
Tidak ada masalah bagi Adi untuk membawa motor dari Tini yang berjenis matic tersebut. Adi pun membawa motor itu dengan baiknya. Dia terlihat begitu nyaman membawa motor milik Tini itu menuju rumah Aisha. Sebelum keduanya akan menghabiskan waktu bersama menuju toko buku.
Banyaknya uang pemberian dari seorang Tini pada Adi. Adi pun berniat untuk membelikan sebuah martabak yang mungkin bisa di berikan pada kedua orangtua Aisha. Apalagi kedua orangtua Aisha adalah pecinta martabak. Sudah bisa di pastikan martabak manis yang akan di bawa oleh Adi, akan menjadi nilai tambah bagi kedua orangtua Aisha. Adi pun akan semakin terlihat baik di mata orangtua Aisha.
Adi terus tersenyum saat membeli martabak yang akan dia berikan pada orangtua Aisha. Dia sudah bisa membayangkan senyum dari kedua orangtua Aisha ketika menerima martabak dari seorang Adi. Mungkin mereka akan senang dengan apa yang Adi bawa. Sehun mereka tidak akan melarang Adi untuk pergi bersama dengan Aisha.
Tidak terlalu lama menunggu, akhirnya martabak yang di pesan oleh Adi pun matang. Dia pun segera membawa martabak itu menuju ke rumah Aisha. Di mana martabak itu akan menjadi sebuah sogokan bagi Adi untuk bisa jalan bersama dengan Aisha.
Sesampainya di rumah Aisha. Adi langsung membawa martabak manis itu masuk ke dalam rumah Aisha. Kedatangan dari seorang Adi langsung di sambut baik oleh kedua orangtua Aisha. Apalagi ayah Aisha yang melihat Adi membawa martabak, dia langsung tersenyum gembira melihat martabak yang di bawa oleh Adi ke rumahnya.
__ADS_1
Adi menyalami kedua orangtua Aisha, dia begitu senang dengan sikap ramah yang di tunjukkan oleh kedua orangtua Aisha pada dirinya. Hingga Adi merasa kedua orangtua Aisha seperti kedua orangtuanya sendiri. Orangtua yang menerima Adi dengan baik pastinya.
Aisha yang sudah dandan dengan begitu rapi, hanya tinggal pergi saja bersama dengan Adi. Dia sudah tidak sabar untuk pergi bersama Adi mencari buku yang akan di cari oleh dirinya.
Begitu Adi memberikan martabak manis yang di beli oleh dirinya. Adi pun meminta izin pada kedua orangtua Aisha untuk membawa Aisha pergi. Mungkin dengan begitu, kedua orangtua Aisha tidak akan khawatir pada Adi. Sebab Adi sudah meminta izin pada mereka berdua.
Adi langsung membawa jalan motornya. Belum ada gerakan apapun dari tangan seorang Aisha pada Adi. Mungkin Aisha masih cukup malu untuk memeluk pinggang Adi. Sehingga dia berusaha untuk bersikap normal saat kedua orangtuanya masih memerhatikan keduanya berboncengan
Baru setelah meninggalkan halaman rumahnya, Aisha pun langsung memeluk erat tubuh seorang Adi. Dia begitu bahagia bisa satu motor dengan Adi. Hingga Aisha pun mengungkapkan kebahagiaannya dengan memeluk erat tubuh Adi. Aisha berharap dia akan selamanya bisa bersama dengan Adi. Bisa berdua selamanya sebagai sepasang kekasih.
__ADS_1
Tak berbeda dengan Aisha yang sedang di mabuk cinta. Hal yang sama juga terjadi pada seorang Adi. Dia pun begitu bahagia dengan apa yang di berikan oleh Aisha. Dia mencintai Aisha dengan begitu besarnya. Mungkin besarnya samudera masih kalau dengan cinta seorang Adi pada Aisha. Hingga Adi tidak sabar untuk selalu menunjukkan rasa cintanya tersebut pada seorang Aisha. Adi ingin selalu bisa bersama dengan Aisha dalam keadaan apapun. Itu yang ada harapkan dari seorang Aisha.
Di jalanan kampung Adi masih membawa motor dengan kecepatan yang rendah. Tapi saat di jalan raya, Adi pun membawa motor itu dengan kecepatan tinggi. Adi terlihat begitu bersemangat memacu motornya dengan kecepatan tinggi.
Aisha yang takut dengan gaya Adi yang membawa motor dengan kecepatan tinggi, sempat meminta Adi untuk menurunkan kecepatan motornya. Sehingga ketakutan dari seorang Aisha bisa teratasi. Tapi AFI justru senang melihat pacarnya tersebut ketakutan. Adi pun semakin kencang membawa motornya.
Akhirnya ketakutan yang dari seorang Aisha benar-benar terjadi. Mendapatkan gangguan dari sosok Genderuwo milik Lutfhi. Adi tak dapat membawa motornya dengan baik. Hingga motor yang di bawa oleh Adi itu menabrak sebuah truk besar yang ada di hadapannya. Sontak tubuh Adi dan Aisha pun terlempar jauh. Adi dan Aisha terbanting ke jalanan yang di penuhi kendaraan lainnya.
Adi dan Aisha sempat sadarkan diri, sesaat setelah kecelakaan. Tapi nyawa keduanya tak tertolong saat keduanya di larikan ke rumah sakit. Baik Aisha maupun Adi sama-sama meninggal dunia.
__ADS_1