Jimat Warisan

Jimat Warisan
Lukas Menasehati


__ADS_3

Alhamdulillah. Kata yang menjadi penutup bagi Sandra dan Sandi begitu selesai mengaji. Keduanya terlihat begitu bahagia saat kembali menyelesaikan pengajian di hari ini. Ini sudah berjalan hampir seminggu lebih, pemahaman Al-Qur'an pada keduanya begitu baik. Hingga keduanya sudah bisa mengenal huruf hijaiyah yang ada di Al-Qur'an.


Lukas begitu senang dengan semangat dari Sandi dan Sandra dalam mempelajari Al-Qur'an. Ini seperti sebuah harapan lama seorang Lukas yang menginginkan kedua sepupunya itu untuk belajar ilmu agama. Mungkin sudah cukup lama Lukas menunggu momen yang membahagiakan bagi dirinya tersebut. Hingga akhirnya kini Lukas bisa mengajarkan kedua sepupunya untuk belajar ilmu agama sebagai mana sebuah kewajiban bagi keduanya untuk belajar ilmu agama.


"Kak Lukas senang banget, kalian antuasias untuk belajar Al-Qur'an. Sudah sangat lama kak Lukas ingin kalian itu belajar ilmu agama seperti ini. Kak Lukas sangat menginginkan kalian belajar ilmu agama seperti ini." ujar Lukas dengan wajah sumringah.


"Iya Kak, kadang Sandra suka sedih lihat semua teman Sandra pandai mengaji. Hanya Sandra yang tidak bisa mengaji. Itu yang buat Sandra sedikit bersedih." balas Sandra dengan raut wajah pilu.


Lukas merangkul Sandra. Dia mengatakan jika Sandra tidak harus bersedih hati dengan semua itu. Justru itu jadi kesempatan yang baik untuk Sandra bisa membuktikan, jika Sandra juga bisa belajar Al-Qur'an seperti teman-teman Sandra.


Tak hanya Sandra yang merasakan kesedihan akan ketidakmampuan dalam mempelajari Al-Qur'an. Sandi pun merasakan hal yang sama dengan seorang Sandra. Dia merasa begitu sedih, ketika melihat teman seumurannya sudah pandai melantunkan ayat suci Al-Qur'an. Itu yang membuat seorang Sandi merasa terpukul saat melihat semua temannya sudah pandai dalam membaca Al-Qur'an.


Sandra dan Sandi pun berniat untuk selalu rajin membaca Al-Qur'an. Mungkin saja Sandra dan Sandi akan belajar setiap hari. Sehingga mereka berdua akan cepat pandai dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

__ADS_1


Keinginan besar dari keduanya, langsung di dorong oleh seorang Lukas. Dia merasa apa yang menjadi keinginan bagi keduanya harus terus di dorong, sehingga keduanya akan menjadi seorang yang taat beragama. Mereka berdua akan menjadi insan yang mencintai agama Allah. Itu yang di harapkan oleh seorang Lukas di masa mendatang. Mengingat keduanya sudah sangat tertinggal dari beberapa teman sebayanya.


Tak hanya mengajarkan keduanya mengaji, Lukas sudah menitipkan sebuah pesan baik pada keduanya. Dia meminta Sandra dan Sandi untuk bisa lebih legowo dalam hal memaafkan. Sebab salah satu kunci menjadi seorang hamba yang baik, adalah dengan memaafkan kesalahan orang lain. Itu harus di lakukan oleh Sandra dan Sandi di masa mendatang.


Ini menjadi hal yang penting bagi keduanya, jika keduanya ingin bisa menjadi seorang yang memiliki hati yang bersih. Rela dalam memaafkan adalah kunci kebahagiaan bagi keduanya. Terutama Sandi yang harus berbesar hati dalam memaafkan seseorang. Bukan soal mereka yang menyakiti kita, tapi bagaimana cara kita bisa memaafkan mereka sebagai sesama manusia.


"Kakak kemarin dapat telepon dari pihak rumah sakit. Ada salam dari Ayah kalian. Dia rindu pada kalian. Apakah kalian tidak ingin bertemu dengan dia?" ujar Lukas.


