
Perjalanan yang cukup jauh, telah membawa santet dari seorang Firman pada Tini menemui targetnya. Santet pedih yang di kirim oleh seorang Firman pada Tini pun tiba di rumah Tini. Santet itu langsung bersarang pada tubuh Tini dengan begitu cepatnya.
Tini yang sedang mewarnai kukunya di balkon rumahnya, tiba-tiba langsung merasakan nyeri pada bagian kepala. Dia mengerang kesakitan di hampir seluruh bagian kepalanya. Hingga Tini tak bisa mengendalikan dirinya, dia pun terjatuh dari atas kursi dengan spontannya.
Mendengar jatuhnya Tini dari atas kursi, Lutfhi langsung segera mendatangi Tini yang juga mengerang kesakitan. Lutfhi langsung panik saat melihat Tini yang begitu kesakitan di bagian kepalanya.
Tak berselang lama, Tini juga langsung mengeluarkan darah dan paku dari dalam mulutnya. Tini muntah darah dan paku, hingga Lutfhi sudah menduga ada seseorang yang telah menyantet seorang Tini.
__ADS_1
Lutfhi langsung mengambil keris yang di kenal mampu menangkal santet tersebut. Keris yang bisa membuat semua santet bisa bebas dari santet tersebut.
Lutfhi dengan sedikit membaca ajian, mulai menempelkan keris itu pada tubuh Tini. Dengan segera tubuh Tini bereaksi usai mendapatkan sentuhan dari keris tersebut. Tubuh Tini yang mulai terlihat rintih itu, langsung kembali kuat dengan energi yang di berikan oleh keris tersebut.
Perlahan rasa sakit kepala hebat yang menyerang dirinya, seketika menghilang begitu saja. Tini juga sudah tidak mengeluarkan darah dari dalam mulutnya. Walaupun masih ada sedikit rasa lemas yang ada di tubuhnya. Namun saat ini Tini sudah mulai sedikit lebih baik, dia merasa jauh lebih baik dari sebelumnya.
Tini lantas menceritakan bagaimana dirinya yang begitu merasakan rasa sakit yang teramat besar di bagian kepalanya. Dia juga merasakan perutnya seperti ada yang menusuk. Hingga Tini begitu merasa lemas.
__ADS_1
Lutfhi sudah yakin, ini adalah ulah dari seorang Firman dan istrinya. Jika Firman memiliki kemampuan untuk menangkal santet dari Lutfhi, tapi tidak dengan istri Firman. Mungkin saja dia akan bisa dengan mudah di santet oleh Lutfhi. Hingga istri Firman itu siap menjadi target santet Lutfhi, sebagai balasan dari apa yang telah di lakukan oleh Firman dan istrinya.
Lutfhi langsung mendatangi ruangan tempat Lutfhi melakukan praktek perdukunan . Dia bersiap untuk melakukan santet untuk istri dari Firman. Lutfhi pun sudah menyiapkan seluruh perlengkapan yang akan dia gunakan untuk menyantet istri Firman tersebut. Hingga Lutfhi yakin, santet yang dia kirim hari ini akan berhasil menemui targetnya.
Dengan ajian super kilat, Lutfhi mulai membaca beberapa ajian yang memang di peruntukan untuk menyantet seseorang. Ajian yang kuat itu, di yakini bisa membuat Genderuwo milik Lutfhi semakin kuat. Hingga Genderuwo Lutfhi itu bisa menjalankan tugasnya dengan begitu baiknya.
Genderuwo Lutfhi pun datang dengan samar-samar. Dia menanyakan apa yang hendak di inginkan oleh seorang Lutfhi. Lutfhi mengatakan jika dirinya ingin istri dari Firman di bunuh oleh Genderuwo itu. Entah dengan cara apa, tapi Genderuwo itu harus membunuh istri dari Firman tersebut. Sebab istri Firman itu telah berusaha menyantet Tini. Itu yang membuat Lutfhi marah pada Firman dan istrinya.
__ADS_1