kamar mandinya.
Dia terus memperhatikan area sekitar kamar mandi. Mungkin dia akan menemukan sesuatu yang bisa dia temui, sehingga dia tidak akan merasa takut lagi. Kemudian pak RT langsung mengambil odol dan sikat gigi untuk membersihkan giginya.
Saat mulai menuangkan odol itu ke sikat gigi. Pak RT langsung di kejutkan dengan kehadiran sosok kuntilanak yang tiba-tiba datang dari arah pintu kamar mandinya. Sontak pak RT berteriak histeris melihat kedatangan kuntilanak yang seram tersebut. Dia melempar sikat gigi berisi odol tersebut. Dengan segera pak RT berlari keluar dari dalam kamar mandinya menuju kamar Rosmitha yang berada di lantai 2.
Sebenarnya Rosmitha sudah tertidur dengan lelapnya. Namun Rosmitha kembali bangun saat pak RT mengetuk pintu kamar dengan suara yang begitu keras. Dia langsung membuka pintu kamarnya. Lalu Rosmitha pun menanyakan apa yang membuat pak RT begitu ketakutan.
Pak RT langsung masuk ke dalam kamar keponakannya tersebut. Dia menceritakan bagaimana sosok kuntilanak dengan wajah menyeramkan ada di kamar mandi rumahnya. Kuntilanak itu memiliki penampakan yang begitu seram dengan kuku panjangnya.
Rosmitha antara percaya dan tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh pamannya tersebut. Selama ini dia belum pernah menemukan sosok kuntilanak seperti yang di katakan oleh pamannya. Padahal Rosmitha telah lama tinggal di rumah pamannya itu. Namun dia tak pernah bertemu dengan kuntilanak yang di maksud oleh pamannya. Sehingga ada sedikit heran jika memang benar adanya kuntilanak itu berada di kamar mandi rumah pamannya.
__ADS_1
"Apa itu benar paman, perasaan aku tidak pernah bertemu dengan kuntilanak yang paman maksud. Aku jadi ragu." ucap Rosmitha.
"Benar, sumpah demi Allah. Paman ketemu sama kuntilanak di kamar mandi. Untuk apa paman berbohong sama kamu Ros." balas pak RT dengan wajah yang masih ketakutan.
Rosmitha yang masih kurang yakin dengan apa yang di katakan oleh pak RT. Akhirnya langsung datang ke kamar mandi. Di mana Rosmitha bisa menemukan sosok kuntilanak yang di maksud oleh pak RT.
Baru selangkah turun dari tangga rumah, Rosmitha langsung di kejutkan dengan sebuah bayangan yang melintas tepat di hadapannya. Tak lama kemudian suara ketawa khas kuntilanak itu langsung terdengar ke telinga Rosmitha. Dia mendengar dengan jelas suara ketawa dari kuntilanak yang terdengar begitu seram.
Dari yang awalnya tidak percaya dengan ucapan dari pamannya. Hingga akhirnya Rosmitha pun percaya dengan apa yang di sampaikan oleh pamannya. Ada sosok kuntilanak yang datang ke rumah pamannya tersebut. Sosok Kuntilanak seram yang meneror rumah pak RT.
Rosmitha langsung membaca ayat kursi untuk mengusir kuntilanak dari rumah pak RT. Dengan khusyuk dia membaca ayat kursi. Hingga perlahan suara kuntilanak yang terdengar semakin nyaring, akhirnya kalah dengan suara merdu dari seorang Rosmitha kala membaca ayat kursi.
Kuntilanak itu ketakutan dengan suara ayat kursi yang di baca oleh Rosmitha. Sehingga dia langsung pergi dari rumah pak RT.
__ADS_1