Jimat Warisan

Jimat Warisan
Kesurupan Di Pabrik Baso Lutfhi


__ADS_3

Siang yang terik menjadi waktu istirahat yang kurang ideal bagi karyawan di pabrik bakso seorang Lutfhi. Mereka pun banyak menghabiskan waktu hanya untuk mendinginkan tubuh mereka. Tidak ada waktu untuk makan yang mereka harapkan, sebab kondisi tubuh mereka yang begitu terasa panas.


30 menit yang di berikan sebagai waktu istirahat terasa begitu cepat. Bunyi bel masuk kembali terdengar ke telinga masing-masing karyawan, sehingga mereka harus segera kembali masuk bekerja.


Sebagian karyawan mulai kembali, sementara ada sebagian lainnya yang masih belum menyelesaikan makan siang mereka. Sehingga mereka harus bisa menghabiskan makan siang mereka terlebih dahulu, sebelum kembali masuk ke dalam pabrik.


Sebuah insiden pun terjadi, saat salah seorang karyawan tanpa sengaja menjatuhkan sebuah patung yang katanya menjadi pelaris bakso dari Lutfhi. Sontak patung yang terbuat dari bahan keramik itu pecah tak beraturan. Melihat kondisi tersebut, salah seorang atasan sempat memaklumi. Namun tidak dengan mereka yang menganggap patung itu memiliki keberuntungan. Sehingga apa yang di lakukan oleh salah satu pegawai itu akan membawa petaka yang cukup besar bagi seluruh karyawan.

__ADS_1


Benar saja apa yang di katakan atasan lainnya. Petaka yang di takutkan itu benar-benar terjadi. Lampu di seluruh ruangan tiba-tiba mati dengan begitu cepatnya. Tidak ada yang menyentuh tombol lampu itu. Tapi secara tiba-tiba seluruh lampu itu mati dengan sendirinya. Meninggalkan pertanyaan yang cukup besar bagi seluruh karyawan yang hadir.


Akhirnya seluruh karyawan itu pun mulai merasakan sesuatu hal yang aneh. Mereka mulai merasa ada sesuatu yang janggal terjadi. Bulu kuduk mereka tiba-tiba mulai berdiri secara bersamaan. Meninggalkan pertanyaan yang cukup besar dalam diri karyawan.


Kejadian itu semakin bertambah menyeramkan, saat seorang karyawan perempuan tiba-tiba berteriak tidak jelas. Dari satu karyawan, hingga ke karyawan lainnya. Mereka pun mengalami kesurupan masal yang parah.


Beberapa atasan di pabrik itu mulai panik dengan apa yang terjadi. Sehingga mereka menginstruksikan setiap orang untuk tidak panik, sehingga kesurupan masal itu bisa segera di atasi dengan baiknya. Tidak ada kesurupan yang akan menimpa pegawai lainnya.

__ADS_1


Salah seorang atasan lainnya langsung memanggil seseorang yang di anggap sebagai orang pintar yang bisa membuat kondisi di pabrik kembali normal. Dia dengan kemampuan ilmu hitam yang di milikinya, langsung membacakan beberapa ajian yang mungkin saja akan membuat kondisi di pabrik tersebut lebih terkendali lagi. Sehingga tidak ada lagi yang kesurupan.


Orang pintar itu langsung mampu mengendalikan kesurupan yang terjadi. Hingga beberapa karyawan pabrik yang kesurupan langsung bisa kembali sadarkan diri. Mereka akhirnya bisa kembali sembuh dari gangguan mahluk tak kasat mata yang menyerang mereka.


Orang pintar itu tidak hanya menyembuhkan saja, tapi dia juga meminta pada para atasan untuk membuat sebuah tumbal berupa sapi atau hewan berkaki empat lainnya. Dengan begitu, penunggu yang ada di pabrik itu tidak akan menggangu lagi setiap karyawan yang ada di pabrik.


Atasan itu pun langsung memberitahu pada Lutfhi sebagai bos besar mereka. Lutfhi pun siap menumbalkan beberapa ekor sapi untuk Genderuwo miliknya sendiri. Sehingga tidak akan ada lagi kasus kesurupan yang mungkin akan menimpa karyawan di pabriknya.

__ADS_1


__ADS_2