
Hampir dua bulan di bangun, rumah baru Lutfhi dan Tini pun akhirnya telah usai. Rumah megah dengan bangunan tiga lantai itu, membuat iri para tetangga yang ada di sekitar rumah Lutfhi. Mereka begitu iri dengan rumah mewah yang di miliki oleh Lutfhi.
Tini dan Lutfhi yang dua bulan tinggal di rumah kontrakan. Membawa hampir satu truk penuh barang-barang mewah yang mereka beli hasil dari bonus yang Lutfhi dapatkan dari penjualan tanah. Barang-barang mewah yang Tini dan Lutfhi miliki, kembali membuat tetangga di sekitar rumah mereka iri. Apalagi dengan lagak Lutfhi yang terlihat tengil, semakin membuat tetangga di sekitar rumah mereka semakin membenci sosok Lutfhi dan Tini yang sombong.
Tidak ada warga yang membantu pindahan dari Lutfhi. Mereka tidak peduli dengan kesusahan yang di alami oleh Lutfhi ketika memindahkan barang-barang miliknya. Sampai seorang pemuda berniat menolong Lutfhi, tapi langsung di tolak oleh Lutfhi secara mentah-mentah. Lutfhi khawatir pemuda itu akan mencuri salah satu barang milik Lutfhi yang ada di dalam rumahnya. Dia pun menolak tawaran dari pemuda tersebut. Apalagi Lutfhi yang di bantu oleh genderuwo miliknya, terlihat begitu kuat saat membawa setiap barang besar turun dari atas mobil.
Hampir 30 menit memindahkan barang dari mobil menuju rumahnya. Lutfhi, Tini dan kedua anaknya begitu lelah. Mereka pun berniat membeli bakso untuk makan. Anak sulung Lutfhi yang di minta membeli bakso. Fajar pun dengan segera membeli 4 bungkus bakso yang di minta oleh Lutfhi.
__ADS_1
Baru keluar dari pintu rumahnya. Fajar di kejutkan dengan sosok genderuwo besar yang berada di salah satu ayunan yang Lutfhi buat untuk kedua anaknya main-main. Sontak Fajar yang ketakutan, langsung kembali masuk kedalam rumahnya. Dia tak berani untuk pergi keluar sendiri.
"Ada apa, kenapa kamu kamu balik lagi kesini?" tanya Tini.
"Ada genderuwo Bu di luar. Disana ada genderuwo besar Bu. Fajar takut." ucap Fajar dengan suara gelagapan.
"Dimana kak, aku kok jadi takut juga." balas Dea yang merupakan adik dari Fajar.
__ADS_1
Begitu Tini dan kedua anaknya keluar rumah, genderuwo yang awalnya bermain-main di atas ayunan. Kini sudah tidak ada lagi. Sehingga ucapan dari Fajar pun di anggap bohong oleh Dea.
"Mana genderuwo itu kak Fajar?" tanya Dea dengan penasaran.
"Tadi ada di ayunan itu. Aku melihat genderuwo seram itu ada di ayunan itu." jawab Fajar dengan begitu ketakutan.
"Kak Fajar bohong. Buktinya tidak ada genderuwo itu." balas Dea.
__ADS_1
"Makanya Fajar, kamu jangan pernah takut pada hal begituan. Kalau kamu tidak ganggu mereka. Kamu juga tidak akan di ganggu. Jadi jangan takut lagi. Ibu minta itu sama kamu. Jangan pernah takut lagi pada genderuwo tersebut." ujar Tini dengan tegas.
Fajar hanya bisa menunduk saat Tini memberitahu dirinya. Dia terlihat begitu malu dengan apa yang terjadi. Sebab Fajar yang seorang laki-laki, justru di anggap penakut. Hingga Fajar berjanji untuk tidak pernah takut lagi dengan genderuwo berbadan besar tersebut.