Jimat Warisan

Jimat Warisan
Lakon Tini Dan Lutfhi


__ADS_3

Ah berhasil rasanya semua rencana dari Lutfhi dan Tini. Kedua begitu bahagia akan kematian dari seorang Adi dalam sebuah kecelakaan. Mereka pun sudah siap memetik hasil dari kecelakaan yang terjadi pada seorang Adi. Memetik buah kesuksesan yang akan terjadi pada keduanya di kemudian hari.


Tini tak henti tersenyum mendengar kematian dari keponakannya tersebut. Padahal seluruh anggota keluarga Tini begitu sedih dengan apa yang terjadi pada Adi. Adi adalah sosok anak yang cerdas, dia sering memenangkan perlombaan. Sehingga tak heran, akan sangat kehilangan bagi seluruh keluarga besar Tini akan sosok Adi.


Tapi Tini yang sudah tidak memiliki hati, tidak peduli dengan semua itu. Bagi Tini semuanya akan menjadi baik-baik saja saat uang dia bertambah banyak. Tidak peduli dengan apa yang terjadi pada seorang Adi. Sebab itu bukan urusan bagi seorang Tini, terpenting kekayaan dari seorang Tini semakin banyak.


Bahagia Tini, juga menjadi kebahagiaan bagi seorang Lutfhi. Dia begitu senang dengan Tini yang semakin terlihat bahagia dengan apa yang di miliki oleh dirinya. Tini pun semakin terlihat glamor dengan harta yang di miliki olehnya. Itu yang membuat Tini bahagia.


Tini dan Lutfhi pun siap berakting di hadapan keluarga besarnya. Sehingga tidak akan ada orang yang tahu, jika Tini dan Luthfi adalah dalang kematian dari seorang Adi. Tini dan Lutfhi pun bersiap datang melayat ke rumah Misna. Mengucapkan ucapan belasungkawa yang sedalam-dalamnya pada Misna yang baru saja di tinggalkan oleh Adi.

__ADS_1


Lutfhi dan Tini yang ingin menunjukkan kekayaan yang di miliki oleh mereka berdua. Sengaja menggunakan sebuah mobil mewah untuk datang ke rumah Misna. Padahal jarak rumah Tini dan Misna tidak terlalu jauh. Tapi Tini dan Lutfhi sengaja melakukan itu untuk memamerkan mobil mewah mereka yang baru di beli beberapa hari yang lalu.


Tini juga terlihat seperti toko emas berjalan. Hampir di seluruh bagian tubuh seorang Tini, di temukan perhiasan emas yang cukup banyak. Kalung, gelang, cincin hingga anting besar menghiasi tubuh Tini. Banyak orang yang mengagumi kekayaan dari seorang Tini. Walaupun banyak juga yang mengira Tini dan Lutfhi melakukan pesugihan.


Masuk kedalam rumah Misna, Tini langsung menangis dengan begitu hebatnya. Dia memang pandai dalam berlakon, sehingga kesedihan dari seorang Tini terlihat begitu natural. Dia terlihat begitu bersedih dengan kepergian dari seorang Adi. Padahal Tini dan Lutfhi yang telah menumbalkan Adi pada Genderuwo peliharaannya sendiri.


"Mas.. Mbak.. Aku turut berbelasungkawa atas kematian Adi. Aku tidak menyangka Adi akan pergi secepat ini." ucap Tini dengan wajah sedihnya.


Tini yang tak terima dengan perlakuan dari Saroh. Lantas balik memaki Saroh dengan kata-kata yang tidak pantas. Tini merasa Saroh tidak tahu di untung, di mana Saroh begitu munafik. Tini merasa Saroh adalah perempuan munafik yang tidak tahu di untung. Bagaimana juga, Tini adalah bibi dari Adi. Sehingga Tini akan meminjam motor ketika Adi butuh. Saroh saja yang di anggap Tini tidak bisa menerima kenyataan yang ada. Hingga Saroh justru malah menyalahkan Tini.

__ADS_1


Tini yang sudah kecewa dengan sikap dari Saroh, lantas memilih untuk pergi dari rumah Saroh. Dia mengaku marah dengan perlakuan dari Saroh pada dirinya. Tini pun menumpahkan Saroh untuk kehilangan satu anaknya lagi dalam waktu dekat. Sehingga Saroh akan kehilangan dua anaknya tersebut.


Ucapan dari Tini itu langsung di bantah oleh Lukas. Lukas meminta Tini untuk tidak mengatakan hal tersebut. Sebuah sumpah adalah hal yang tidak baik di ucapkan oleh Tini. Ini akan menjadi sebuah hal yang paling tidak boleh di lakukan oleh Tini. Sehingga Tini tidak boleh melakukan hal tersebut pada siapa pun.


Tini tidak peduli, baginya Saroh terlalu berlebihan dalam menyikapi kematian dari seorang Adi. Sehingga Saroh harus menyalahkan orang lain dalam kematian tersebut. Padahal kematian adalah hal yang wajar terjadi pada siapa saja, tidak harus menyalahkan orang lain untuk itu. Semua sudah menjadi rahasia ilahi.


Tak hanya Tini yang marah, Lutfhi pun tersulut emosi dengan apa yang di ucapkan oleh Saroh. Tidak seharusnya Saroh mengatakan itu pada Lutfhi dan Tini. Benar apa yang di ucapkan oleh Tini, seharusnya Saroh bisa menerima semua yang terjadi pada Adi. Tidak harus menyalahkan orang lain atas kematian dari anaknya tersebut.


Untuk menengahi keduanya, akhirnya Lukas meminta Tini dan Saroh introspeksi diri. Sebab apa yang Saroh lakukan sangat tidak baik, sehingga Saroh tidak seharusnya menyalahkan Tini.

__ADS_1


Begitu juga dengan Tini yang harus bijak dalam memberikan bantuan. Mungkin maksud dari Tini baik, tapi Tini harus melihat juga kondisi Adi. Dia masih di bawah umur, sehingga belum bisa menaiki motor sendiri. Bijak bagi seorang Tini untuk bisa lebih dewasa lagi dalam mengambil keputusan yang akan di ambil oleh dirinya di kemudian hari.


Tini tetap tidak bisa menerima perlakuan dari Saroh. Dia pun pulang dengan penuh amarah. Amarah yang tentu akan di balas dengan sebuah sihir yang akan di gunakan oleh Tini.


__ADS_2