Jimat Warisan

Jimat Warisan
Lutfhi Yang Tidak Bisa Tidur


__ADS_3

Angin berhembus dengan begitu kencangnya. Menerbangkan dedaunan yang ada di sekitar rumah. tetesan gerimis menari kesana-kemari mengikuti arah angin yang tak beraturan.


Lutfhi nampak gelisah di atas kasurnya. Malam yang semakin larut, tapi Lutfhi tidak kunjung tertidur. Padahal kedua matanya terlihat begitu lelah. Namun otaknya tetap tidak merespon untuk tertidur. Sehingga sulit bagi Lutfhi untuk bisa tertidur seperti yang di harapkan olehnya.


Lutfhi menggaruk kepalanya. Dia terlihat benar-benar frustasi di buat malam ini. Bagaimana tidak, dia terlihat tidak bisa tidur seperti yang di harapkan olehnya.


Tini yang sudah terlelap tidur di samping kiri Lutfhi, akhirnya terbangun. Sebab Lutfhi yang tak kunjung tidur. Terus memainkan handphone miliknya. Apalagi Lutfhi menonton beberapa video di salah satu aplikasi. Jelas suara bising dari video itu semakin membuat Tini tidak dapat tertidur dengan nyaman. Dia pun akhirnya terbangun dari tidur pulasnya tersebut.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak tidur?" tanya Tini dengan menggerutu


"Aku ingin tidur, tapi aku tidak bisa tidur. Makanya aku buka handphone lagi." jawab Lutfhi sedikit kesal.


"Rasanya udara di kamar ini gerah banget. Padahal di luar sana, hujan gerimis. Entah kenapa dengan tubuhku ini." ucap Lutfhi dengan wajah kesalnya.


Tini yang masih mengantuk berat, kembali tertidur dengan pulasnya. Dia kembali menutup matanya untuk tertidur. Sementara Lutfhi terus gelisah, sehingga dia tidak dapat tertidur. Sekalipun kedua matanya terasa begitu berat. Tapi pikiran Lutfhi tetap tidak dapat di fokuskan untuk tertidur.

__ADS_1


Namun tetap saja, Lutfhi tidak dapat tertidur. Dia kembali menoleh ke arah jam dinding. Dimana waktu yang sudah semakin menuju ke pagi. Tapi Lutfhi tetap tak kunjung tertidur. Dia kembali mengambil handphone miliknya. Lalu membuka beberapa aplikasi yang mungkin akan membuat Lutfhi terhibur dengan aplikasi tersebut.


Jika sedari tadi Lutfhi memainkan handphone miliknya dengan posisi membaringkan tubuhnya ke arah kiri. Kini Lutfhi mulai mengganti posisinya. Dia duduk di atas kasurnya, menyenderkan punggungnya pada pinggiran kasur. Lutfhi pun mulai membuka beberapa aplikasi yang selama ini menjadi andalan dari dirinya dalam mendapatkan hiburan.


Lambat laun, rasa ngantuk yang di rindukan oleh seorang Lutfhi akhirnya hadir. Lutfhi pun mulai merasakan rasa kantuk yang teramat. Dia terlihat mulai mengantuk, dengan matanya yang mulai lelah. Lutfhi bersiap mengambil posisi tidur terbaik di malam ini. Tidur dengan posisi terlentang di atas kasur.


Tapi baru juga mengambil posisi terlentang tersebut. Lutfhi kembali segar, tiba-tiba dia tidak mengantuk lagi. Sehingga Lutfhi kembali tidak dapat tertidur seperti pada awalnya. Padahal di posisi Lutfhi yang duduk bersandar di pinggiran kasur. Lutfhi sudah akan tertidur. Tapi saat Lutfhi melentangkan tubuhnya di atas kasur. Lutfhi kembali segar seperti sediakala. Itu menjadi pertanyaan besar bagi seorang Lutfhi.

__ADS_1


Lutfhi kembali duduk bersandar, dia kembali mengantuk berat. Hingga akhirnya Lutfhi benar-benar tertidur dengan bersandar pada pinggiran kasur. Sementara kedua tangan Lutfhi di letakan di atas perut. Lutfhi seketika tidur dengan begitu nyenyaknya. Hingga suara ngorok yang biasa keluar dari dalam mulutnya, terdengar dengan begitu jelasnya keluar rumah.


Posisi tidur Lutfhi itu sangat mirip dengan posisi tidur genderuwo. Dimana mereka tidur dengan posisi duduk seperti itu. Kedua tangan yang di lipat juga semakin menunjukkan arwah genderuwo itu mulai menyebar ke seluruh badan Lutfhi. Hingga Lutfhi memiliki kemiripan yang akurat dengan genderuwo peliharaannya sendiri. Dengan posisi tidur seperti itu, Lutfhi bisa tidur dengan nyenyak. Beda jika Lutfhi terlentang atau tengkurap. Lutfhi sama sekali tidak dapat tertidur dengan baik. Dia justru tidak bisa tidur sama sekali.


__ADS_2