
"Tika"
"Tika."
"Tika."
Tiwi terus memanggil nama Tika untuk bisa bermain dengan dirinya. Namun Tika sama sekali tidak memperdulikan ucapan dari Tiwi. Dia marah pada Tiwi, sebab Tini yang merusak halaman rumahnya tersebut.
__ADS_1
Tika terus berjalan menuju kelas tanpa memperdulikan ucapan Tiwi yang terus memanggil namanya. Tika sudah di berikan pesan oleh ibunya untuk tidak lagi berteman dengan seorang Tiwi. Tika pun siap menjalankan amanah dari ibunya tersebut.
Tiwi yang tidak mengetahui amarah dari seorang Tika, terlihat begitu terlihat santai dengan sikap dingin yang di tunjukkan oleh Tika pada dirinya. Padahal Tika terlihat sama sekali tidak bersikap baik pada Tiwi. Namun Tiwi tetap merasa itu hal yang wajar, hingga dia tetap berusaha mengajak Tika untuk mengobrol.
Baru di depan kelas, Tika mulai mengutarakan jika dirinya tidak ingin berteman lagi dengan Tiwi. Tika mengatakan jika dirinya tidak ingin berteman dengan anak dari seorang yang suka berbuat onar seperti Tiwi. Perbuatan Tini yang keterlaluan di rumah Tika, cukup untuk membuat Tika marah pada Tiwi. Padahal Tika tidak pernah jahat pada Tiwi, tapi Tini melakukan tindakan yang jauh lebih anarkis di rumah Tika. Itu yang buat Tika begitu marah pada Tiwi dan Tini. Dia meminta pada Tiwi untuk tidak lagi berteman dengan Tika. Sebab Tika sudah tidak mau lagi berteman dengan Tiwi.
Tiwi mengejar Tika menuju bangku. Namun Tika yang tidak ingin berdekatan dengan Tiwi, memilih untuk berpindah bangku. Bagi Tika, sudah tidak ada lagi hubungan apapun lagi di antara mereka. Juga dalam hal duduk sebangku, Tika sudah tidak ingin lagi duduk sebangku dengan Tiwi.
__ADS_1
Tiwi menangis dengan sikap yang di tunjukkan oleh Tika pada dirinya. Apalagi kabar akan Tini yang menghancurkan halaman rumah Tika sudah terdengar oleh semua siswa. Sontak mereka pun langsung menjauhi Tiwi. Sebab mereka takut halaman rumah mereka akan bernasib sama seperti halaman rumah Tika yang di rusak oleh Tini. Makanya mereka memilih untuk menjauhi Tiwi.
Tiwi pun benar-benar merasa sendiri. Tidak ada satu pun teman yang mau berteman dengan dirinya lagi. Tika apalagi terus menyebarkan berita akan perbuatan Tini di rumahnya. Tentu itu menjadi sebuah propaganda yang menghancurkan reputasi dari Tiwi di sekolah.
Tiwi pun harus duduk sendirian di bangku. Tidak ada orang yang mau duduk di samping Tiwi. Mereka terhasut dengan cerita yang sedikit di lebih-lebihkan oleh Tika. Mereka tidak mau rumahnya bernasib sama seperti rumah Tika. Rumah yang di hancurkan oleh Tini dengan membabi buta.
Tak hanya menjauh, tapi ada juga sebagian yang mulai memaki Tiwi dengan perkataan yang kasar. Mereka juga meledek Tiwi sebagai anak setan. Sesuai dengan apa yang di katakan oleh ibu Tika. Jika keluarga dari Tiwi adalah keluarga setan. Sebab mereka melarang Tiwi untuk ikut sekolah agama. Hanya setan yang takut dengan ajaran Allah SWT. Tidak ada manusia yang mau menolak ajakan untuk belajar ilmu agama. Itu yang di tekankan oleh setiap orang yang ada.
__ADS_1
Tiwi semakin bersedih hati dengan apa yang di sampaikan oleh teman-temannya tersebut. Dia merasa apa yang di sampaikan oleh teman-temannya itu adalah sebuah kesalahan. Sehingga Tiwi seharusnya tidak di perlakukan dengan seperti itu. Hal yang harusnya Tiwi tidak dapatkan di hari ini. Namun Tiwi malah merasakan hal yang buruk tersebut.