Sandra terlihat begitu antusias mendengar apa yang di ucapkan oleh seorang Lukas. Dia sangat ingin bertemu dengan seorang Firman. Memang dia pernah bertemu di waktu itu. Namun itu atas inisiatif dirinya sendiri. Tidak berdasarkan keinginan seorang Firman untuk bertemu secara langsung. Mungkin ini menjadi kesempatan yang baik bagi seorang Sandra untuk kembali bertemu dengan seorang Firman.


Lukas melirik ke arah wajah Sandi. Mata Lukas seolah bertanya pada seorang Sandi. Hingga Sandi yang bingung, tidak tahu harus mengatakan apa pada seorang Lukas. Namun Lukas mencoba mengajak Sandi untuk bisa membuka pintu maaf yang sebesar-besarnya pada seorang Firman. Itu lebih baik, daripada harus terus memendam rasa amarah yang tiada henti pada seorang Firman.


"Apa kamu masih belum bisa memaafkan ayah kamu Sandi?" tanya Lukas.

__ADS_1


"Aku ingin Kak, tapi." jawab Sandi sambil menunduk.


"Tapi apa San?" tanya Lukas kembali.


"Tapi aku masih kesal dengan dia." jawab Sandi dengan tegasnya.


Lukas menepuk pundak seorang Lukas. Dia mengatakan bagaimana sulitnya untuk memaafkan. Sebab ketika seseorang meminta maaf, maka mereka harus menurunkan ego mereka. Itu yang berat bagi seorang Sandi, mungkin ini yang berat. Bagaimana Sandi harus menurunkan egonya.


"Kamu harus mau menurunkan ego kamu Sandi. Ini hanya ego kamu saja yang masih tinggi. Kamu harus bisa segera menurunkan ego kamu yang tinggi ini. Berusaha untuk tidak menuruti ego kamu ini San. Jadi kamu bisa lebih ikhlas dengan apa yang ada." ucap Lukas.


Sandi menatap wajah Lukas. Dia seolah ingin bertanya pada seorang Lukas, apakah Lukas tidak terlihat baik selama ini. Mungkin Sandi harus bisa belajar banyak dari seorang Lukas. Hingga Sandi bisa memaafkan seorang Firman yang di anggapnya telah melakukan tindakan yang tidak sesuai sebagai seorang ayah. Ini yang menjadi catatan seorang Sandi akan Firman. Catatan yang buat seorang Sandi begitu kecewa pada Firman.


Namun jika Sandi terus marah pada seorang Firman, itu juga sama sekali tidak baik. Sandi hanya memupuk sebuah dendam kesumat yang tidak ada ujungnya. Padahal jelas, dendam hanya akan menghasilkan suatu energi negatif. Sandi pun harus bisa merubah cara berpikirnya. Hingga dia tidak akan kembali menjadi seorang pembenci.

__ADS_1


Hati Sandi sedikit terbuka dengan apa yang di jelaskan oleh seorang Firman. Sandi mulai bisa merasakan sebuah rasa maaf yang besar pada seorang Firman. Itu menjadi gambaran bagaimana Sandi bisa lebih ikhlas dalam menerima Firman sebagai ayahnya kembali. Dia harus melakukan hal tersebut. Dia tidak boleh egois untuk terus marah pada Firman. Apalagi kondisi Firman yang saat ini memprihatinkan, seharusnya menjadi catatan tersendiri bagi seorang Sandi. Sehingga dia bisa lebih baik lagi dalam menghadapi sikap Firman yang memang terkadang membuat semua orang merasa benci pada dirinya.


Sandi pun akhirnya mau memaafkan seorang Firman. Dia akan turut serta bersama dengan Lukas dan Sandra dalam menemui Firman di rumah sakit jiwa. Mungkin ini akan jadi pertemuan pertama antara Sandi dengan Firman setelah sekian lama. Pertemuan yang akan menjadi pertemuan yang istimewa bagi seorang Sandi. Sebab dia akan memaafkan ayahnya sendiri. Padahal hampir berbulan-bulan Sandi enggan mengobrol dengan seorang Firman, pasca Firman ketahuan melakukan pesugihan.


__ADS_2