
Selepas pulang dari rumah Darwis, Firman pun langsung mendatangi rumah dukun yang menjadi perantara dalam melakukan pesugihan. Mungkin Firman bisa sedikit mendapat pencerahan akan keinginan dari dirinya yang ingin lepas dari pesugihan yang di jalani oleh dirinya.
Firman yakin, dukunnya yang bernama Sarman itu akan menerima permohonan dari dirinya. Mengingat apa yang telah di lakukan oleh Firman selama ini adalah tindakan yang begitu merugikan dirinya sendiri. Firman ingin Sarman bisa melepaskan arwah Kuntilanak yang bersemayam di dalam tubuh seorang Firman. Sehingga Firman bisa benar-benar terbebas dari kuntilanak tersebut.
Tiba di rumah Sarman, Firman langsung masuk ke dalam ruang praktek Sarman. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Firman langsung duduk di hadapan seorang Sarman yang sedang melakukan praktek perdukunan yang di jalaninya. Sarman begitu fokus, sehingga dia sempat tidak menyadari kehadiran seorang Firman di hadapannya.
Baru saat Firman batuk, Sarman mulai menyadari akan kehadiran Firman di hadapannya. Sarman yang terkejut, hampir saja memukul Firman yang merupakan salah satu muridnya. Firman adalah satu dari puluhan murid Sarman yang melakukan pesugihan.
"Ada apa kamu datang ke rumah saya?" tanya Sarman dengan wajah kesalnya.
__ADS_1
"Saya ingin mengatakan sesuatu." jawab Firman dengan pandangan kosong.
"Sesuatu apa, katakan saja!"
"Saya ingin menyudahi semua pesugihan yang di jalani. Saya sudah lelah dengan semuanya, sehingga saya ingin mengakhiri semuanya saja."
"Tapi saya sudah sadar Mbah. Apa yang saya lakukan adalah tindakan yang tidak baik. Itu sangat merugikan saya dan keluarga saya."
"Kamu tidak akan pernah lepas dari pesugihan itu Firman. Kamu akan selamanya melakukan pesugihan itu. Kamu akan melakukan itu Firman."
__ADS_1
Firman hanya terdiam mendengar apa yang di katakan oleh Sarman. Dia merasa telah di jebak oleh Sarman. Sehingga Firman yang mulai emosi pada Sarman, langsung menumpahkan sebuah kendi yang ada di hadapannya. Air dalam kendi itu seketika membasahi seluruh ruang praktek dari Sarman.
Sarman tak tinggal diam, dia berusaha membalas perbuatan dari seorang Firman. Dua mengeluarkan sebuah kendi yang telah pecah. Kemudian mengancam akan menusuk Firman dengan kendi tersebut. Firman tidak takut, dia langsung mengambil salah satu koleksi keris dari Sarman. Hingga Firman pun langsung menusuk Sarman dengan keris tersebut. Sebab Sarman yang tak mau membantu seorang Firman untuk bebas dari pesugihan yang di jalaninya.
Seketika kucuran darah mengalir dari perut Sarman. Dia mengucapkan beberapa kalimat ancaman pada seorang Firman. Mungkin kalimat itu akan menjadi salah satu malapetaka bagi seorang Firman di masa yang akan datang.
Firman sendiri begitu ketakutan dengan kematian seorang Sarman. Mungkin saja Firman akan masuk ke dalam penjara saat pihak kepolisian tahu akan apa yang telah di perbuat oleh seorang Firman. Hingga Firman yang panik pun, hanya bisa menyesali perbuatannya. Dia begitu menyesal telah membunuh Sarman dengan begitu kejinya.
Firman pun berusaha untuk bisa sedikit tenang. Sehingga dia bisa menyembunyikan jenazah seorang Sarman. Jenazah Sarman yang akan membuat seorang Firman di tangkap oleh polisi. Untuk membuat orang-orang tidak tahu keberadaan dari seorang Sarman, Firman pun siap mengubur jenazah seorang Sarman di tempat nan jauh. Tempat yang tidak bisa di jamah oleh orang banyak. Sehingga hanya Firman saja yang tahu akan kondisi dari seorang Sarman.
__ADS_1