Jimat Warisan

Jimat Warisan
Baim Jadi Tumbal


__ADS_3

Dengan wajah begitu pucat, Baim membawa motornya menuju proyek. Tidak ada rasa khawatir dari dalam diri Kinasih. Dia tetap membiarkan suaminya tersebut untuk pergi menuju proyek. Padahal dia adalah kakak ipar dari Lutfhi, namun Kinasih hanya mengatakan jika tidak ada urusan keluarga dalam proyek tersebut. Sehingga Baim harus bisa memenuhi semuanya sesuai kebutuhan kontrak.


Baim pun tetap melakukan perjalanan yang seharusnya tidak dilakukan oleh dirinya di hari ini. Mengingat Baim yang masih dalam keadaan sakit. Dengan kaki yang masih sedikit bengkak.


Sepanjang perjalanan menuju proyek, Baim terus menahan rasa sakit yang teramat yang di rasakan di kakinya. Tapi Baim berusaha sekuat tenaga untuk menahan rasa sakit itu. Baim benar-benar tak mampu lagi menahan rasa sakit itu, hingga dia harus menepi di salah warung.


Penjaga warung yang melihat tetesan darah yang muncul. Langsung menawarkan bantuan pada Baim. Dia merasa iba dengan kondisi Baim yang terlihat begitu payah.


"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya penjaga warung.

__ADS_1


"Saya baik-baik saja Pak. Tidak ada yang harus di khawatirkan." jawab Baim menahan rasa sakit.


"Baiklah jika kamu baik-baik saja. Tapi sepertinya kamu harus mengobati luka kamu tersebut. Itu bahaya jika kamu terus membiarkannya." ujar penjaga warung tersebut.


"Tidak usah, saya masih kuat dengan kondisi seperti ini pun. Saya baik-baik saja." ucap Baim dengan penuh keyakinan.


Baim kembali melanjutkan perjalanan menuju proyek. Perjalanan yang sebenarnya cukup menyakitkan bagi dirinya. Namun Baim harus tetap melanjutkan perjalanan itu, mengingat sudah ada Lutfhi yang akan memerintahkan Baim untuk melanjutkan pekerjaan yang terbengkalai selama dia sakit.


Baim yang semakin tak mampu menggerakkan tubuhnya itu, pada akhirnya mulai tak berdaya untuk menjalankan motor yang di pakainya. Hingga Baim pun tak bisa mengontrol kondisi motornya tersebut. Sebelum motor itu jatuh tersungkur ke dalam sebuah parit. Baim pun langsung jatuh ke semak-semak yang di penuhi tumbuhan liar serta bambu. Hingga Baim akhirnya tewas dalam kecelakaan tunggal tersebut.

__ADS_1


Beberapa orang yang melihat kecelakaan yang di alami oleh Baim. Langsung berusaha menolong Baim. Mereka juga mulai meminta pertolongan pada warga lainnya. Mengingat kondisi Baim yang terlihat tidak berdaya di dalam parit. Begitu juga dengan tubuh Baim yang di penuh dengan luka yang mengeluarkan darah.


Tiba-tiba satu persatu warga datang untuk melihat lokasi kejadian. Mereka penasaran dengan apa yang terjadi pada Baim. Hingga mereka tertarik untuk melihat apa yang terjadi.


Beberapa orang langsung mencoba menolong Baim dari parit tersebut. Mereka mengangkat tubuh Baim yang penuh dengan luka. Sehingga tubuh Baim pun dapat di angkat dari parit-parit yang di penuh semak serta batang bambu yang tajam tersebut.


Saat seorang warga mengecek kondisi tubuh Baim, mereka mulai menyadari. Jika Baim sudah tidak bernyawa. Denyut nadinya sudah tidak berdetak. Itu artinya nyawa di tubuh Baim sudah tidak ada. Oleh sebab itu, mereka langsung menelepon keluarga Baim. Mengingat Baim yang sudah tidak bernyawa. Salah seorang warga yang memang mengenal keluarga Baim, langsung menghubungi ibu Baim.


Saat di hubungi, ibu Baim langsung jatuh pingsan. Dia tak menyangka anaknya akan meninggal dalam sebuah kecelakaan tunggal. Itu adalah momen yang paling berat bagi ibu Baim. Sehingga dia tak kuasa saat mendengar kabar anaknya itu telah tak bernyawa.

__ADS_1


Begitu juga dengan adik Baim yang tak henti menangis. Dia merasa kehilangan besar atas kakaknya tersebut. Apalagi kakaknya tersebut adalah kakak satu-satunya yang di miliki. Tidak ada lagi sosok kakak yang akan melindungi dirinya. Mengingat Baim yang sudah meninggal dunia untuk selamanya.


__ADS_2